Demo Pengalihan Arus Truk Dari Pantura Ke Tol, Begini Tanggapan Rizal Bawazir Selaku Inisiator
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
- visibility 483
- print Cetak

Rizal Bawazir. (Foto Istimewa)
Pemalang, RI – Menanggapi aksi demo dari Organda Pemalang soal pengalihan arus truk ke tol, Rizal Bawazir mengatakan, ya tidak apa apa kalau mau demo, itu hak setiap warga negara.
“Program Pembatasan akan tetap berjalan karena lebih dibutuhkan oleh puluhan ribu masyarakat”, tulis Rizal dalam pesan WA.
“Saya pikir sudah jelas semua. Ini awalnya bukan kemauan saya pribadi, tetapi aspirasi kemauan sebagian besar masyarakat Kota Pekalongan dan Batang yang telah ditunggu bertahun-tahun”, tulis Rizal Bawazir dalam chating via WA.
“Karena truk itu melewati pusat Kota Pekalongan dan Batang, sehingga semrawut dan membahayakan warga “, ujar Rizal Bawazir dalam komunikasi via WA.
” Apa betul inisiatip pengalihan jalan itu dari bapak ? “.
” Ini jalan nasional, jadi saya sebagai Anggota DPR RI yang ajukan ke Kementerian Perhubungan “, ujar Rizal Bawazir dalam tulisan WA.
Ketika ditanya mengenai waktu pembatasan jalan agar tidak full 24 jam, Rizal Bawazir menjawab bahwa mengenai jadwal tidak harus 24 jam, ditentukan dari hasil review Dishub Pemda setempat. Dalam aturan tersebut sudah ada diatur.
“Kalau waktu jam 5:00 pagi s/d jam 21:00 malam dijalankan dengan baik, maka tidak harus 24 jam. Tetapi kalau tidak dijalankan dengan baik, ya lebih baik sekalian saja dalam 24 jam, jadi mudah buat Polres dan Dishub dalam memantau tidak harus patroli terus “, tulis Rizal lewat chating WA.
Menurut Rizal Bawazir, sekiranya ada anggaran pusat untuk membuat jalur lingkar luar Pekalongan Batang, tidak perlu pembatasan ini.
” Tetapi sebagaimana diketahui, saat ini belum bisa karena ada efesiensi anggaran dari Pemerintah Prabowo Gibran “, tulis RB, sapaan akrab untuk Rizal Bawazir.
Rizal Bawazir berharap mudah mudahan di tahun depan ada peluang anggaran untuk buat jalur lingkar luar Pekalongan Batang dan pihaknya akan memperjuangkanya.
Dijelaskan oleh RB bahwa Truk plat G dan Truk bukan plat G yang tujuan ke/dari pengusaha Pemalang, Pekalongan Batang masih boleh lewat.
” Malah truk ini yang sering berhenti di Pantura , jadi tidak Ada efek ke UMKM Pantura ” , pungkas Rizal Bawazir. * (imam wtw)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar