Khidmatnya Haul Akbar Mbah Munshorif di Paciran, Lamongan, Ribuan Jemaah Padati Lokasi
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 105
- print Cetak

LAMONGAN , RI – Haul Akbar Mbah Munshorif yang digelar di Paciran, Lamongan, pada Minggu (30/11/2025) berlangsung penuh khidmat, dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengenang dan mendoakan sosok Mbah Munshorif, seorang tokoh besar penyebar ilmu agama yang telah memberikan banyak kontribusi dalam dakwah Islam di kawasan pesisir utara Lamongan. Kehadiran jemaah yang membludak sejak siang hari menunjukkan betapa besar cinta umat kepada beliau dan warisan keilmuannya yang terus hidup hingga kini.
Puncak acara yang paling dinanti adalah Mauidhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH. Ali Masyhuri dari Sidoarjo. Dengan gaya ceramahnya yang lugas, humoris, namun penuh makna, Kiai Ali berhasil menyentuh hati ribuan jemaah yang hadir. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat untuk terus meneladani keilmuan dan ketawadhuan Mbah Munshorif, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam di tengah perbedaan. Beliau juga mengingatkan agar umat menjalankan ajaran agama dengan penuh keikhlasan dan akhlak mulia, sebagaimana yang telah dicontohkan para ulama terdahulu. Pesan-pesan yang disampaikan membuat jemaah tampak khusyuk menyimak setiap kalimat yang keluar dari sang kiai, bahkan banyak yang terharu hingga meneteskan air mata.
Sebelum ceramah utama, acara diawali dengan pembacaan dzikir-dzikir. Lantunan selawat dari grup “Hadrah Anugrah Ilahi” asal Pasarsore turut menambah suasana syahdu. Di bawah terik matahari Paciran, ribuan jemaah tetap bertahan dengan penuh antusiasme demi mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Menurut pantauan langsung tim Radar Indonesia, kepadatan jemaah mulai terlihat sejak pagi hari, meskipun acara baru dimulai pada pukul 12.30 WIB. Jemaah datang dari berbagai daerah, bahkan beberapa di antaranya rela menempuh perjalanan jauh untuk menghadiri acara tersebut. Mereka tetap tertib dan saling membantu satu sama lain, baik di lokasi acara maupun di area parkir. Petugas keamanan dari pihak kepolisian, Banser, dan relawan setempat turut diterjunkan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran acara.
“Alhamdulillah, acara berjalan sangat lancar dan tertib meskipun jumlah jemaah yang hadir sangat membludak. Ini menunjukkan betapa besarnya cinta umat kepada Mbah Munshorif dan para ulama yang telah berjasa menyebarkan ilmu agama di daerah ini,” ungkap salah satu tokoh agama kepada Radar Indonesia.
Tenda-tenda besar disediakan untuk melindungi jemaah dari panas, sementara konsumsi berupa nasi kotak dan air mineral dibagikan secara gratis. Beberapa pedagang kecil dari wilayah sekitar juga turut meramaikan lokasi acara, sehingga suasana haul tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Haul Akbar ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa Mbah Munshorif, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan umat Islam. Dalam ceramahnya, KH. Ali Masyhuri menekankan bahwa menjaga ukhuwah Islamiyah adalah tanggung jawab setiap Muslim. Beliau juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, terutama di era media sosial yang sering kali memperkeruh suasana.
Kita harus menjadikan para ulama seperti Mbah Munshorif sebagai panutan. Beliau tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan ketawadhuan yang luar biasa. Mari kita rawat persatuan ini dengan saling menghormati, saling mencintai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang damai,pesan Kiai Ali di akhir ceramahnya.
Keberhasilan acara ini semakin mengukuhkan posisi Mbah Munshorif sebagai salah satu ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran ilmu agama di pesisir utara Lamongan. Warisan keilmuan dan ketawadhuan beliau terus hidup dalam hati masyarakat, menjadikannya teladan bagi generasi penerus. Haul ini juga menjadi pengingat bahwa ilmu dan akhlak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam penutup laporannya, tim Radar Indonesia menyoroti betapa pentingnya acara haul seperti ini untuk menjaga tradisi keislaman dan memperkuat rasa cinta umat terhadap para ulama. Dengan semangat persatuan dan kecintaan kepada agama, diharapkan nilai-nilai yang diajarkan oleh para ulama terdahulu dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. “Haul ini bukan hanya sebuah peringatan, tetapi juga pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga hubungan dengan Allah, Rasul-Nya, dan sesama manusia,” pungkas salah satu tokoh masyarakat setempat.
(Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar