Amankan Jalur Perlintasan Bandung Raya, Pemkot Cimahi Siagakan Personel dan Armada Guna Kawal Mudik 2026
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 67
- print Cetak

CIMAHI, RI– Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota Cimahi resmi menyiagakan seluruh kekuatan personel dan sarana prasarana. Langkah ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan Pengaturan Lalu Lintas yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, di UPTD PKB Baros.
Sebagai kota strategis yang menjadi “urat nadi” perlintasan di kawasan Bandung Raya, Cimahi diprediksi akan menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Menyadari hal tersebut, Pemkot Cimahi menekankan pentingnya kesiapan total di lapangan.
“Posisi geografis kita sangat strategis. Arus kendaraan yang melintas di koridor jalan Cimahi akan sangat padat. Oleh karena itu, disiplin personel adalah fondasi utama layanan publik kita selama musim mudik ini,” tegas Adhitia dalam arahannya.
Dalam persiapan tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi memperketat pengawasan teknis melalui ramp check atau inspeksi keselamatan angkutan umum. Adhitia menginstruksikan agar pemeriksaan kelaikan kendaraan—mulai dari sistem pengereman hingga kelengkapan administrasi—dilakukan secara objektif tanpa celah.
“Tanda tangan pada dokumen kelaikan jalan memiliki konsekuensi besar terhadap nyawa manusia. Tidak boleh ada kompromi soal keselamatan masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.
Selain fokus pada jalur utama, Pemkot Cimahi juga mewaspadai munculnya titik-titik kemacetan baru yang kerap muncul selama libur Lebaran. Lokasi seperti pusat perbelanjaan, kawasan pemakaman umum, hingga destinasi rekreasi menjadi atensi khusus petugas di lapangan.
Dua pos komando utama telah disiapkan untuk memantau situasi secara real-time, yakni:
Pos Terpadu Utama: Alun-alun Cimahi.
Pos Pendukung: Kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum.
Untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, Dishub Cimahi mengerahkan sejumlah armada operasional, di antaranya unit double dan single cabin, mobil derek, hingga kendaraan crane operasional Penerangan Jalan Umum (PJU).
Kolaborasi lintas sektoral antara Dishub, TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan juga diperkuat guna memastikan komunikasi terpadu jika terjadi situasi darurat atau lonjakan arus yang tak terduga.
“Harapan kita hanya satu: masyarakat bisa sampai di kampung halaman dengan selamat, dan kembali beraktivitas dengan tenang,” pungkas Adhitia. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar