Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hadiri Grand Opening Al-Faqih Business Center, Wakapolres Kubu Raya Ajak Jaga Kamtibmas Bersama

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 43
  • print Cetak

KUBU RAYA, RI – Pesantren tak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Di Kubu Raya, pesantren mulai didorong menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membiayai dirinya sendiri sekaligus membuka ruang usaha bagi komunitas di sekitarnya.

Semangat itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Grand Opening Al-Faqih Business Center di Jalan Mayor Alianyang, Dusun Sela, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (14/8/2026).

Pusat bisnis yang dikelola PT Al-Faqih Sejahtera Abadi (ASA) tersebut menjadi bagian dari peluncuran ekosistem bisnis berbasis pesantren yang digagas komunitas Pondok Pesantren Al-Faqihil Muqoddam.

Acara itu dihadiri Bupati Kubu Raya Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, serta Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni yang mewakili Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia.

Sejumlah ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren, anggota DPRD, kepala desa, dan tamu undangan juga hadir.

Bagi pengelola, momentum Maulid Nabi bukan sekadar seremoni keagamaan.

Peresmian pusat bisnis dilakukan sekaligus sebagai penanda dimulainya upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren.

CEO PT Al-Faqih Sejahtera Abadi, Habib Thoha Bin Husein Al-Jufri, mengatakan nama Al-Faqih Business Center membawa filosofi yang ingin mereka bangun: pesantren, kesejahteraan, dan keberlanjutan kebaikan.

Menurut dia, unit usaha tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan mandiri bagi pesantren sehingga kebutuhan operasional dan pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan maupun pengajuan proposal.

“Pesantren harus mulai memiliki kemandirian usaha.

Bukan berarti meninggalkan dakwah dan pendidikan, tetapi justru membangun kekuatan ekonomi agar kegiatan pesantren dapat terus berjalan dan berkembang,” ujar Habib Thoha.

Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan pemilik biro perjalanan, tour leader, alumni, serta pimpinan pesantren dari berbagai daerah, terutama untuk memperluas layanan perjalanan ibadah umrah dan haji.

Gagasan itu, kata dia, diarahkan agar para kiai dan ustaz dari berbagai daerah memiliki kesempatan memimpin rombongan jamaah, sehingga ekosistem perjalanan ibadah tidak hanya bertumpu pada satu figur atau satu lembaga.

“Kami memohon doa dan dukungan dari para habaib, kiai, pemerintah dan seluruh masyarakat agar usaha ini terus berkembang dan memberikan kemaslahatan nyata bagi pesantren dan umat,” katanya.

Bukan Sekadar Mengejar Profit

Direktur PT Al-Faqih Sejahtera Abadi, H. Fatturahman, mengatakan pengembangan bisnis tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pesantren.

Menurut dia, PT ASA telah mengakuisisi PT Angkasa Ahdi Perdana.

Secara merek, perusahaan tersebut relatif baru, tetapi secara legalitas dan pengalaman telah beroperasi selama 26 tahun.

ASA juga menggandeng PT Mitra Sahabat Asia yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam ekosistem haji dan umrah di Arab Saudi.

Fatturahman menegaskan orientasi usaha tidak berhenti pada keuntungan finansial.

“Yang kami bangun bukan hanya bisnis yang mengejar profit, tetapi ekosistem yang dapat membuat pondok pesantren menjadi lebih sejahtera, aman dan jaya,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu ruang yang dibuka adalah kesempatan bagi pimpinan pesantren untuk menjadi pimpinan rombongan haji plus atau premium.

Dengan begitu, pesantren dapat memiliki posisi yang lebih kuat dalam ekosistem perjalanan ibadah tanpa harus sekadar bergantung pada biro perjalanan lain.

Kubu Raya Dorong Pesantren Punya Usaha Sendiri

Dukungan terhadap gagasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto.

Ia menilai pesantren perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui unit usaha seperti minimarket, toko sembako, hingga usaha bersama yang mampu bersaing dengan jaringan ritel modern.

Sukiryanto mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memberlakukan moratorium terhadap izin baru dan perpanjangan ritel modern sebagai bagian dari upaya melindungi pelaku usaha lokal.

“Kami ingin UMKM lokal tetap hidup.

Jangan sampai usaha masyarakat kalah dan mati perlahan karena tidak mampu bersaing,” kata Sukiryanto.

Ia menyebut terdapat sekitar 39.000 UMKM di Kubu Raya yang perlu mendapat ruang untuk berkembang.

Dari sisi pesantren, Sukiryanto menyebut Kubu Raya memiliki sekitar 138 pondok pesantren.

Jumlah tersebut, menurut dia, merupakan potensi besar jika dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Ia mengusulkan pesantren membangun sistem pengadaan secara kolektif, misalnya melalui gudang atau grosir bersama.

Dengan cara itu, pembelian barang tidak harus dilakukan secara eceran oleh masing-masing gerai.

“Kalau pesantren bersatu membuat gudang bersama, daya belinya akan lebih besar dan harga bisa lebih kompetitif,” ujarnya.

Sukiryanto juga mengajak masyarakat yang melintas di jalur Trans Kalimantan untuk singgah dan mendukung usaha yang berada di Al-Faqih Business Center, termasuk FM Mart dan FM Cafe.

Pemkab Kubu Raya, lanjut dia, siap membantu pengembangan usaha pesantren, termasuk dari sisi perizinan dan pendampingan agar memenuhi persyaratan untuk mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bupati: Pesantren Bisa Jadi Penggerak Ekonomi

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut positif kehadiran Al-Faqih Business Center.

Menurut dia, penggabungan peresmian pusat bisnis dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang memiliki nilai spiritual sekaligus ekonomi.

“Kami mengapresiasi peresmian Al-Faqih Business Center.

Ini merupakan langkah yang baik karena pesantren tidak hanya bergerak dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga mulai membangun kemandirian ekonomi,” kata Sujiwo.

Ia menilai keberadaan Travel Umrah dan Haji Plus PT ASA, FM Mart, serta FM Cafe menunjukkan bahwa pesantren dapat mengembangkan berbagai lini usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pemkab Kubu Raya, kata dia, akan memberikan dukungan dan kemudahan dari sisi perizinan sepanjang usaha tersebut memenuhi ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sujiwo berharap Al-Faqih Business Center berkembang menjadi pusat usaha yang profesional, bonafit dan amanah, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah umrah maupun haji plus.

Polisi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berjalan Bersama Kamtibmas

Sementara itu, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, S.I.P., M.M., yang hadir mewakili Kapolres Kubu Raya, mengatakan kepolisian mendukung setiap kegiatan positif yang mendorong pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Andri, kehadiran pusat bisnis berbasis pesantren bukan hanya membuka peluang usaha, tetapi juga dapat memperkuat hubungan sosial dan kemandirian masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Polres Kubu Raya mendukung kegiatan positif seperti ini.

Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” kata Andri.

Ia mengajak pengelola usaha, pesantren, tokoh agama, pemerintah desa, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian.

Ini tanggung jawab bersama.

Kami mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan ini untuk membangun komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Andri menilai kolaborasi antara pesantren, pemerintah dan masyarakat menjadi penting agar perkembangan ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan memberikan manfaat sosial.

Mengubah Paradigma Pesantren

Peluncuran Al-Faqih Business Center pada akhirnya membawa gagasan yang lebih besar dari sekadar pembukaan sebuah pusat usaha.

Ekosistem tersebut dirancang untuk mengubah paradigma pesantren—dari lembaga yang kerap mengandalkan bantuan dan proposal untuk memenuhi kebutuhan operasional, menjadi institusi yang mampu menghasilkan pendapatan melalui unit usaha produktif.

Model itu juga diharapkan membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi komunitas pesantren, alumni, jamaah, serta masyarakat di Kalimantan Barat.

Jika dikelola secara konsisten dan profesional, pesantren bukan hanya menjadi tempat mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi yang memberi manfaat lebih luas.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, gagasan kemandirian tersebut menjadi penting: pesantren tidak sekadar bertahan, tetapi memiliki kemampuan untuk tumbuh dengan kekuatannya sendiri.

Tim /Red

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Koramil Bersama Polsek Mojosari dan Perguruan Silat, Wujudkan Mojosari Aman dan Kondusif

    Silaturahmi Koramil Bersama Polsek Mojosari dan Perguruan Silat, Wujudkan Mojosari Aman dan Kondusif

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 268
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI-Dalam upaya menjaga kondusifitas dan membangun komunikasi yang baik, Koramil 0815/09 bersama Polsek Mojosari menggelar kegiatan silaturahmi bersama perguruan silat se-Kecamatan Mojosari. Acara ini berlangsung di Polsek Mojosari, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (25/01/2025) dengan dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai perguruan silat dan unsur Forkopimcam. Dipimpin langsung Kapolsek Mojosari, […]

  • Pemkab Bondowoso Akan Bentuk 46 Koperasi Merah Putih

    Pemkab Bondowoso Akan Bentuk 46 Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 302
    • 0Komentar

    DPMD bersama camat se Bondowoso dan diskoperindag saat rapat Koordinasi pembentukan Koperasi merah putih. (Foto Dok) BONDOWOSO, RI – Dalam rangka menindaklanjuti Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, Pemkab Bondowoso akan membentuk koperasi merah putih di 46 desa/kelurahan dari 23 kecamatan yang ada. Asisten 2 Pemkab Bondowoso, […]

  • Bersama Insan Pers, Bupati Mojokerto Adakan Mblarah Bareng Untuk Dongkrak Ekonomi dan UMKM

    Bersama Insan Pers, Bupati Mojokerto Adakan Mblarah Bareng Untuk Dongkrak Ekonomi dan UMKM

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 329
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Untuk memperluas informasi kepada masyarakat melalui Media Massa, sebanyak 92 Wartawan dari berbagai Media yang tergabung dalam 4 group, sedangkan untuk pemberangkatan di bagi 4 tahap mulai tanggal 25 Juli sampai 28 Juli 2022 masing-masing 1 group melakukan Pers Tour yang diadakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) […]

  • Wali Kota Mojokerto Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Kelompok Disabilitas

    Wali Kota Mojokerto Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Kelompok Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 268
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI, Wali Kota Mojokerto “Ika Puspitasari” meninjau pelaksanaan Vaksinasi dosis pertama untuk Kelompok Disabilitas di Kota Mojokerto yang secara Nasional serentak dimulai hari ini. Kamis (3/6/2021). Vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas ini meliputi Penyandang Disabilitas Fisik maupun Mental. Pada kesempatan tersebut, “Ika Puspitasari” Wali Kota Mojokerto meninjau Puskesmas Gedongan sebagai salah satu Fokus […]

  • Pastikan Harga Minyak Goreng Curah Sesuai Het Yang Ditetapkan Forkompimda Sumenep

    Pastikan Harga Minyak Goreng Curah Sesuai Het Yang Ditetapkan Forkompimda Sumenep

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 495
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep Chinur Rasyid,SE., Msi., bersama Forkopimda Sumenep melakukan pengecekkan harga dan memastijan persediaan minyak goreng curah di beberapa agen dan Distributor yang ada di Pasar Anom Sumenep Madura Jawa Timur, Jumat 27 Mei 2022. “Harga minyak goreng curah yang ada di […]

  • Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun Mengucapkan Selamat HUT Ke 23 PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia)

    Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun Mengucapkan Selamat HUT Ke 23 PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia)

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 330
    • 0Komentar

    SURABAYA – RI, Wakil Ketua Dewan Pers mengucapkan selamat HUT PJI yang ke 23 dan UKW ke XII kalinya dikirmkan langsung kepada Ketua Umum PJI, Hartanto Boechari Jum’at (3/12/2021). Uji Kompetensi merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas Anggota, dengan demikian para Anggota PJI akan semakin banyak yang bersertifikat kompetensi dan akan memperhasilkan […]

expand_less