Optimalkan Pangan Lokal dan Tekan Stunting, Pemkot Cimahi Matangkan RAD Pangan dan Gizi 2026–2030
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bergerak cepat mengamankan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat untuk lima tahun ke depan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Konsultasi Publik Rancangan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD PG BPSDL) Kota Cimahi Tahun 2026–2030 yang digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Selasa (27/10/2026).
Acara yang menjadi wadah penjaringan aspirasi ini menghadirkan pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, M.S., bersama tim MWA Training & Consulting. Hadir pula perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Firstea Octa Merryana, S.Pt., M.Si., yang turut memberikan evaluasi dan masukan struktural demi kesempurnaan draf rencana aksi.
Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, ST, MM, memaparkan bahwa pematangan rancangan ini bukanlah proses instan. Dokumen strategis ini telah melewati tiga tahap Focus Group Discussion (FGD) maraton sejak Juli hingga September 2026, mulai dari pemetaan masalah, penajaman indikator data, hingga sinkronisasi peran lintas sektor.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari unsur pemerintahan, Bulog, organisasi profesi, kelompok tani, hingga pelaku dunia usaha secara aktif memberikan usulan operasional, baik secara lisan maupun tertulis melalui lembar saran.
Merespons karakteristik Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah, Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan arahan tegas saat menutup forum. Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan gizi harus dirasakan langsung di tingkat keluarga.
“Keberhasilan pembangunan pangan dan gizi itu indikatornya sederhana: pangannya tersedia, harganya terjangkau, dan makanan bergizi itu benar-benar sampai ke meja makan keluarga,” ujarnya.
Sebagai solusi atas keterbatasan wilayah, Wali Kota mendorong akselerasi konsep pertanian perkotaan (urban farming), optimalisasi pekarangan rumah, serta pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM pangan lokal. Langkah ini wajib dibarengi dengan penguatan distribusi dan kesiapan cadangan pangan guna mengantisipasi gangguan iklim.
Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan pentingnya intervensi gizi yang terarah dan terintegrasi untuk mencetak generasi masa depan Cimahi yang unggul.
“Pastikan pangan mendukung perbaikan gizi dengan mendorong konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Prioritas utama harus diarahkan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyiapan gizi remaja, serta calon ibu. Ini harus dipadukan dengan layanan kesehatan, akses air bersih, sanitasi, dan perlindungan bagi keluarga rentan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Wali Kota meminta Bapperida mengoordinasikan seluruh perangkat daerah agar sasaran, target, penanggung jawab, dan sistem pendanaan RAD PG BPSDL ini diselaraskan secara rigid ke dalam dokumen RPJMD dan RKPD. Evaluasi berkala lintas sektor wajib dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif di lapangan.
“Mudah-mudahan program ini bisa terealisasi dengan baik demi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kita ingin pangan tercukupi, lahan yang terbatas bisa dimanfaatkan maksimal, sehingga anak-anak kita tumbuh sehat dan angka stunting bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya. R.Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar