Bupati Tinjau Langsung Lokasi Banjir; Pastikan Penanganan Bencana Cepat Dan Terkoordinasi
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 43
- print Cetak

Bupati Tinjau Langsung Lokasi Banjir
DONGGALA,RI- Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE tinjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Tanantovea dan Labuan, Kabupaten Donggala, Senin (12/1/2026) guna memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Peninjauan dilakukan bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, BPBD, Dinas PUPR, serta perangkat daerah teknis terkait.
Sejumlah wilayah yang dikunjungi antara lain Desa Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, serta Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo. Di lapangan, Bupati langsung menginstruksikan penanganan darurat, khususnya pada wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan jembatan putus.
“Saya minta BPBD, Dinas PUPR, dan seluruh instansi terkait bergerak cepat. Material longsor harus segera dibersihkan agar akses warga bisa kembali terbuka,” tegas Bupati Vera saat meninjau Dusun Sisere.
Dua wilayah yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah adalah Dusun Sisere yang terisolasi akibat material longsor serta Desa Labuan Lumbubaka yang terputus total akibat jembatan ambruk diterjang banjir. Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma.
“Jembatan di Labuan Kungguma putus total dan tidak bisa dilalui. Kita akan bangun jembatan sementara agar aktivitas dan mobilitas warga bisa segera pulih,” ujar Vera.
Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana untuk enam kecamatan terdampak, berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026.
“Status tanggap darurat sudah kita tetapkan agar seluruh proses penanganan dan perbaikan bisa dilakukan cepat tanpa hambatan,” jelas Bupati Vera.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Donggala, banjir yang terjadi pada 11 Januari 2026 berdampak pada 20 desa di Enam Kecamatan , mengakibatkan 10 rumah warga rusak, tiga jembatan putus, kerusakan jalan nasional di Kelurahan Ganti, serta talud di Desa Wani. (Manto)
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar