Dengan slogan hidupilah desamu tapi jangan mencari hidup di desamu Kades Desa Pundut Terate bertekat membangun desa
- account_circle Pom py
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 119
- print Cetak

Foto Desa Pundutterate Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik (Rdwn)
Gresik, RI – Desa pada dasarnya merupakan entitas dan sekaligus basis penghidupan sebagian besar rakyat Indonesia. Namun, selama ini kebijakan desentralisasi serta pembangunan tak secara serius berpihak dan responsif terhadap desa.
Ungkapan khas “Punduttrate Ngelenyer” meluncur dari Kepala Desa Punduttrate, Muslikh, SH., saat membuka pernyataannya kepada media. Ungkapan itu bukan sekadar kata-kata—ia merepresentasikan semangat dan bukti nyata bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Punduttrate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, terus menunjukkan eksistensinya di berbagai bidang demi mewujudkan komitmen membangun desa.
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan desa yang kini menjadi skala prioritas Pemdes untuk mem. Langkah nyata telah dimulai dengan merampungkan proyek rabat jalan lingkungan di Dusun Trate.
Muslikh menjelaskan, rabat jalan tersebut dibangun dengan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 100 juta. Jalan sepanjang 54 meter dengan lebar 4 meter dan ketinggian 20 cm itu telah selesai dibangun dan kini sudah dapat dimanfaatkan warga setempat.
“Pembangunannya sudah selesai dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk warga,” ujar Muslikh, Jumat (11/07/2025).
Ia menegaskan bahwa rabat jalan lingkungan memang menjadi prioritas utama. Meski masih banyak infrastruktur lain yang harus dibangun, keterbatasan anggaran Dana Desa yang hanya sekitar Rp 900 juta per tahun membuat Pemdes harus cermat dalam merencanakan dan membelanjakan setiap rupiah.
Tak hanya fokus pada akses jalan, Pemdes Punduttrate juga menggagas pembangunan Pertashop dilokasi strategis yakni di jalan raya penghubung Metatu – Duduksampeyan. Proyek ini bersifat jangka panjang dengan estimasi anggaran mencapai Rp 1,5 miliar. Meski bertahap, pembangunan telah memasuki tahun kedua dengan alokasi Rp 100 juta per tahun dari Dana Desa.
“Karena anggarannya tidak cukup, pembangunan Pertashop kami lakukan secara bertahap,” tutup Muslikh, yang sebelumnya pernah berkarier di PT Pertamina.
Lebih jauh, Muslikh juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam merawat hasil pembangunan agar bisa dinikmati oleh semua generasi yang akan datang.
Pembangunan desa sangat penting agar tak ada lagi kesenjangan antara desa dan kota. Namun, menghapus kesenjangan itu tak mudah. Berbagai ikhtiar dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga nonpemerintah. Masalahnya, bagaimana memajukan desa dan memberdayakan masyarakatnya agar desa lebih mandiri, kreatif, dan berdaya. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar