Bupati Bondowoso Abdul Hamid Tekankan Skill, Koneksi dan Kerja Sama Lintas sektor Untuk BRK
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
- visibility 151
- print Cetak

Bupati Bondowoso Abdul Hamid
BONDOWOSO, RI – Republik Kopi (BRK) reborn terus dipromosikan Pemkab Bondowoso saat ini. BRK reborn pun siap jadi tagline andalan Bondowoso kedepan.
Sebagai informasi, Bondowoso memiliki dua jenis kopi andalan, yakni serta Arabika Hyang Argopuro, serta Arabika Java Ijen-Raung, yang memiliki sertifikat indikasi geografis (IG).
Menunjukan daerah asal barang atau produk memiliki ciri khas yang tak bisa disamai oleh daerah lain,melihat gaung BRK yang meredup dalam beberapa waktu terakhir.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memiliki semangat, untuk kembali menyalakan gaung brand yang sudah mendapatkan hak paten tersebut, dengan konsep BRK Reborn.
Beliau mengungkap, saat berkunjung ke Jerman, nama Bondowoso nyaris tak terdengar
Padahal, kualitas kopinya tak kalah saing. Hal tersebut membuat mendapatkan tambahan semangat, untuk terus mengembangkan kopi Bondowoso hingga kancah internasional.
Kami ingin nama kopi Bondowoso dikenal dunia”, tuturnya.
BRK Reborn bukan sekedar jargon, Pemkab Bondowoso kini serius membenahi hulu-hilir industri kopi dari budidaya, pengolahan, hingga branding dan distribusi. Perbankan dilibatkan untuk memperkuat permodalan petani.
UMKM digerakkan agar pengolahan kopi bisa bernilai tambah, Bahkan Dinas Pertanian kini tengah mengembangkan varietas kopi yang lebih unik dan spesifik”, ucapnya.
Namun tantangan tetap ada saat ini, kopi Bondowoso kerap dijual dalam bentuk green bean tanpa label asal. Di luar negeri, nama daerahnya tak tercantum, sehingga Bondowoso tak mendapat nilai tambah secara ekonomi maupun identitas, Inilah yang ingin kami ubah. Petani jangan hanya tanam dan jual”, paparnya.
Pemkab Bondowoso mendorong petani mengolah kopi, Sehingga dianggap dapat memberi nilai tambah.(Kirm)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar