Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan Untuk Tingkatkan Transparansi

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 123
  • print Cetak

Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan Untuk Tingkatkan Transparansi

Gresik, RI – Pemerintah Kabupaten Gresik mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Pada Gelombang I yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, sebanyak 15 desa yang saat ini dipimpin oleh penjabat (Pj) kepala desa akan mengikuti pelaksanaan Pilkades.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyosialisasikan penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting). Sosialisasi tersebut digelar di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Senin (15/6), dan diikuti oleh perwakilan kecamatan serta pemerintah desa. Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andrari Grahitandaru, yang memaparkan aspek teknis penerapan e-voting dalam pelaksanaan Pilkades.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menjelaskan bahwa penerapan e-voting merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola demokrasi desa yang lebih cepat, akurat, dan transparan.

Menurutnya, pada tahun 2026 akan dilaksanakan Pilkades Gelombang I di 15 desa yang saat ini dipimpin oleh penjabat kepala desa. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat 283 desa di Kabupaten Gresik yang pada waktunya akan melaksanakan Pilkades.

“Gagasan penerapan e-voting ini muncul karena dinilai mampu mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara, sekaligus meningkatkan akurasi serta validitas hasil pemilihan. Berbagai potensi kesalahan yang kerap terjadi dalam proses manual juga dapat diminimalkan melalui sistem digital,” ujarnya.

Washil menjelaskan, selama ini proses penghitungan suara dalam pemilihan sering kali berlangsung hingga larut malam dan membutuhkan energi besar dari penyelenggara. Dengan sistem e-voting, hasil pemilihan dapat diketahui lebih cepat setelah proses pemungutan suara berakhir.

“Kalau selama ini penghitungan suara bisa berlangsung hingga malam hari, bahkan menyebabkan kelelahan bagi panitia dan petugas, maka dengan e-voting proses tersebut dapat dilakukan jauh lebih cepat dan efisien,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan e-voting juga sejalan dengan arah kebijakan digitalisasi pemerintahan yang saat ini terus didorong melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Karena itu, transformasi digital tidak hanya diterapkan pada layanan administrasi pemerintahan, tetapi juga pada proses demokrasi di tingkat desa.

Menurut Sekda Washil, penerapan e-voting tentu membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dari sisi anggaran dan infrastruktur digital. Namun demikian, manfaat yang diperoleh dinilai jauh lebih besar dibandingkan tantangan yang harus dihadapi.

“Ke depan tentu akan ada berbagai aspek yang perlu disiapkan, termasuk kebutuhan anggaran dan infrastruktur digital. Namun manfaat yang diperoleh juga besar, mulai dari percepatan proses, efisiensi pelaksanaan, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan,” jelasnya.

Selain itu, sistem e-voting dinilai dapat mendukung aspek keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkades karena proses penghitungan suara tidak lagi berlangsung berlarut-larut. Dengan demikian, potensi kecurigaan maupun sengketa yang timbul akibat lamanya proses rekapitulasi dapat diminimalkan.

“Harapan kami, hasil yang diperoleh melalui sistem ini dapat semakin memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Gresik. Melalui sosialisasi ini, kami juga berharap seluruh peserta dapat menyebarluaskan informasi mengenai mekanisme dan manfaat e-voting kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam paparannya, Andrari Grahitandaru menjelaskan berbagai aspek teknis penerapan e-voting, mulai dari mekanisme verifikasi pemilih, penggunaan smart card, proses pemungutan suara elektronik, hingga sistem pengamanan dan audit hasil pemilihan.

Menurutnya, sistem e-voting dirancang untuk tetap menjaga prinsip-prinsip demokrasi sekaligus meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pemilihan. Pemilih terlebih dahulu melakukan verifikasi identitas menggunakan e-KTP reader yang terintegrasi dengan aplikasi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah data dinyatakan valid, pemilih akan menerima smart card yang digunakan untuk mengakses surat suara elektronik di bilik pemungutan suara.

Mekanisme pemungutan suara dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemilih cukup memilih foto calon kepala desa pada layar perangkat elektronik dan melakukan konfirmasi pilihan. Setelah proses selesai, sistem akan mencetak audit trail yang disimpan dalam kotak audit sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban hasil pemilihan.

Selain memberikan kemudahan bagi pemilih, sistem e-voting memungkinkan hasil penghitungan suara ditampilkan secara langsung setelah proses pemungutan suara ditutup. Dengan demikian, proses rekapitulasi dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan transparan.

Andrari juga menjelaskan bahwa sistem e-voting yang dipersiapkan menerapkan sejumlah lapisan pengamanan. Selain bekerja secara offline tanpa terhubung ke jaringan internet selama proses pemungutan suara berlangsung, sistem dilengkapi mekanisme verifikasi identitas pemilih, perlindungan integritas data, serta audit dan rekonsiliasi hasil untuk memastikan setiap suara tercatat secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hassan, memaparkan tahapan persiapan yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik bersama BRIN untuk mendukung penerapan e-voting pada Pilkades 2026.

Tahapan tersebut meliputi pembentukan tim pelaksana, koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, harmonisasi regulasi, sertifikasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga simulasi dan uji coba sistem sebelum diterapkan dalam pelaksanaan Pilkades.

Melalui kolaborasi dengan BRIN, Pemkab Gresik berharap penerapan e-voting dapat berjalan sesuai standar teknologi dan keamanan yang ditetapkan, sehingga mampu menjadi proyek percontohan yang berhasil dalam penyelenggaraan Pilkades yang modern, transparan, dan akuntabel. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Yonzipur 5/ABW Sambut Kunker Team Pusziad di Kotis Nanga Badau

    Satgas Yonzipur 5/ABW Sambut Kunker Team Pusziad di Kotis Nanga Badau

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Kapuas Hulu, RI – Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) yang diwakilkan oleh team pengendalian dan pengawasan satgas operasi dalam negeri (Dalwasops) mengadakan kunjungan kerja (kunker), salah satunya adalah kunjungan kerja ke Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW di Komando Taktis (Kotis) Nanga Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (6/11/2024). Dalam kunjungan tersebut, Katim Pengendalian dan […]

  • Kelompok Disabilitas Kota Pasuruan Merana, Minim Perhatian Dari Pemerintah Setempat

    Kelompok Disabilitas Kota Pasuruan Merana, Minim Perhatian Dari Pemerintah Setempat

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Masih kurangnya perhatian dari Pemerintah setempat membuat kaum Disabilitas Kota Pasuruan kesulitan dalam segala hal, baik dari segi bantuan juga sarana prasarana yang dia butuhkan. Hanya kemandirian yang selama ini untuk bisa berkarya dalam satu Kelompok yang bernama “Griyo Melati” bertempat di Jalan Ir. H. Juhanda Kelurahan Kepel Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan, Kamis (18/02/2021). […]

  • Pelaku Pencurian Disertai Ancaman Kekerasan di Aurigamart Desa Sidorejo Berhasil Diungkap Polisi

    Pelaku Pencurian Disertai Ancaman Kekerasan di Aurigamart Desa Sidorejo Berhasil Diungkap Polisi

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Tulungagung, RI – Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap pelaku kasus pencurian disertai ancaman kekerasan dengan senjata Tajam. Pelaku, melakukan aksinya pada hari Rabu tanggal 18 September 2024, Sekira Pukul 22.50 Wib di Aurigamart Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, diketahui berinisial DD merupakan warga Gondang Tulungagung. Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi melalui […]

  • Penolakan Perencanaan Pembangunan Tower Di Desa Sooko Wringinanom Gresik

    Penolakan Perencanaan Pembangunan Tower Di Desa Sooko Wringinanom Gresik

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 343
    • 0Komentar

                GRESIK,RI – Sebagian lingkungan merasa resah dan menolak akan adanya perencanaan pembangunan tower di Desa Sooko Wringinanom yang nantinya akan didirikan di lahan milik H warga Sooko yang kabarnya sudah di sewa dari pihak tower, rencana akan di dirikan bangunan dengan ketinggian kurang lebih 55m, kami selaku wartawan RI mendapat informasi dari salah satu […]

  • Kepala Desa Kebunagung Bersama Warga RT/RW 004/002 Gelar Silaturahmi Dan Santuni Anak Yatim

    Kepala Desa Kebunagung Bersama Warga RT/RW 004/002 Gelar Silaturahmi Dan Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 288
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Pemerintah Desa Kebunagung Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan warga RT/RW 004/002 gelar ilaturahmi dan menyantuni Anak Yatim. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kebunagung Bustanul Affa, Ketua RT 004, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, seluruh warga RT 004 dan RW 002, “ini sebenarnya Acara Intern  di […]

  • Kebijakan Penyekatan Mudik Lebaran Di Jawa, Bali Dan Sumatera Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19

    Kebijakan Penyekatan Mudik Lebaran Di Jawa, Bali Dan Sumatera Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 317
    • 0Komentar

    JAKARTA – RI, Kebijakan Polri melakukan penyekatan Pemudik saat Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan dalam bagian Operasi Ketupat 2021 dinilai mampu membantu menekan dan mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska menjelaskan, Operasi Penyekatan tersebut dinilai efektif ikut mencegah ledakan Virus Corona lantaran pada saat Arus Mudik dan […]

expand_less