Proyek RSUD Randudongkal Pemalang Rp45,5 Miliar Mulai Dilelang, Aris Ismail : Harus Diawasi
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

Proyek RSUD Randudongkal Pemalang Rp45,5 Miliar Mulai Dilelang. Aris Ismail : Harus Diawasi
PEMALANG, RI – Proses lelang proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Randudongkal Kabupaten Pemalang dengan nilai pagu anggaran Rp45,5 miliar mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan proses lelang tersebut setelah muncul perbedaan cukup mencolok antara jumlah peserta yang mendaftar dan peserta yang benar-benar mengajukan penawaran.
Berdasarkan data yang tercantum pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pemalang 17/6/2026 , proyek tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp45.500.000.000 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp45.494.751.698.
Tercatat sebanyak 69 perusahaan berbentuk PT maupun CV yang ikut mendaftar sebagai peserta lelang. Namun, dari jumlah tersebut hanya 13 perusahaan yang mengajukan penawaran harga.
Penawaran terendah diajukan oleh PT Padat Sari Perkasa dengan nilai penawaran Rp36.395.801.358 atau sekitar 23 persen lebih rendah dibandingkan nilai HPS.
Sementara penawaran tertinggi diajukan oleh PT Wijaya Gugus Persada dengan nilai Rp45.373.075.953.
Saat ini proses lelang masih berada pada tahap evaluasi dan penilaian kualifikasi peserta yang mengajukan penawaran.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah kalangan mengenai minimnya jumlah peserta yang memasukkan penawaran dibandingkan jumlah peserta yang mendaftar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, SKM, selaku Pengguna Anggaran menjelaskan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi pekerjaan persiapan, struktur bawah dan struktur atas, rangka atap dan plafon, pekerjaan dinding dan lantai, pemasangan kusen, pintu dan jendela, sanitasi, mekanikal, elektrikal, pengecatan serta pekerjaan pendukung lainnya.
Menanggapi proyek bernilai besar tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Aris Ismail mendorong insan pers dan masyarakat untuk turut mengawasi seluruh tahapan proyek, mulai dari proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
”Gapapa, memang harus diawasi,” ujar Aris Ismail saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Senada dengan itu, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang Noor Rosyadi juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap proyek tersebut.
”Itu proyek besar, anggarannya mencapai Rp45,5 miliar yang berasal dari hasil pinjaman Bank Jateng. Jadi harus diawasi supaya hasilnya bisa maksimal,” kata Noor Rosyadi.
Dengan nilai proyek yang cukup besar dan menjadi salah satu pembangunan strategis di Kabupaten Pemalang, berbagai pihak berharap proses lelang berlangsung transparan, kompetitif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga menghasilkan pembangunan rumah sakit yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. * (imam wtw)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar