Mengukir Sejarah dengan Hati: Ibu Nur Hotibah dan Warisan Kepemimpinannya
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 42
- print Cetak

BANGKALAN, RI – Dalam lembaran sejarah Bangkalan, nama Ibu Nur Hotibah akan selalu dikenang siapapun yang memahami cara kerjanya yang luar biasa, bukan menyanjung berlebihan namun ini kennyataan yang terjadi sebagai simbol kepemimpinan yang tangguh dan berdedikasi. Beliau mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, meninggalkan warisan prestasi yang gemilang dan menginspirasi.
Dengan tangan dingin dan hati yang hangat, Ibu Nur Hotibah memimpin Bangkalan menuju kemajuan kesehatan yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, Bangkalan meraih status Open Defecation Free (ODF), menurunkan angka stunting dari 32% menjadi 10%, dan sukses dalam eliminasi Polio. Beliau juga memperkuat infrastruktur kesehatan dengan membangun 3 Puskesmas baru, 7 Pustu, dan merehabilitasi gedung kesehatan, sehingga meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Beliau adalah pemimpin yang tidak hanya memimpin, tapi juga mengayomi dan menginspirasi,” kata Bu Masturah, perwakilan Kepala Puskesmas, dengan suara yang bergetar. “Kami akan selalu mengenang dedikasi dan pengabdian Ibu Nur Hotibah, dan kami berjanji untuk melanjutkan warisan kepemimpinannya.”
Radar Indonesia sangat terharu atas dedikasi dan pengabdian Ibu Nur Hotibah. Serah terima jabatan dilaksanakan pada 7 Januari 2026, dan Ibu Nur Hotibah akan menjabat sebagai Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia terhitung sejak 31 Desember 2025.
Mengenang dedikasi dan pengabdian Ibu Nur Hotibah, semoga langkah Anda di tempat baru selalu diberkahi dan sukses. Selamat dan terima kasih, Ibu Nur Hotibah, atas warisan kepemimpinan yang akan selalu dikenang! Semoga Bangkalan terus maju dan berkembang di bawah kepemimpinan yang baru, dengan semangat dan dedikasi yang sama seperti Ibu Nur Hotibah.
(G. Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar