Sibro Malisi Perjuangkan Ratusan Mahasiswa Kurang Mampu Mendapat Bantuan UKT
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo menggelar rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Probolinggo. Senin (20/07/2026).
Dalam rapat tersebut, berbagai program prioritas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian para anggota dewan. Salah satu yang mendapat sorotan adalah program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Probolinggo Fraksi Partai NasDem, Sibro Malisi.
Menurut Sibro Malisi, Pemerintah Kota Probolinggo pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 M. untuk program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Program tersebut ditujukan untuk membantu biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun SPP mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
“Pada tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp1 M. Untuk siswa atau mahasiswa yang kurang mampu, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 4. Beasiswa ini diperuntukkan untuk membantu pembayaran UKT atau SPP kuliah di seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta,” ujar Sibro Malisi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2027 pemerintah berencana menambah alokasi anggaran menjadi Rp2 M. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, skema yang dirancang bukan hanya memberikan bantuan satu kali, melainkan menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima manfaat hingga lulus. Pemerintah daerah direncanakan akan menanggung biaya pendidikan mulai semester pertama hingga semester kedelapan atau selama empat tahun masa perkuliahan.
“Yang menerima beasiswa tahun ini, tahun depan akan tetap menerima hingga menyelesaikan kuliahnya. Jadi keberlanjutannya terjamin. Kemudian mahasiswa baru juga akan mendapatkan kesempatan yang sama melalui tambahan anggaran yang disiapkan pemerintah,” jelasnya.
Sibro menambahkan, jumlah penerima manfaat akan disesuaikan dengan besaran biaya kuliah masing-masing mahasiswa. Apabila rata-rata biaya pendidikan sekitar Rp3 juta per semester, maka program tersebut berpotensi menjangkau ratusan mahasiswa penerima beasiswa.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Probolinggo agar segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian, anggaran Rp1 M. Yang telah disiapkan pada tahun ini dapat segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, Sibro menegaskan bahwa fokus bantuan diarahkan pada jenjang pendidikan tinggi karena pendidikan dasar hingga menengah, mulai SD, SMP hingga SMA, pada dasarnya telah mendapatkan pembiayaan dari pemerintah sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
“Orientasinya memang kepada perguruan tinggi, karena pendidikan SD, SMP dan SMA pada prinsipnya sudah dibiayai pemerintah. Maka kehadiran beasiswa ini diharapkan dapat membantu anak-anak Kota Probolinggo yang memiliki kemampuan akademik namun terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Program beasiswa tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Probolinggo sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar