Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Komsos untuk Bangkitkan Moril Pengungsi Mamba Bawah: TNI Hadir Saat Harapan Nyaris Padam
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
- visibility 113
- print Cetak

Foto: Gelar Komsos untuk Bangkitkan Moril Pengungsi Mamba Bawah
SUGAPA,RI- Rabu, 4 Juni 2025. Di tengah ketidakpastian dan bayang-bayang ketakutan akibat gangguan keamanan dari kelompok separatis OPM, Satgas Yonif 500/Sikatan hadir memberikan harapan baru bagi warga pengungsi di Barak Mamba Bawah, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Sekitar 140 jiwa yang terpaksa mengungsi dari kampung halaman mereka karena aksi teror bersenjata kini mendapatkan suntikan moril dan kepedulian dari negara melalui kehadiran TNI. Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), sebanyak 23 prajurit dipimpin langsung oleh Dansatgas Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M., mendatangi barak pengungsian dengan membawa pesan damai, semangat, dan uluran tangan kemanusiaan.
“Kami memahami luka dan trauma saudara-saudara kami di sini. Maka kami hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi memberi harapan bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir bersama mereka,” ujar Letkol Inf Danang, dengan suara penuh empati.
Dalam suasana haru, prajurit TNI memberikan pelayanan kesehatan, membagikan sembako, pakaian layak pakai, sepatu anak-anak, serta Alkitab kepada para pengungsi. Anak-anak yang sebelumnya tampak murung mulai tersenyum kembali ketika menerima sepatu dan pakaian baru. Beberapa ibu terharu bahagia saat anak mereka diperiksa oleh tenaga kesehatan Satgas.
“Kami takut pulang kampung. OPM datang tidak bisa kami tolak karena mereka bawa senjata dan ancam kita. Tapi sekarang ada TNI yang datang. Kami rasa kuat lagi,” ucap Mama Lianus, salah satu pengungsi yang kini tinggal di barak darurat bersama ketiga anaknya.
Kegiatan ini menjadi oase di tengah penderitaan yang dialami warga akibat ulah kelompok separatis yang selama ini mengganggu keamanan kampung mereka. Tidak hanya bantuan fisik, para prajurit juga membangun komunikasi hangat, memberikan pelukan, doa bersama, dan cerita-cerita motivasi kepada anak-anak dan orang tua.
“Kami ini anak bangsa juga. Kami ingin Papua damai. Kami ingin anak-anak ini kembali bersekolah tanpa rasa takut,” ungkap Pabintal Satgas, seorang prajurit yang ikut membagikan pakaian dan Alkitab kepada warga.
Dengan suasana yang aman dan penuh keakraban, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dan kepercayaan warga terhadap negara di tengah masa sulit.
“TNI datang, kami rasa dilindungi. Tuhan kirim mereka bantu kami,” ujar seorang pewarta Gereja St. Perawan Maria dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan kemanusiaan dan pelindung rakyat di saat genting.( red Yonif 500 Sikatan /mjb/tg)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar