Kado Akhir Tahun : Surabaya Deklarasikan “Jogo Suroboyo”, Bersihkan Kota dari Premanisme
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 60
- print Cetak

SURABAYA, RI – Pemkot Surabaya meresmikan gerakan “Jogo Suroboyo” untuk memberantas premanisme di kota ini, menutup tahun dengan semangat pembersihan wilayah. Langkah ini disebut sebagai “Kado Akhir Tahun” bagi seluruh warga agar Surabaya memasuki tahun-tahun mendatang dengan fondasi keamanan yang lebih kokoh dan tertib hukum.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa deklarasi “Jogo Suroboyo” dan pembentukan Satgas Anti-Preman bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata untuk menjadikan Surabaya sebagai barometer keamanan di Jawa Timur.
Pemkot Surabaya secara resmi membentuk Satgas Anti-Preman yang bekerja sama dengan Forkopimda (TNI/Polri). Satgas ini bertugas melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk intimidasi, pemerasan, hingga pungutan liar (pungli).
“Ini adalah kado akhir tahun bagi warga Surabaya. Kita ingin memastikan bahwa ke depannya, tidak ada lagi ruang bagi premanisme di kota ini. Surabaya harus menjadi wilayah yang aman, kondusif, dan memberikan rasa tenang bagi siapa saja yang tinggal maupun berkunjung di sini,” ujar Eri Cahyadi.
Keseriusan ini dibuktikan dengan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, ormas, dan komunitas ojek online (ojol). Mereka berikrar bersama menolak kekerasan. Wali Kota juga memberikan peringatan keras bahwa integritas kota adalah harga mati. Jika ada organisasi yang terbukti menaungi praktik premanisme, pemerintah tidak akan segan merekomendasikan pembubaran ormas tersebut.
Jurnalis Radar Indonesia dari Sampang turut menghadiri acara ini bersama perwakilan masyarakat Sampang. Mereka bergabung dengan elemen masyarakat lain, termasuk tokoh agama, ormas, dan komunitas ojek online, dalam deklarasi “Jogo Suroboyo”.
Poin-poin utama dalam langkah strategis ini meliputi:
- Keamanan Wilayah: Memperkuat posisi Surabaya sebagai jantung Jawa Timur yang bebas dari aksi premanisme.
- Keberanian Warga: Mengimbau masyarakat untuk berani melapor kepada pihak berwenang dan menjauhi aksi main hakim sendiri.
- Ikrar Jogo Suroboyo: Menjadikan semangat gotong royong warga sebagai benteng pertahanan dari ancaman kriminalitas jalanan.
Dengan dimulainya gerakan ini di penghujung tahun, Pemkot Surabaya berharap tercipta iklim investasi dan sosial yang lebih sehat. Surabaya siap menyambut tahun baru sebagai kota yang lebih manusiawi, damai, dan menjadi teladan bagi daerah lain di Jawa Timur dalam hal penegakan ketertiban umum.
(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar