Bukan Sekadar Ganti Nama, RSUD Cibabat Bersiap Transformasi Total Jadi RSUD Wijaya Mulya
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 45
- print Cetak

CIMAHI, RI– Paradigma lama yang mengidentikkan rumah sakit dengan suasana menakutkan dan penuh kecemasan kini mulai dikikis oleh Pemerintah Kota Cimahi. Lewat sebuah langkah transformatif, RSUD Cibabat bersiap menanggalkan nama lamanya untuk berganti wajah menjadi RSUD Wijaya Mulya.
Langkah besar ini ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD Cibabat di aula rumah sakit pada Senin (20/7/2026). Kajian mendalam yang menggandeng PT MarkPlus Indonesia ini menjadi fondasi awal perubahan menyeluruh, bukan sekadar urusan kosmetik seperti mengganti logo atau papan nama.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa esensi dari rebranding ini adalah perombakan total pada pola pikir, budaya kerja, dan mutu pelayanan.
“Kalau rebranding hanya berhenti pada pergantian nama, tentu tidak akan memberikan nilai tambah. Yang kita bangun adalah transformasi menyeluruh, mulai dari citra, budaya pelayanan, hingga kualitas layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Ia menambahkan, rumah sakit masa kini harus bergeser fungsi menjadi ruang yang nyaman. Tempat di mana masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tetapi juga menjadi pusat edukasi serta konsultasi untuk pencegahan penyakit (promotif dan preventif).
Proses perubahan identitas ini tidak dilakukan secara instan. Lewat rangkaian wawancara mendalam, diskusi kelompok terpaku (FGD) bersama tokoh masyarakat, hingga lokakarya internal, nama RSUD Wijaya Mulya akhirnya terpilih karena membawa filosofi yang kuat.
Kata “Wijaya” melambangkan kemenangan atau keberhasilan untuk sembuh, sementara “Mulya” mencerminkan kemuliaan serta harapan agar pasien dapat kembali hidup sehat dengan bermartabat.
Bagi Pemkot Cimahi, nama baru ini membawa sebuah mandat: melayani dari hati tanpa memandang sekat sosial, ekonomi, maupun jenis pembiayaan pasien. Selama ini, RSUD Cibabat sendiri dikenal inklusif karena kerap mendahulukan penanganan medis bagi pasien darurat yang belum memiliki BPJS aktif, baru kemudian membantu penyelesaian administrasinya.
Agar perubahan ini berdampak nyata, Ngatiyana membeberkan tiga pilar utama yang wajib dijalankan oleh seluruh manajemen dan tenaga medis, yaitu:
1.Pembaruan citra dan misi rumah sakit.
2.Peningkatan kualitas pelayanan secara kontinu.
3.Penguatan pendekatan humanis (memanusiakan manusia).
“Papan nama bisa saja berubah, tetapi kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh ketika mereka merasakan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, mudah diakses, dan penuh empati. Itulah identitas sesungguhnya dari sebuah rumah sakit,” tegas Ngatiyana.
Transformasi RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya ini diharapkan mampu melahirkan budaya kerja baru yang berorientasi penuh pada kepuasan publik, sekaligus menyokong perwujudan visi Cimahi MANTAP (Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif).R.Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar