Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Umum PJI: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan Pengkhianat Bangsa”

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 117
  • print Cetak

SURABAYA,RI –  Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, menyampaikan keprihatinannya atas penggunaan istilah “Londo Ireng” oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis 23/7/2026.

Menurut Hartanto, istilah tersebut memiliki beban sejarah yang sangat kuat karena selama ini dipahami sebagai sebutan bagi pribumi yang berpihak kepada penjajah Belanda atau identik dengan konotasi “pengkhianat bangsa”.

“Pak Presiden, jurnalis bukan pengkhianat bangsa. Saya memahami kecil kemungkinan Presiden bermaksud menuding seluruh wartawan dan jurnalis. Namun, ketika istilah yang sarat makna sejarah itu disampaikan di ruang publik tanpa penjelasan yang tegas mengenai siapa yang dimaksud, maka stigma tersebut berpotensi melekat kepada profesi wartawan dan jurnalis secara keseluruhan”, demikian penegasan Tokoh Pers kharismatik itu.

Hartanto menilai kritiknya bukan ditujukan kepada pribadi Presiden, melainkan pada penggunaan diksi yang dinilai terlalu umum sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap profesi pers.

Ditegaskannya, wartawan dan jurnalis bekerja secara profesional menjalankan tugas berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Karena itu, mereka tidak layak ikut menanggung stigma akibat generalisasi tersebut.

Di sisi lain, Hartanto mengakui bahwa memang terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan atribut jurnalistik untuk menjalankan kepentingan politik, ekonomi, maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Saya tidak menutup mata. Memang ada pihak yang mengenakan ‘baju’ jurnalis, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan fungsi pers. Mereka membangun persepsi, menggiring opini, bahkan menjalankan propaganda. Mereka inilah yang sesungguhnya merusak marwah profesi jurnalistik”, ujar Sang Wartawan Utama.

Hartanto juga mengingatkan adanya kelompok tertentu yang, menurut pengamatannya, secara sistematis membangun narasi bahwa apa pun yang dilakukan pemerintah selalu salah sehingga publik kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.

“Praktik propaganda yang dilakukan secara sadar dan terorganisir harus menjadi musuh bersama karena menggerogoti kepercayaan publik, baik terhadap pers maupun terhadap negara. Tetapi jangan pula kelompok seperti ini dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh profesi jurnalis”, ujarnya.

Tokoh pers kritis itu menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi apabila lahir dari fakta, data, dan kepentingan publik.

“Jurnalis mengkritik karena menemukan fakta, melihat penyimpangan, ketidakadilan, atau kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kritik seperti itulah yang menjadi napas demokrasi. Yang harus dilawan bukan kritiknya, melainkan manipulasi informasi yang berkedok jurnalistik”, tegasnya.

Diharapkannya Presiden Prabowo ke depan lebih berhati-hati dalam memilih diksi ketika menyampaikan kritik terhadap insan pers.

“Bahasa seorang kepala negara memiliki dampak yang sangat besar. Karena itu saya berharap kritik terhadap oknum tidak menggunakan istilah yang dapat dipersepsikan sebagai stigma terhadap seluruh profesi,” ujar penasehat dan pembina berbagai organisasi itu.

Dalam kesempatan yang sama, Hartanto juga mengajak seluruh insan pers untuk melakukan introspeksi.

“Pers tidak boleh menjadi alat kekuasaan. Tetapi pers juga tidak boleh menjadi alat untuk menjatuhkan kekuasaan melalui manipulasi informasi. Satu-satunya keberpihakan pers adalah kepada fakta, kebenaran, dan kepentingan publik”, katanya.

PJI mengapresiasi langkah Dewan Pers, PWI, dan berbagai organisasi pers lainnya yang telah menyampaikan keberatan atas penggunaan diksi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan profesi pers.

Sebagai Ketua Umum PJI, Hartanto juga menginstruksikan seluruh anggota PJI di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga soliditas lintas organisasi pers, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta mengawal persoalan ini secara konstitusional, dewasa, dan bermartabat.

Menutup pernyataannya, Hartanto Boechori menegaskan bahwa pemerintah dan pers sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menjaga kepercayaan rakyat.

“Pemerintah wajib terbuka terhadap kritik yang benar. Pers wajib memastikan setiap kritik berpijak pada fakta. Di atas semua kepentingan politik maupun kekuasaan, hanya ada satu kompas yang harus kita pegang bersama, yaitu kebenaran yang sebenar-benarnya”.
(Red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jajaran Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota Berhasil Mengamankan Pembuat Bahan Peledak ( Bondet)

    Jajaran Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota Berhasil Mengamankan Pembuat Bahan Peledak ( Bondet)

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Polres Pasuruan Kota menggelar konferensi pers pada hari ini untuk mengungkap kasus tindak pidana pembuatan bahan peledak. Rabu(28/8/2024) Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K.,M.I.Kom, menggelar konferensi pers yang diadakan di Mako Polres Pasuruan Kota bertujuan untuk memberikan informasi terperinci mengenai kasus tersebut, langkah-langkah penegakan hukum yang diambil, serta ancaman hukuman […]

  • Pastikan Rasa Aman Jemaat, Anjing Pelacak K9 Polres Mojokerto Sterilisasi di Gereja

    Pastikan Rasa Aman Jemaat, Anjing Pelacak K9 Polres Mojokerto Sterilisasi di Gereja

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 340
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman dalam beribadah, Polres Mojokerto menurunkan Anjing Pelacak atau K9 dan menggunakan Metal detektor saat sterilisasi ke 27 Gereja dan 6 Rumah Ibadah. Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi, S.I.K., M.H memerintahkan dalam setiap pengamanan dilaksanakan sesuai dengan SOP seperti sterilisasi dengan menurunkan k9 dari Unit Satsamapta dan […]

  • Stop Bullying, Polsek Jetis Beri Edukasi di Smk Negeri 1

    Stop Bullying, Polsek Jetis Beri Edukasi di Smk Negeri 1

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 400
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Dalam rangka MPLS Polsek Jetis beri Edukasi stop Bullying di SMK 1 Jetis Kab Mojokerto , Rabu, ( 17/7/2024 ) Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah ,Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri., S.I.K., M.H., melalui Waka Polsek Jetis Iptu Hery Prasetyo […]

  • Kapolres Nganjuk Cek Kesiapsiagaan dan Kesehatan Petugas Pengamanan Kotak Suara di PPK

    Kapolres Nganjuk Cek Kesiapsiagaan dan Kesehatan Petugas Pengamanan Kotak Suara di PPK

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Nganjuk,RI – Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., dengan didampingi beberapa Pejabat Utama (PJU) melakukan pengecekan kesiapsiagaan dan kesehatan petugas pengamanan kotak suara Pemilu 2024 di PPK yang tersebar di 20 Kecamatan, Sabtu (17/02/2024). Selain itu, kunjugan Kapolres tersebut juga bertujuan untuk melakukan pengawasan atas keberadaan petugas pengamanan kotak suara terutama anggotanya, serta memastikan […]

  • Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Ikfina Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi pada 3 Raperda

    Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Ikfina Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi pada 3 Raperda

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 325
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto terkait penyampaian jawaban pandangan umum fraksi-fraksi terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang telah disampaikan pada Rabu lalu, (29/5). Diketahui sebelumnya telah digelar rapat paripurna pandangan umum terkait 3 Raperda antara lain, Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023, Raperda tentang Rancangan Pembangunan […]

  • Polda Jatim Bantah Telah Menetapkan Tersangka Nenek Tua Renta Terkait Sengketa Yayasan BMA

    Polda Jatim Bantah Telah Menetapkan Tersangka Nenek Tua Renta Terkait Sengketa Yayasan BMA

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Surabaya , RI – Kasubdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Silvia Puspasari menegaskan nenek tua renta atau terlapor Yuli Puspa, belum berstatus tersangka, melainkan masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus sengketa Yayasan Budi Mulia Abadi (BMA). “Jadi kami sampaikan bahwa memang benar Direktorat Tindak Pidana Kriminal Khusus dalam hal ini Subdit Perbankan, menangani perkara […]

expand_less