Bukan Patah, KSOP Pastikan Tongkang Marine Power 3303 Hanya Alami Deformasi mindship badan kapal “Evakuasi Cepat Dilakukan!”
- account_circle Pom py
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- visibility 106
- print Cetak

Probolinggo,RI–
Humas Kantor Ksyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Probolinggo (KSOP), Hendra, memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar mengenai kondisi Tongkang Marine Power 3303. yang terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 pukul 05.00 WIB tersebut ditegaskan bukanlah kapal patah, melainkan deformasi mindship pada badan kapal.

Langkah cepat dan koordinasi telah dilakukan mulai mengurangi muatan kapal dalam penanganan insiden ini untuk memastikan keselamatan dan kelancaran di dermaga tdk terhambat.
Fakta di Lapangan:
Berdasarkan keterangan resmi, deformasi mindship kapal atau perubahan bentuk pada badan kapal ini terjadi saat proses pemuatan batu split.
Target Muatan: Kapal direncanakan memuat 10.500 ton batu split. Sedngkan pda saat kejadian muatan diatas tongkang baru 5.000 Ton
Penyebab: KSOP masih melakukan pendalaman lebih lanjut, dikarenakan bnyk faktor kapal dpat mengalami defor masi namun diduga kuat adanya faktor teknis yang memicu perubahan struktur tersebut. Dalam hal ini ksop memastikan bahwa kapal tsb laik laut dimana dokumen kapal msh valid sdngkn kegiatan B/M dilakukan pengawasn langsung oleh crew kapal sbgai perwklian dari owner kapal dan pelksanaan B/M dilksanakan oleh PBM yg telah terdaftar di kntor KSOP sebgai perwaklian dari pemilik barang

Aksi Responsif: ksop telah mengambil langkah2 dgn berkoordinasi dgn pihak2 yg terkait dan kantor pusat direktorat jenderal perhubungan laut, perlu diketahui kapal sampai saat ni msh terapung dan seluruh muatan diatas kapal sudh dibongkar, Hari Ini
Tidak menunggu lama, pihak KSOP bersama pemilik kapal, pemanduan, dan BUP serta nakhoda kapal telah menyusun pemindahan kapal dari dermaga dgn strategi yang terukur.
“Fokus kami saat ini adalah bagaimana cara memindahkan tongkang tersebut. Rencananya, hari ini (Sabtu, 27 Desember 2025) pukul 15.00 WIB, kami akan mengandaskan kapal untuk mempermudah langkah perbaikan serta tdk menganggu aktfts lainny di dermaga,” ujar Hendra dalam wawancara tersebut.
Sinergi dan Edukasi Publik
Hendra menyampaiakan pentingnya koordinasi antara regulator (KSOP), pemilik kapal, perusahaan bongkar muat, hingga perwakilan pemilik barang (shipper) serta para stakholder lainnya terjalin komunikasi yang baik sehingga permasalahan ini dpat diselesaiakn dgn cepat.
Beliau juga mengimbau masyarakat dan media untuk tidak terprovokasi oleh spekulasi atau pemberitaan yang tidak akurat (seperti narasi “kapal patah”) agar tidak menimbulkan keresahan di sektor maritim.(suh)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar