Breaking News
light_mode
Trending Tags

Upaya Bangun Ekosistem Migrasi Aman dan Berkelanjutan, Menteri PPMI Luncurkan Desa Migran Emas di Kabupaten Gresik

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 159
  • print Cetak

Foto Upaya Bangun Ekosistem Migrasi Aman dan Berkelanjutan, Menteri PPMI Luncurkan Desa Migran Emas di Kabupaten Gresik

Gresik, RI — Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meluncurkan program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan.

Peluncuran dilakukan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) sekaligus Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, di Wahana Ekspresi Poeponegoro (WEP), Jumat (11/7/2025).

Desa Migran EMAS yang diluncurkan di antaranya Desa Campurejo, Desa Dalegan, Desa Ngemboh, Desa Cangakan, dan Desa Mentaras. Kelima desa tersebut diproyeksikan menjadi model pengelolaan migrasi pekerja secara aman, legal, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Menteri PPMI Abdul Kadir Karding mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang mempunyai langkah-langkah maju soal pekerja migran. Salah satunya akan membentuk Migran Center sebagai upaya untuk melengkapi calon pekerja migran dengan skill, soft skill, serta bahasa sebelum berangkat ke luar negeri.

“Kita tidak membatasi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri, tidak. Tetapi pemerintah daerah berusaha membekali peningkatan kapasitas SDM dengan skill yang bagus, agar pekerja migran punya talenta dan skill saat bekerja di luar negeri,” harapnya.

Dikatakan, Kementerian PPMI merupakan kementerian baru di era Presiden Prabowo Subianto, ditugaskan dalam dua mandat pokok. Pertama, mengurangi atau menghilangkan tindakan kekerasan, eksploitasi, pelanggaran hak asasi, maupun TPPO. Kedua, tugas kementerian ini adalah menempatkan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri secara prosedural dengan skill yang baik.

“Berdasarkan data kementerian, semua pekerja migran yang mengalami tindak kekerasan atau eksploitasi, antara 95–97 persen terjadi karena berangkat secara nonprosedural atau ilegal. Baik lewat calo, lewat sindikat, itu rawan mengalami masalah. Karena mereka tidak mengantongi syarat-syarat tertentu atau hanya bermodal paspor dan visa turis,” ungkapnya.

Selain itu, Karding menegaskan pentingnya regulasi dan komitmen dari seluruh pihak, termasuk perangkat desa dan pemerintah kabupaten, dalam memastikan tata kelola migrasi yang sesuai prosedur. Ia mengimbau kepala desa untuk mengontrol warganya yang bekerja sebagai migran secara prosedural dan dibekali dengan sertifikasi, BPJS Kesehatan, serta kontrak kerja yang jelas yang sudah diatur hak dan kewajiban pemberi kerja.

“Peluang kerja di luar negeri sejak 1 Januari hingga 9 Juli 2025 tercatat 381.066 lowongan kerja. Total penyerapan sebanyak 28.648 atau sebesar 7,52 persen, sehingga sisa lowongan yang tersedia berjumlah 352.418,” ujarnya.

Desa Migran EMAS menjadi bentuk komitmen Kementerian PPMI untuk menciptakan ekosistem perlindungan PMI dan keluarganya. Mulai dari desa sebagai pintu pertama masuknya informasi dan sindikasi TPPO, penipuan peluang kerja, serta keberangkatan ilegal PMI. Menurut dia, lulusan SMA dan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia.

“Lulusan SMK/SMA di Indonesia, dari data BPS sejak Februari 2025, menyumbang 50,4 persen atau 3,66 juta orang dari 7,28 juta pengangguran,” terangnya.

Ia menambahkan, bekerja di luar negeri tidak hanya soal penghasilan tinggi seperti profesi perawat di Jepang yang bisa menghasilkan Rp15–25 juta per bulan, tetapi juga soal peningkatan kapasitas SDM. Pekerja migran yang kembali ke tanah air membawa pengalaman, keterampilan, dan budaya kerja yang positif.

“Dengan adanya Migran Center, diharapkan PMI yang pulang bukan hanya membawa uang, tetapi juga budaya hidup sehat, bersih, disiplin. Selain itu, PMI juga sudah mempunyai keterampilan yang bisa ditularkan ke lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi peluncuran Desa Migran EMAS oleh Kementerian PPMI. Menurut bupati, ini bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, khususnya dalam hal perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Perlindungan PMI menjadi salah satu prioritas Nawakarsa kami. Kabupaten Gresik akan terus mendorong isu kunci ini dengan berbagai inovasi yang mendekatkan keberpihakan kepada PMI, bahkan anak-anak PMI yang saat ini belum terjamah sistem perlindungan,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Gresik bukan menjadi satu-satunya kantong PMI di Jawa Timur. Tetapi Gresik punya data PMI yang ada di wilayah utara, kemudian dua kecamatan di Bawean yang rata-rata menjadi pekerja migran.

Dijelaskan, dominasi negara tujuan, 76 persen PMI Gresik terdaftar memilih Malaysia sebagai negara tujuan utama, diikuti Hong Kong dan Taiwan. Terdapat 3.024 PMI asal Gresik yang tercatat secara resmi. Dengan sebaran terbesar berasal dari Kecamatan Dukun 26 persen, Kecamatan Panceng 18 persen, Kecamatan Ujungpangkah 14 persen, dan Bawean 12 persen.

“Angka ini mencerminkan konsentrasi migrasi pada wilayah-wilayah pesisir dan agraris yang memiliki tekanan ekonomi tinggi. Banyak PMI yang berangkat tidak melalui administrasi yang benar. Ada dua akar masalah kenapa masyarakat berangkat sebagai pekerja migran, yaitu faktor ekonomi dan pendidikan,” ucap Gus Yani, sapaan akrab bupati.

Pemkab Gresik, lanjut Gus Yani, berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tata kelola migrasi yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui peluncuran Desa Migran EMAS.

“Selain itu, Pemkab Gresik nanti akan membentuk Migran Center sebagai langkah literasi mendorong kemampuan SDM. Untuk memastikan pekerja yang akan berangkat mempunyai skill didukung dengan bahasa dan mental yang bagus,” tandasnya. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peninjauan Banjir Bantaran Sungai Di Wilayah Jomo

    Peninjauan Banjir Bantaran Sungai Di Wilayah Jomo

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 333
    • 0Komentar

    JOMBANG RI, Daerah Bantaran Dam Watu Dakon Desa Blimbing Kecamatan Kesamben, (4/01/21). Kedatangan Wabup SUMRAMBA meninjau langsung di Wilayah Dusun Beluk Desa Blimbing Kecamatan Kesamben dihadiri pihak-pihak Muspida Kabupaten Jombang terdiri dari Kapolres Jombang AKBP  AGUNG, KAPOLSEK SAMBEN, KEPALA DESA SETEMPAT mengkerahkan juga dari BPBD Jombang Pak Abdul Wahab mengkerahkan Alat Berat untuk mengefakuasi sampah […]

  • Pasca Penyusupan Petinggi OPM Sebby Sambom dan Dua WNA ke Oksibil, Munculkan 2 Insiden Berdarah di Papua

    Pasca Penyusupan Petinggi OPM Sebby Sambom dan Dua WNA ke Oksibil, Munculkan 2 Insiden Berdarah di Papua

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Sorong – Radar Indonesia – Pasca penyusupan petinggi OPM (Organisasi Papua Merdeka) Sebby Sambom dan dua orang WNA ke wilayah Papua, telah menyebabkan munculnya dua insiden berdarah di masyarakat Papua. Insiden pertama adalah terbunuhnya seorang warga Orang Asli Papua (OAP) bernama Timotius Kasipmabin, akibat tembakan anggota OPM Kodap XXXV Bintang Timur. Kejadian ini terjadi pada […]

  • Kisah Pilu Seorang Wanita Bernama Wara Penyandang Disabilitas Tuna netra dan Juga Tuna Rungu yang Di Tinggal Suaminya.

    Kisah Pilu Seorang Wanita Bernama Wara Penyandang Disabilitas Tuna netra dan Juga Tuna Rungu yang Di Tinggal Suaminya.

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sumenep ,RI-kisah pilu seorang warga Masalembu bernama Wara umur 60 tahun penyandang stabilitas tuna netra dan juga tuna rungu yang ditinggal suaminya karena sudah tidak di anggap lagi layak mendampingi suaminya sehingga dengan tega membiarkan istrinya terlantar, namun karena ada orang baik menolongnya sehingga Ibu Wara dan anak yang semata wayang dan juga mengalami keterbelakangan […]

  • Kekerasan Terhadap Wartawan Terulang Lagi…

    Kekerasan Terhadap Wartawan Terulang Lagi…

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KUDUS – RI, Kali ini terjadi di Medan Sumatera Utara. Pemimpin Redaksi Media Online JelajahPerkara.com, Persada Bhayangkara Sembiring, disiram sejenis air keras di bagian wajahnya oleh orang yang tidak dikenalnya hingga mengalami luka serius. Peristiwa terjadi Minggu malam (25/7/2021) sekitar pukul 22.00 WIB di Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, dekat Lampu […]

  • Pecahkan Rekor Muri “Patung Gajah Mada” Setinggi 23 Meter, Wisata Desa Bumi Mulya Jati

    Pecahkan Rekor Muri “Patung Gajah Mada” Setinggi 23 Meter, Wisata Desa Bumi Mulya Jati

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 956
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Patung Gajah Mada setinggi 23 meter merupakan icon Wisata Desa Bumi Mulya Jati (BMJ) Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Ini merupakan catatan baru sejarah Patung Gajahmada tertinggi di Indonesia, Minggu (11/4/2021). Secara simbolis piagam rekor MURI diberikan secara langsung di halaman depan Wisata BMJ, Desa […]

  • Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Berusaha Tidak Beraktifitas di Jalur Hijau Demi Mewujudkan Keselamatan Berkendaraan

    Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Berusaha Tidak Beraktifitas di Jalur Hijau Demi Mewujudkan Keselamatan Berkendaraan

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Radar Indonesia – Kubu Raya – Tertib jalur hijau yang wajib untuk dipatuhi baik di jalan raya,lalu lintas,maupun fasilitas umum sudah semestinya. Di Desa Sungai Raya Dalam,Kecamatan Sungai Raya,Kab.Kubu Raya.ini tidak ada lagi tempat usaha yang menempati usahanya dilokasi Jalur hijau. Penataan lahan parkir juga yang semestinya harus betul – betul diperhatikan tidak menggunakan dijalur […]

expand_less