Diduga Ancam Warga dengan Clurit dan Pistol, Oknum Kepala Desa Barat Terlibat Perselisihan di Lahan Tebu
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Diduga Ancam Warga dengan Clurit dan Pistol, Oknum Kepala Desa Barat Terlibat Perselisihan di Lahan Tebu
LUMAJANG, RI – Seorang warga Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengaku mendapat ancaman dari oknum Kepala Desa Barat saat terjadi perselisihan di lahan tebu kawasan barat lapangan Desa Barat, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Korban bernama Edi mengatakan kejadian bermula saat dirinya mengetahui tanaman tebu yang berada di lahan sewaan miliknya sedang ditebang. Ia kemudian meminta para penebang menghentikan aktivitas tersebut.
“Saya melihat ada orang nebang tebu. Saya sebagai penyewa lahan itu dan tebu saya yang tanami, akhirnya saya suruh berhenti. Rupanya kepala desa sudah menunggu di situ. Baju saya bagian leher dipegang, saya bertahan, lalu Pak Inggi mencoba membanting saya dan menodongkan pistol ke saya. Saksinya banyak,” ujar Edi saat dikonfirmasi.
Menurut Edi, selain dugaan penodongan pistol laras pendek, oknum kepala desa tersebut juga membawa senjata tajam jenis clurit saat perselisihan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Desa Barat saat dikonfirmasi membenarkan adanya perselisihan dengan Edi. Namun, ia membantah membawa ataupun menodongkan pistol seperti yang dituduhkan.
“Lagian dari mana saya punya senjata api tersebut. Kalau berkelahi iya, dan saya juga sudah lapor ke Polres juga,” ucap Kepala Desa Barat.
Ia juga mengakui membawa clurit dalam kejadian tersebut, namun menurutnya senjata tajam itu hanya dipukulkan ke tanah dan tidak digunakan untuk mengancam.
Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengaku melihat langsung keributan tersebut. Ia menyebut banyak warga dan pekerja penebang tebu berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Iya, semua penebang lihat kalau Pak Inggi berkelahi sama Pak Edi. Saya datang sama-sama melerai dan saya melihat Pak Inggi mengacungkan pistol. Saksinya banyak kok,” terang saksi, (7/5/2026).
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto saat dikonfirmasi melalui via whatsapp terkait perkembangan terkait Laporan Kepolisian Nomor LP/B/78/V/2026/SPKT/POLRES LUMAJANG/POLDA JAWA TIMUR, dugaan pengancaman kepala desa kepada warganya sendiri hanya menjawab “mohon waktu kami konfirmasi ke penyidiknya,” (8/5/2026).
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Ricki Dharma Putra saat dikonfirmasi melalui via seluler terkait kasus dugaan pengancaman yang dilakukan oknum kepala desa barat yangmenyampaikan belum ada aduan yang masuk.
“Kami belum menerima aduan tersebut baik lisan maupun tertulis mas, mungkin ke kecamatan karena lebih bijak kecamatan menjembatani permasalahan tersebut karena kecamatan selaku binwas, ” jawab ricki.
(SEPTA/AZIS)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar