Bencana Alam Petir Mengamuk di Madura, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- visibility 85
- print Cetak

SAMPANG, RI – Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial AR warga Dusun Kecodur, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, meninggal dunia setelah tersambar petir di teras depan rumahnya. Peristiwa naas itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Kecamatan Kedungdung dan sekitarnya, Rabu, 5 November 2025, sore.
Jurnalis Radar Indonesia telah mengonfirmasi bahwa informasi ini benar adanya setelah melakukan verifikasi dengan beberapa sumber yang kredibel. Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi mata, korban bersama kedua adiknya sedang berada di teras rumahnya saat sambaran petir terjadi.
Warga setempat yang mendengar suara petir dan teriakan panik segera berdatangan ke lokasi, namun korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara petir yang sangat keras dan teriakan panik dari luar. Saya langsung keluar dan melihat AR tergeletak di teras rumah,” kata salah satu warga.
BPBD Sampang telah berkoordinasi dengan Forkopimcam Kedungdung dan keluarga korban untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan keluarga korban. Setelah dicek, memang benar korban meninggal akibat sambaran petir,” jelas pihak BPBD Sampang.
Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan pada Kamis, 6 November 2025, pagi. BPBD Sampang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Madura dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai petir.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap selalu berhati-hati. Saat hujan deras disertai petir, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan dan matikan peralatan elektronik untuk mengurangi risiko tersambar petir,” pungkas pihak BPBD Sampang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang untuk keselamatan bersama. BPBD Sampang juga telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.
“Kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terbaru tentang cuaca dan keselamatan,” tambah pihak BPBD Sampang.
Dengan adanya peristiwa ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan siap dalam menghadapi cuaca ekstrem. “Kami berharap masyarakat dapat selalu berhati-hati dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang,” pungkas pihak BPBD Sampang.
(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar