Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Bangun Ruang Dengan Problem Based Learning

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
  • visibility 286
  • print Cetak

ABSTRAK

Proses kegiatan pembelajaran dalam menerapkan Model  Pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil  belajar siswa, dan manfaat yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berguna, baik bagi para pendidik untuk menerapkan proses Pembelajaran yang bervariatif.pembelajaran ini dilakukan  sebanyak 2 siklus, dilalui dalam 4 tahap, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan,tahap observasi dan tahap refleksi. (1) tahap perencanaan yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan akan dilakukan tindakan kepada siswa; (2) tahap pelaksanaan pembelajaran , dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun.. (3) Tahap observasi pembelajaran pada penelitian ini dilaksanakan  dengan cara melakukan  pengamatan  untuk memberikan   penilaian hasil belajar siswa,(4)Tahap Refleksi yaitu tahap diskusi antara peneliti dengan ssejawat untuk meningkatkan pembelajaran. Dari hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan hasil  belajar siswa adalah sebagai  berikut:  Pada  Pra Siklus dinyatakan  tuntas sebanyak 4 siswa atau sebesar 16%, sedangkan siswa yang belum tuntas 21  siswa  atau  sebesar  84 % dengan rata – rata 59,4  Pada  siklus  I  untuk  siswa  yang  diyatakan  tuntas  18  siswa  (72 %),  siswa  yang  belum tuntas 7 siswa ( 28% ) dengan nilai rata-rata 67,8 Pada siklus II Siswa yang tuntas menjadi 22 atau (88 %) sedangkan  siswa  yang  tidak tuntas  ada 3 atau (12 %),  dengan nilai rata-rata 85 Sehinga dapat disimpulkan bahwa dengan Model  Pembelajaran Guided Discovery Learning, ketuntasan siswa mengalami kenaikan sebelum tindakan ketuntasan hanyak 16% dan setelah tindakan  menjadi  88 % Jadi Kesimpulan dari pembelajaran dengan pendekatan kontektual hasil  belajar siswa meningkat.

Kata Kunci  :  Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa, Model  Pembelajaran Problem Based Learning

PENDAHULUAN

Latar Belakang 

Model Pembelajaran Problem Based Learning  merupakan model pembelajaran kooperatif dimana peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 2001). Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian peserta didik itu kembali pada tim/ kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli

Masalah kurangnya Motivasi  siswa dalam pembelajaran menyebabkan rendahnya hasil belajar  siswa. Hal tersebut menjadi dasar dalam menentukan tindakan untuk meningkatkan Motivasi  siswa dalam pembelajaran. Solihatin (2007: 23) mengungkapkan dengan siswa aktif maka siswa akan berusaha untuk menggali informasi lebih dalam agar informasi yang mereka peroleh itu dapat benar-benar mereka pahami sehingga tujuan dari proses belajar dapat tercapai dengan baik.

Berdasarkan pada realitas tersebut maka peneliti menggunakan Model  Pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa kelas VI SD Negeri Kedungkebo Tahun Pelajaran 2018/2019 berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pada Kelas ini banyak siswa yang belum tuntas ketuntasan minimalnya yaitu 70 untuk mata pelajaran matematika, yaitu sebanyak 12 siswa dengan prosentase (41%)  yang belum tuntas dan baru 17 siswa persentase ketuntasan  sebesar 59% .Rendahnya tingkat ketuntasan   adalah Model  Pembelajaran guru yang kurang menerapkan  variasi  proses  pembelajaran  kebanyakan  siswa  pasif  dalam proses pembelajaran yang berdampak pada kurangnya motivasi untuk berprestasi dan kemudian menyebabkan benar-benar tidak dapat berprestasi dalam belajar.

PEMBAHASAN 

Pengertian Meningkatkan

Meningkatkan berasal dari kata dasar tingkat. Meningkatkan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Meningkatkan memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga meningkatkan dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Hasil Belajar : John M. Keller (1993)  memandang hasil belajar sebagai keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi. Berbagai masukan tersebut menurut John Keller dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu kelompok masukan pribadi (motivasi, harapan untuk berhasil, inteligensi dan penguasaan awal, dan evaluasi kognitif). dan kelompok masukan yang berasal dari lingkungan (rancangan dan pengelolaan motivasional, rancangan dan pengelolaan kegiatan belajar serta rancangan dan pengelolaan ulangan penguatan).

Motivasi Belajar: Selanjutnya Widayatun (1999) mengatakan bahwa motivasi itu mempunyai arti dorongan atau menggerakkan. Motivasi inilah yang mendorong  seseorang untuk berperilaku  beraktifitas dalam pencapaian tujuan.

Pengertian Model  Pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah menurut Kamdi (2007: 77).

Hasil : Dari data nilai Pra Siklus yang dilakukan pada siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat disimpulkan bahwa nilai Pra Siklus Siswa yang tuntas sebanyak 9 siswa atau 36% dari 25 siswa, Nilai rata-rata hanya 58,80. Nilai Siklus I dapat disimpulkan bahwa nilai Siklus I siswa telah meningkat jika dibandingkan Pra Siklus. Siswa yang tuntas pada saat Pra Siklus sebanyak 9 siswa atau 36%, sedangkan siswa yang tuntas pada saat Siklus I sebanyak siswa 15 atau 60% meningkat 6 siswa atau 24% jika dibandingkan saat Pra Siklus. Nilai rata-rata pada Siklus I adalah 69,60 naik dari nilai rata-rata kelas saat Pra Siklus hanya 58,80. Nilai Siklus II dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pada Siklus II adalah 80,40 naik dari nilai rata-rata kelas saat Siklus I yang hanya 69,60 Akan tetapi dari pelaksanaan siklus II tersebut, masih ada siswa yang belum bisa mencapai nilai KKM 70 sebanyak 3 orang dengan prosentase 3%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II telah mencapai 88% > 75% sehingga tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya.

Pembahasan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan Hasil Belajar  siswa pada mata pelajaran Matematika materi Bangun Ruang Campuran di kelas VI SD Negeri Kedungkebo  Kecamatan Karangdadap  Kabupaten Pekalongan. Terdapat perbandingan dari hasil pra siklus ,siklus I dan siklus II yang menunjukkan adanya peningkatan pada Hasil Belajar siswa mata pelajaran Matematika materi Bangun Ruang Campuran tersebut, dari Pra siklus , siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II Hasil Belajar  siswa mengalami peningkatan.

SIMPULAN

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Matematika  Materi Bangun Ruang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan dari Pra siklus, siklus I ke siklus II. Pada Pra siklus ini nilai yang tuntas sesuai KKM hanya 9 siswa atau 36 % Nilai tertinggi 90 dan terendah 30 . Pada siklus I ini nilai yang tuntas sesuai KKM sebanyak 15 siswa atau 60% , Nilai tertinggi 100 dan terendah 40 Sedangkan pada siklus II nilai yang tuntas sebanyak siswa 22 atau 88% Nilai tertinggi 100 dan terendah 50 . Pencapaian 88 % > 75% sesuai kriteria klasikal yang telah ditentukan, maka Penelitian Tindakan Kelas dinyatakan berhasil. Untuk Aktifitas Guru dan siswa pun meningkat yaitu untuk guru dari Pra siklus 1,85, Siklus I 2,73 dan Siklus II 3,62 .Sedang Aktifitas siswa Pra siklus 1,82, Siklus I 2,73 dan siklus II 3,55. (Farastutik/ifan)


 

Nama : Farastutik
Pangkat/ gol.  : Penata/IVa
Unit kerja : SDN 01 Pakisputih Kedungwuni
Alamat  : Pakisputih Kedungwuni
Jenis guru : guru kelas (VI)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Pekalongan Bersama Forkopimda Cek Pos Pengamanan NATARU

    Kapolres Pekalongan Bersama Forkopimda Cek Pos Pengamanan NATARU

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kab. Pekalongan,radarindonesiaonline.com – Pengamanan menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 menjadi atensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan. Guna memastikan kesiapan personel gabungan pengamanan, Kapolres Pekalongan bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan mengecek Pos Pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Minggu (24/12/23). Adapun pos pengamanan yang dikunjungi oleh Kapolres dan Forkopimda diantaranya, Pos Pam […]

  • ERA DIGITAL, PEMKOT MOJOKERTO FASILITASI PELATIHAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM

    ERA DIGITAL, PEMKOT MOJOKERTO FASILITASI PELATIHAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 329
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) memfasilitasi pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM di Kota Mojokerto. Dengan menghadirkan Narasumber dari perusahaan marketplace ternama di Indonesia seperti Gojek, Grab, dan Blibli.com, pelatihan dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 31 Mei dan 5 Juni 2023 […]

  • Patroli Malam Sabtu Aman, Polsek Pontianak Selatan Amankan Remaja Diduga Balap Liar

    Patroli Malam Sabtu Aman, Polsek Pontianak Selatan Amankan Remaja Diduga Balap Liar

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PONTIANAK ,RI – Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Pontianak Selatan melaksanakan Patroli Malam Sabtu Aman pada Jumat malam (31/10). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolsek Pontianak Selatan AKP Sutardi, S.Sos., didampingi Kanit Samapta lptu Bambang P, serta personel Polsek lainnya. Patroli dimulai dengan apel persiapan di Mapolsek Pontianak Selatan, kemudian dilanjutkan menyusuri sejumlah […]

  • Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2022 Polda Jatim Terjunkan 3.879 Personil Gabungan

    Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2022 Polda Jatim Terjunkan 3.879 Personil Gabungan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 236
    • 0Komentar

    SURABAYA – RI, Menyikapi perkembangan kehidupan masyarakat yang cepat menjadikan permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan yang makin komplek serta dinamis khususnya dalam bidang keselamatan berlalulintas, Polri menjawab tantangan tugas tersebut dengan menjadi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi berkeadilan ). Dalam pelaksanaanya,Polda Jatim sudah melakukan upaya peningkatan modernisasi sistem teknologi informasi secara berkelanjutan […]

  • Ciptakan Kondusifitas Wilayah Tiga Pilar Pacet Lakukan Patroli Gabungan

    Ciptakan Kondusifitas Wilayah Tiga Pilar Pacet Lakukan Patroli Gabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Untuk menjaga situasi aman dan kondusif menjelang Pemilu 2024, Tiga Pilar yang meliputi Koramil 0815/16 Pacet, Polsek Pacet dan Satpol PP (Sie Trantib) Kecamatan Pacet melaksanakan patroli gabungan di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, khususnya seputaran Bundaran Taman yang menjadi pusat keramaian dan obyek wisata setempat, Selasa (21/11/2023). Personel patroli dari Koramil […]

  • Anggota Babinsa Bersama Pedagang Ikuti Sosialisasi Rokok Ilegal

    Anggota Babinsa Bersama Pedagang Ikuti Sosialisasi Rokok Ilegal

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal, Pemkab Pasuruan dan Bea Cukai lakukan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai dalam rangka pemberantasan rokok ilegal di Wilayah Kabupaten Pasuruan. Serda Erizon Babinsa Koramil 0819/21 Purwosari turut hadir mengikuti kegiatan sosialisasi bersama beberapa Personil Babinsa lainnya serta para pedagang sekitar bertempat di Aula Satpol PP […]

expand_less