Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Umum PJI: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan Pengkhianat Bangsa”

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • visibility 3
  • print Cetak

SURABAYA,RI –  Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, menyampaikan keprihatinannya atas penggunaan istilah “Londo Ireng” oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis 23/7/2026.

Menurut Hartanto, istilah tersebut memiliki beban sejarah yang sangat kuat karena selama ini dipahami sebagai sebutan bagi pribumi yang berpihak kepada penjajah Belanda atau identik dengan konotasi “pengkhianat bangsa”.

“Pak Presiden, jurnalis bukan pengkhianat bangsa. Saya memahami kecil kemungkinan Presiden bermaksud menuding seluruh wartawan dan jurnalis. Namun, ketika istilah yang sarat makna sejarah itu disampaikan di ruang publik tanpa penjelasan yang tegas mengenai siapa yang dimaksud, maka stigma tersebut berpotensi melekat kepada profesi wartawan dan jurnalis secara keseluruhan”, demikian penegasan Tokoh Pers kharismatik itu.

Hartanto menilai kritiknya bukan ditujukan kepada pribadi Presiden, melainkan pada penggunaan diksi yang dinilai terlalu umum sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap profesi pers.

Ditegaskannya, wartawan dan jurnalis bekerja secara profesional menjalankan tugas berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Karena itu, mereka tidak layak ikut menanggung stigma akibat generalisasi tersebut.

Di sisi lain, Hartanto mengakui bahwa memang terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan atribut jurnalistik untuk menjalankan kepentingan politik, ekonomi, maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Saya tidak menutup mata. Memang ada pihak yang mengenakan ‘baju’ jurnalis, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan fungsi pers. Mereka membangun persepsi, menggiring opini, bahkan menjalankan propaganda. Mereka inilah yang sesungguhnya merusak marwah profesi jurnalistik”, ujar Sang Wartawan Utama.

Hartanto juga mengingatkan adanya kelompok tertentu yang, menurut pengamatannya, secara sistematis membangun narasi bahwa apa pun yang dilakukan pemerintah selalu salah sehingga publik kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.

“Praktik propaganda yang dilakukan secara sadar dan terorganisir harus menjadi musuh bersama karena menggerogoti kepercayaan publik, baik terhadap pers maupun terhadap negara. Tetapi jangan pula kelompok seperti ini dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh profesi jurnalis”, ujarnya.

Tokoh pers kritis itu menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi apabila lahir dari fakta, data, dan kepentingan publik.

“Jurnalis mengkritik karena menemukan fakta, melihat penyimpangan, ketidakadilan, atau kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kritik seperti itulah yang menjadi napas demokrasi. Yang harus dilawan bukan kritiknya, melainkan manipulasi informasi yang berkedok jurnalistik”, tegasnya.

Diharapkannya Presiden Prabowo ke depan lebih berhati-hati dalam memilih diksi ketika menyampaikan kritik terhadap insan pers.

“Bahasa seorang kepala negara memiliki dampak yang sangat besar. Karena itu saya berharap kritik terhadap oknum tidak menggunakan istilah yang dapat dipersepsikan sebagai stigma terhadap seluruh profesi,” ujar penasehat dan pembina berbagai organisasi itu.

Dalam kesempatan yang sama, Hartanto juga mengajak seluruh insan pers untuk melakukan introspeksi.

“Pers tidak boleh menjadi alat kekuasaan. Tetapi pers juga tidak boleh menjadi alat untuk menjatuhkan kekuasaan melalui manipulasi informasi. Satu-satunya keberpihakan pers adalah kepada fakta, kebenaran, dan kepentingan publik”, katanya.

PJI mengapresiasi langkah Dewan Pers, PWI, dan berbagai organisasi pers lainnya yang telah menyampaikan keberatan atas penggunaan diksi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan profesi pers.

Sebagai Ketua Umum PJI, Hartanto juga menginstruksikan seluruh anggota PJI di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga soliditas lintas organisasi pers, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta mengawal persoalan ini secara konstitusional, dewasa, dan bermartabat.

Menutup pernyataannya, Hartanto Boechori menegaskan bahwa pemerintah dan pers sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menjaga kepercayaan rakyat.

“Pemerintah wajib terbuka terhadap kritik yang benar. Pers wajib memastikan setiap kritik berpijak pada fakta. Di atas semua kepentingan politik maupun kekuasaan, hanya ada satu kompas yang harus kita pegang bersama, yaitu kebenaran yang sebenar-benarnya”.
(Red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bondowoso Segera Realisasikan Pupuk Gratis Bagi Petani Tembakau

    Pemkab Bondowoso Segera Realisasikan Pupuk Gratis Bagi Petani Tembakau

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    BONDOWOSO,RI-Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan segera merealisasikan pupuk gratis bagi para petani tembakau.Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso Hendri Widotomo di sela-sela acara serap aspirasi penyaluran pupuk subsidi di Ballroom Hotel UIjen View selasa kemarin. “Pendataan terkait penerima pupuk bersubsidi sudah selesai dilakukan. Namun tidak semua […]

  • Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anak Dibawah Umur

    Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anak Dibawah Umur

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Subnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus perdagangan orang yang melibatkan seorang anak di bawah umur sebagai Korban. Kapolres Pasuruan AKPB Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si., dalam Press Release mengatakan penangkapan terhadap terduga Pelaku tindak pidana perdagangan orang dilakukan di sebuah Wisma Karaoke di Kecamatan Prigen. […]

  • Di Tengah Tren Kenaikan PBB-P2, Pemkot Mojokerto Beri Diskon hingga 40 Persen

    Di Tengah Tren Kenaikan PBB-P2, Pemkot Mojokerto Beri Diskon hingga 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Foto Pemkot Mojokerto Beri Diskon pajak hingga 40 Persen.(Kom) Kota Mojokerto, RI – Saat sejumlah daerah di Indonesia mulai menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan pengurangan pengenaan PBB – P2 tahun 2025 hingga 40 persen sampai dengan akhir Tahun 2025. Hal tersebut tertuang melalui Keputusan Wali kota […]

  • Erwinsyah Juarai  Kelas Veteran, Dengan Meraih Medali  Emas

    Erwinsyah Juarai  Kelas Veteran, Dengan Meraih Medali  Emas

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Lampura,RI – Ada yang menarik dalam Kejuaraan Karate  Lampung Utara Cup 1 yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Lampung Utara, dari berbagai kategori di Festival & Open Tournament  serta Kumite kelas Veteran 45 tahun keatas. Pada kelas Veteran yang berlangsung sangat meriah. Sensei Erwinsyah, yang juga selaku Ketua Forki Lampung Utara yang ikut […]

  • Danramil 0819/12 Bersama Muspika Kecamatan Rembang Pantau Giat Vaksinasi Karyawan PT. YEMI Dan PT. AMCOR

    Danramil 0819/12 Bersama Muspika Kecamatan Rembang Pantau Giat Vaksinasi Karyawan PT. YEMI Dan PT. AMCOR

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 456
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Guna menyukseskan program Pemerintah Muspika Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan pemantauan Vaksinisasi Karyawan Perusahaan bertempat di PT. YEMI dan PT. AMCOR, di Kawasan PIER  Desa Pandean dan Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, Sabtu (09/10). Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Rembang, Iyo Ashari, Danramil 0819/12 Rembang, Kapten Kav Ahmad Syafi’i, Kapolsek […]

  • Inilah Penyampaian Kepala Desa Jorongan Saat Meriahkan HUT RI Ke-79 Dengan Pawai Budaya Antar RT/RW

    Inilah Penyampaian Kepala Desa Jorongan Saat Meriahkan HUT RI Ke-79 Dengan Pawai Budaya Antar RT/RW

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Probolinggo,RI- Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, benar-benar hidup dengan semangat kemerdekaan tahun ini. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79, Pemdes Jorongan menggelar sebuah acara yang tak hanya menggugah semangat kebangsaan, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Pawai Budaya Antar RT/RW. Hari Rabu (21/08//2024) Dengan tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju,” pawai […]

expand_less