Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kepala Sekolah SDN Kedungdalem 2 Beralibi Saat Di Konfirmasi Oleh Ormas SQUAD Nusantara

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 271
  • print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Organisasi Masyarakat (Ormas) SQUAD Nusantara melalui ketuanya, Bambang Hartono, melakukan klarifikasi langsung ke SDN Kedungdalem 2, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terkait dugaan adanya iuran wali murid yang dinilai tidak transparan. Klarifikasi ini didasari oleh laporan dan keluhan sejumlah wali murid mengenai iuran sebesar Rp30.000 per bulan yang dikumpulkan dari siswa kelas 1 hingga kelas 6. Hari Kamis (07/08/2025).

Menurut Bambang Hartono, iuran tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni Rp10.000 untuk perpisahan atau pentas seni, Rp10.000 untuk kegiatan rekreasi, dan Rp10.000 untuk kebutuhan kelas. Bambang menegaskan, tujuan dari klarifikasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan ingin memastikan adanya transparansi dan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.

“Kami hanya ingin mengetahui kebenaran informasi yang kami terima dari wali murid. Jika memang iuran itu ada, kami ingin tahu bagaimana pengelolaannya, apakah sesuai dengan regulasi atau tidak,” ujarnya.

Pada Sebelumnya Dalam kunjungan tersebut, Bambang ditemui oleh salah satu guru, Anton, yang mengakui bahwa memang ada iuran sebagaimana disebutkan, namun dikelola oleh paguyuban wali murid, bukan oleh pihak sekolah. Berdasarkan perhitungan Ormas SQUAD Nusantara, jika iuran dilakukan sejak kelas 1 hingga kelas 6, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp30-40 juta. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi penggunaan dana tersebut, Namun Kepala Sekolah Beralibi Anggaran Pentas Seni sepenuhnya Menggunakan anggaran Dana Boss. Tegas Bambang.

Bambang juga menyebut pada pertemuan Sebelumnya dengan pengawas sekolah, Sujono, yang menginformasikan bahwa dana untuk kegiatan pentas seni hanya sekitar Rp7,3 juta. “Maka kami mempertanyakan ke mana sisanya, jika memang iuran ini telah berjalan lama dan berasal dari banyak siswa,” tambahnya.

Selain itu, Bambang menyoroti penggunaan dana Rp10.000 untuk kebutuhan kelas yang menurutnya seharusnya bisa ditanggung oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia menekankan pentingnya kejelasan pengelolaan dana agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kesalahpahaman.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Kedungdalem 2, Endang Purwaningsih, S.Pd, menyatakan bahwa sekolah tidak pernah melakukan pungutan liar. Ia menegaskan bahwa dana yang disebutkan adalah tabungan yang dikelola secara mandiri oleh paguyuban wali murid.

“Itu bukan pungutan, melainkan tabungan yang diputuskan bersama wali murid. Kepala sekolah tidak mengelola dana itu,” tegas Endang.

Endang menjelaskan bahwa kegiatan yang disebut sebagai “perpisahan” sebenarnya merupakan pentas seni akhir tahun yang diikuti seluruh siswa, bukan hanya kelas 6. Sekolah menghindari penggunaan istilah “perpisahan” untuk menghindari pelanggaran aturan, karena iuran perpisahan yang diwajibkan tidak diperbolehkan oleh regulasi.

Terkait kebutuhan kelas, Endang menyampaikan bahwa pihak sekolah menggunakan dana BOS untuk kebutuhan fasilitas seperti kipas angin, sapu, dan perlengkapan lainnya. Adapun dana Rp10.000 yang disebut digunakan wali murid kemungkinan besar untuk keperluan pribadi siswa, seperti fotokopi tugas, dan bukan merupakan kewajiban dari pihak sekolah.

“Kami terbuka untuk klarifikasi, tetapi perlu dipahami bahwa guru bukan pengelola dana. Sekolah tidak pernah mewajibkan iuran. Semua tabungan itu berasal dari inisiatif wali murid,” jelas Endang.

Di sisi lain, Bambang Hartono menambahkan bahwa klarifikasi ini merupakan bagian dari upaya pencarian fakta yang dilakukan pihaknya, termasuk mengumpulkan rekaman pernyataan dari wali murid, guru, dan kepala sekolah. Ia menyatakan bahwa semua data tersebut akan disusun sebagai bahan klarifikasi lanjutan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

“Kami hanya ingin memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai regulasi. Jika memang tidak ada masalah, kami akan pastikan itu melalui kepala dinas. Tapi jika ada penyimpangan, tentu perlu pembenahan,” ungkapnya.

Klarifikasi yang dilakukan Ormas SQUAD Nusantara ini membuka ruang dialog antara masyarakat dan pihak sekolah. Sekolah pun telah memberikan penjelasan bahwa dana yang beredar bukanlah pungutan, melainkan tabungan yang bersifat sukarela dan tidak dikelola oleh sekolah.

Diharapkan, ke depan komunikasi antara sekolah, wali murid, dan masyarakat dapat berjalan lebih baik, guna mencegah kesalahpahaman serta menjamin pengelolaan pendidikan yang transparan dan sesuai aturan.(tim)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Koramil 0815/16 Pacet Sosialisasikan Anti Bullying

    Babinsa Koramil 0815/16 Pacet Sosialisasikan Anti Bullying

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 244
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Babinsa Mojokembang Koramil 0815/16 Pacet Kodim 0815/Mojokerto Koptu Nanang Asmadi Sosialisasikan Program Anti Bullying di SDN Mojokembang, Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (25/09/2023). Kegiatan Program Sosialisasi Anti Bullying yang dilaksanakan seusai pelaksanaan Upacara Bendera ini dihadiri Kepala Sekolah, Ahmad, S.Pd., beserta para Guru dan Staf SDN Mojokembang. Dihadapan siswa-siswi, […]

  • Polres Jombang Tangkap 30 Orang Selama Operasi Tumpas Semeru 2024

    Polres Jombang Tangkap 30 Orang Selama Operasi Tumpas Semeru 2024

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Jombang,RI- Selama Operasi Tumpas Semeru 2024, Sebanyak 30 orang ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polres Jombang beserta Polsek jajaran. Para tersangka itu mulai pengedar hingga bandar. Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasat Resnarkoba AKP Ahmad Yani menjelaskan, Operasi Tumpas Narkoba dilakukan mulai 11 hingga 22 September 2024. Hasilnya, Polisi berhasil mengungkap 26 kasus dengan […]

  • Rangkaian acara TMMD ke-123: Mengadakan Sosialisasi Percepatan Penanganan Stanting Serta Peranting Ibu dan Anak

    Rangkaian acara TMMD ke-123: Mengadakan Sosialisasi Percepatan Penanganan Stanting Serta Peranting Ibu dan Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    TULUNGAGUNG,RI-Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, 26-02-2025. Membawa harapan baru bagi masyarakat setempat dalam acara pemahaman tentang pencegahan stunting dan pentingnya pola asuh anak. Kepala kecamatan sendang Novi Cahya Putranto, S.STP.MM. mengatakan kasus stunting di kecamatan sendang menurun setiap tahunya, sebagai daerah penghasil susu dan sayur serta buah” han untuk […]

  • Anggaran Pakaian Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Capai Rp 200 Juta per Tahun

    Anggaran Pakaian Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Capai Rp 200 Juta per Tahun

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Anggaran Pakaian Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Capai Rp200 Juta per Tahun. (Ilustrasi) ‎ ‎Pemalang, RI – Anggaran pengadaan pakaian dinas untuk Bupati dan Wakil Bupati Pemalang sebesar 200 juta menjadi sorotan publik. ‎ ‎Berdasarkan data pengadaan barang dan jasa pada layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Pemalang dan informasi yang dihimpun, total anggaran untuk […]

  • Polemik Pemerintahan Kalbar Mengemuka, Sekretaris MUI Ingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Tetap Kompak

    Polemik Pemerintahan Kalbar Mengemuka, Sekretaris MUI Ingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Tetap Kompak

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sekretaris MUI Kalbar ingatkan Gubernur dan.wakil.gubernur tetap tidak kompak PONTIANAK -RI Polemik di jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan publik setelah viralnya pernyataan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, yang mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam proses seleksi maupun penetapan pejabat yang dilantik oleh Pemprov Kalbar. Meski pelantikan telah berlangsung, dinamika ini memicu pertanyaan […]

  • LSI: Kepercayaan Publik Kepada Polri Terus Naik Diatas KPK

    LSI: Kepercayaan Publik Kepada Polri Terus Naik Diatas KPK

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 251
    • 0Komentar

    JAKARTA, RI. Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan tingkat kepercayaan terhadap Polri kini menyentuh angka 65%. Peningkatan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara tersebut dipandang karena Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan anak buahnya profesional menuntaskan kasus-kasus besar. “Capaian ini tentu memberi angin segar sekaligus bentuk afirmasi publik terhadap ikhtiar Polri untuk terus […]

expand_less