Istri Anom Mangkir Dari Panggilan KPK, FWP : Mungkin Takut Ditahan
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Istri Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro, dokter Noor Faizah Maenofy (Imam/RI)
Pemalang, RI – Istri Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro, dokter Noor Faizah Maenofy mangkir dari panggilan penyidik KPK.
Nofie sejatinya dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Nofie kembali dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Namun, ia tidak memenuhi panggilan tersebut.
Menanggapi hal itu , ketua Forum Wartawan Pemalang (FWP) , Drs. Imam Santoso CPP menyatakan tidak kaget.
” Kita sering mengadakan diskusi dan analisa hukum dengan teman-teman wartawan dan praktisi hukum di Pemalang ” , tutur Imam Santoso , Selasa 8/9/2026.
” Mungkin takut ditahan , sehingga lebih baik mangkir dengan alasan sakit. Tentu KPK tidak diam dan akan melakukan upaya panggil paksa ” , tambah Imam.
Imam menjelaskan , konferensi pers yang diadakan KPK sudah jelas , Bupati non aktip Anom Widiantoro ditangkap di hotel di Jakarta dengan barang bukti tas berisi pakaian dan uang tunai 450 juta.
” Kepada KPK Anom mengakui kalo tas dan isinya yang menyiapkan istrinya , yaitu Nofie ” , ujar Imam Santoso.
Imam menjelaskan , dulu semua saksi sebanyak 12 orang dibawa ke Jakarta dengan menggunakan bus , termasuk Sekda Bagus Sutopo dan dokter Nofie. Setelah diperiksa di KPK , mereka pada pulang.
” Analisa kita , nanti ketika dipanggil lagi , kemungkinan tidak pulang , alias ditahan ” , ujar Imam Santoso.
Pemeriksaan terhadap Nofie menjadi penting karena penyidik KPK tengah mendalami asal-usul uang yang dibawa Anom Widiyantoro saat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari fakta awal yang ditemukan penyidik, sebagian uang tersebut diduga disiapkan oleh sang istri.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik akan kembali memanggil Nofie untuk mengungkap secara lebih rinci dari mana uang tersebut berasal dan siapa yang menyiapkannya.
“Dari fakta-fakta yang terungkap pada saat peristiwa tertangkap tangan, uang-uang yang dibawa oleh Bupati ini di antaranya disiapkan oleh istri Bupati,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).
Menurut Budi, fakta tersebut membuat penyidik perlu meminta keterangan langsung dari Nofie. KPK ingin menelusuri secara utuh asal-usul uang yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan tersebut.
“Nah tentu akan didalami uang ini berasal dari mana, disiapkannya dari siapa. Nah semuanya nanti akan didalami soal itu,” tambahnya.
Tak hanya soal uang yang dibawa Anom saat OTT, penyidik juga akan mendalami dugaan penerimaan lain yang diperoleh Anom selama menjabat sebagai Bupati Pemalang.
KPK menduga uang yang diterima dari sejumlah pihak, baik pihak swasta maupun dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, tidak hanya berkaitan dengan kepentingan tertentu, tetapi juga diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya.
“Dari hasil penyidikan, baik pemeriksaan saksi maupun penggeledahan, ditemukan dugaan uang yang diperoleh dari pihak swasta dan lingkungan Pemkab Pemalang digunakan untuk kebutuhan operasional pribadi Bupati dan keluarganya,” tutur Budi.
Karena itu, kata Budi, penyidik memandang keterangan Nofie diperlukan untuk menelusuri dugaan penggunaan uang yang diduga berasal dari hasil pemerasan tersebut.
Pendalaman juga tidak berhenti pada satu aliran uang. KPK akan menelusuri kemungkinan adanya penerimaan lain sebagaimana sangkaan yang dikenakan kepada Anom. * (imam wtw)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar