H. Rochim: Berjualan Nasi, Berbagi Rezeki, dan Mencari Pahala
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

H. Rochim: Berjualan Nasi, Berbagi Rezeki, dan Mencari Pahala. (Basuki)
Pasuruan, RI – Bagi H. Rochim, berjualan nasi bukan sekadar mencari keuntungan. Di balik usaha sederhananya, tersimpan niat untuk berbagi rezeki dan mencari pahala melalui jalan yang halal.
Setiap hari, H. Rochim mampu menghabiskan sekitar 50 kilogram beras untuk melayani masyarakat. Yang menarik, ia tetap mempertahankan harga yang sangat terjangkau. Dengan hanya Rp10.000, pembeli sudah bisa memgambil menu sesuka hati dan menikmati nasi lengkap dengan lauk dan sayur.
Konsepnya pun sederhana. Pembeli bisa mengambil sendiri lauk dan sayur sesuai selera hingga kenyang. Bagi H. Rochim, yang terpenting masyarakat bisa makan dengan cukup tanpa harus mengeluarkan uang banyak.
Di balik aktivitas tersebut, ada sosok perempuan yang selalu setia mendampingi perjuangannya. Hj. Solicha, istri tercinta H. Rochim, setiap hari turut membantu berjualan.
Keduanya bahu-membahu menyiapkan makanan, melayani pembeli, hingga memastikan setiap orang yang datang dapat menikmati hidangan dengan nyaman.
Bagi H. Rochim dan Hj. Solicha, usaha ini bukan hanya tentang berapa rupiah yang terkumpul dalam sehari. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang datang dengan uang terbatas tetapi tetap bisa makan sampai kenyang.
“Kalau orang bisa makan kenyang dengan harga sepuluh ribu, itu sudah membuat kami senang,” begitulah kira-kira semangat yang mereka pegang.
Lima puluh kilogram beras yang dimasak setiap hari menjadi saksi betapa besar perjuangan mereka. Dari pagi hingga selesai berjualan, tenaga dan waktu dicurahkan demi sebuah keyakinan: rezeki yang halal dan bermanfaat akan membawa keberkahan.
H. Rochim mungkin tidak sedang membangun usaha dengan kemewahan. Namun, dari warung sederhana di Jalan Raya Soekarno-Hatta, tepat di depan Kantor Kecamatan Gading, ia dan Hj. Solicha sedang membangun sesuatu yang jauh lebih berharga: kepercayaan, kepedulian, dan kebaikan kepada sesama.
Sepiring nasi seharga Rp10.000 mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi orang yang sedang lapar dan memiliki keterbatasan, sepiring nasi itu bisa menjadi sebuah pertolongan.
Dan bagi H. Rochim bersama Hj. Solicha, setiap nasi yang tersaji, setiap lauk yang dibagikan, dan setiap senyum pembeli yang pulang dengan perut kenyang, semoga menjadi catatan amal kebaikan.
Karena bagi mereka, mencari rezeki bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga tentang berbagi dan mencari pahala di setiap langkah kehidupan. (mjb/tg)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar