Kelompok Disabilitas Kota Pasuruan Merana, Minim Perhatian Dari Pemerintah Setempat
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
- visibility 244
- print Cetak

PASURUAN – RI, Masih kurangnya perhatian dari Pemerintah setempat membuat kaum Disabilitas Kota Pasuruan kesulitan dalam segala hal, baik dari segi bantuan juga sarana prasarana yang dia butuhkan. Hanya kemandirian yang selama ini untuk bisa berkarya dalam satu Kelompok yang bernama “Griyo Melati” bertempat di Jalan Ir. H. Juhanda Kelurahan Kepel Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan, Kamis (18/02/2021).

Itupun yang dialami oleh Ketua Komunitas “Griyo Melati” M. Mabrur salah satu Ketua Penyandang Disabilitas Kota Pasuruan mengatakan, kesulitan yang ia rasakan saat ini ialah belum adanya sentuhan Pemerintah setempat untuk memberikan bantuan. Apalagi saat ini Pandemi Covid-19 sangat diharapkan kepedulian Pemerintahan setempat dalam hal dukungan dana juga memberikan bantuan berupa sarana prasarana.
Dia juga menuturkan kepada Media Radar Indonesia, “sudah berkali-kali mengajukan proposal kepada Dinas terkait Mas, namun belum ada jawaban yang pasti, istilahnya “dipimpong” ini yang menambah pantang semangat dari Kelompok kami untuk berkarya dalam kemandirian, Swadaya tanpa bantuan,” jelasnya.

Walau dengan keterbatasan fisik, namun Kelompok tersebut bisa berkarya lebih bagus dan sudah mendapat pesanan walau secara Online dan bisa tembus lima Provinsi sangat diacungi jrmpol dan ini sangat disayangkan oleh kaum Disabilitas, belum adanya kepekaan pihak-pihak terkait untuk bisa mendukungnya.
Dalam pertemuan di Sanggar Griyo Melati, M. Mabrur menuturkan bahwa, “ingin seperti Daerah-daerah lain membangun sarana Pro – Disabilitas , pemberian pelatihan dan sokongan dana dari pemerintah setempat sehingga kaum Disabilitas Kota Pasuruan bisa sejajar dengan Daerah-daerah lainnya,” harapnya. (MJB / TG)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar