JAGONG BARENG MANTAN BUPATI KUDUS H.MUSTOFA DENGAN HIMPUNAN PEDAGANG PASAR KLIWON (HPPK) DI LESEHAN PASAR KLIWON
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
- visibility 319
- print Cetak

KUDUS – RI, Mantan Bupati Kudus H. Mustofa baru-baru ini melakukan Silaturahmi ke Pasar Kliwon Kudus bertemu dengan para Pedagang dan Pengurus Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) yang diketuai Bapak Sulis dengan Bendaharanya Juwek Juwita.
Acara Silaturahmi tersebuat berlangsung di depan Halaman Pasar Kliwon tepatnya di Lesehan Ayam Goreng Pak Kasto, Acara Silaturahmi dan ramah tamah atau disebut, ‘Jagong Bareng Bang Mus’, itu sendiri berjalan dengan suasana penuh seduluran dan santai tak ada pembahasan Politik atau lainnya.
Pada kesempatan Acara Jagong tersebut, H. Mustofa telah mengapresasi apa yang jadi masukan dan permohonan dari pada Pengurus HPPK terkait kemajuan dan sarana daripada Pasar Kliwon, yaitu permintaan Pedagang terkait sarana Internet agar supaya Pedagang Pasar Kliwon tidak kesulitan dengan adanya jaringan Internet ketika para Pedagang akan melakukan bisnis bertransaksi dengan Pelanggang. Sehingga HPPK berniat minta kepada H. Mustofa supaya bisa memfasilitasi Pemasangan WIFI di Pasar Kliwon.
Hal tersebut ditanggapi oleh H. Mustofa yang kebetulan saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPR RI dengan positif dan baik, Mustofa dalam penjelasannya mengatakan, dirinya akan berupaya membantu, “namun ketika nanti sudah terialisasi dan tepasang maka kewajiban dari para Pedagang harus bisa menjaga dan membayar biaya per bulannya. Jangan lantas terus selesai di fasilitasi lalu selesai terus dibiarkan,” terangnya.
Juwek Juwita selaku Bendahara Pengurus HPPK menjelaskan, “bahwa dirinya dan seluruh Pedagang Pasar Kliwon akan siap untuk melaksanakan amanah tersebut dengan baik,” ucapnya. Dalam Kesempatan Jagong di Lesehan bersama tersebut selain di hadiri para Pengurus HPPK dan H. Mustofa, juga hadir Yusuf salah satu Anggota DPRD Kudus aktif.
Dalam keterangan terpisah Juwek Juwita menyampaikan, “bahwa saat ini para Pedagang sangat kesulitan karena situasi pandemi Covid, sehingga kami mengalami penurunan omset penjualan dan minimnya pemasukan keuangan, namun jika kami harus dipaksa harus bayar biaya sewa yang cukup tinggi dengan mengacuh pada Peraturan Daerah sekarang, kami tidak kuat. Keinginan kami adalah PKD sewa yang lama bukan yang baru, kenaikannya hampir 100 persen, kami mohon Pemerintah bisa mendengar kesusahan kami para Pedagang,” tuturnya.
Juwek Juwita dalam mengakhiri keterangannya menyampaikan, “bahwa Pasar Kliwon akan jadi Percontohan Nasional yaitu cara bertransaksi dengan sistem QRS di kasih fasiltas penguat sinyal / WIFI,” tutupnya. (Gozjali)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar