Suryanto Tanjung ‘ Nakhodai MABT Kalimantan Barat
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
- visibility 92
- print Cetak

Suryanto Tanjung Nakhodai MABT Kalbar
PONTIANAK,RI — Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat tahun 2025 resmi dibuka pada Kamis (28/8) di Pontianak.
Acara ini dihadiri jajaran dewan pembina, dewan pakar, panitia, perwakilan Kesbangpol, serta para ketua DPD MABT kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan penyelenggaraan karena persiapan yang hanya berlangsung sekitar dua minggu.
Meski demikian, jalannya Munas berlangsung tertib dan penuh semangat persatuan.
Perwakilan dari Kesbangpol Kalbar secara resmi membuka Munas dengan harapan MABT terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan antar-etnis dan memperkuat persatuan bangsa.
Agenda sidang pleno pertama meliputi pengesahan peserta, jadwal acara, tata tertib, serta pemilihan pimpinan sidang definitif.
Hasil musyawarah mufakat menetapkan Suryanto Tanjung sebagai Ketua MABT Kalbar periode 2025–2030.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Suryanto Tanjung menegaskan pentingnya kebersamaan dan persatuan tanpa sekat.
“MABT ini milik kita bersama. Tidak boleh ada lagi perbedaan kota dan desa, Hakka atau Hokkian.
Kita semua adalah Tionghoa Indonesia, bagian dari NKRI. Satu hati kita hanya untuk negeri,” tegasnya.
Suryanto juga menekankan bahwa MABT bukan organisasi politik, melainkan wadah adat dan budaya yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.
Ia menargetkan program prioritas, salah satunya pembangunan Rumah Adat Budaya Timur yang sejajar dengan rumah adat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat.
“Kita ingin membangun kebersamaan lintas budaya. Selain itu, MABT akan selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai persoalan sosial. Tidak ada dualisme organisasi.
MABT hanya satu, solid, dan berdiri untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Suryanto Tanjung, MABT Kalbar menegaskan tekadnya untuk memperkuat peran masyarakat Tionghoa sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Munas 2025 ini diakhiri dengan penegasan slogan baru: “Satu Hati untuk NKRI”.
Muly // Juan
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar