Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ki Ngabehi Soerodiwirjo: Pendiri Persaudaraan Setia Hati

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 264
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Mengenal lebih jauh sejarah Ki Ngabehi Soerodiwirjo,pendiri Persaudaraan Setia Hati / SH.

1869: Kelahiran Ki Ngabehi Soerodiwirjo

Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik-Surabaya. Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar Ngimbang (Lamongan) yang mempunyai 5 (lima) putera yaitu:

  1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)
  2. Noto (Gunari), di Surabaya
  3. Adi (Soeradi), di Aceh
  4. Wongsoharjo, di Madiun
  5. Kartodiwirjo, di Jombang

Saudara laki-laki dari ayahnya bernama R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong di Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya Majahapit.

1883: Pendidikan

Pada saat itu Ki Ngabehi Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun (umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut uwonya “Mas Ngabehi Soeromiprojo, yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo, kemudian pindah dan menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-Lawas, Surabaya.

1884: Karir

Pada tahun tersebut setahun setelah menyelesaikan pendidikan formal setingkat SD, beliau telah berumur 15 tahun dan magang menjadi Juru Tulis op het Kantoor van de Controleur van Jombang. Selain bekerja, beliau tetap meneruskan belajar di Pesantren ……….. (Jombang). Dari Pesantren inilah, Eyang Suro mulai mendalami ilmu agama dan pencak silat sekaligus. Kombinasi ini terus menjadi pola belajar yang beliau dapatkan selepas dari pesantren.

1885: Pengembangan Pencak Silat

Pada tahun berikutnya, dimana usia beliau telah menginjak 16 tahun, beliau magang di kantor Kontrolir Bandung, dan dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga didapatlah jurus-jurus seperti: Cimande Cikalong Cipetir Cibeduyut Cimelaya Ciampas Sumedangan.

1886: Pengembangan Pencak Silat di Betawi

Pada usia 17 tahun, beliau pindah ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau memanfaatkan untuk memperdalam Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai jurus-jurus seperti: Betawen Kwitang Monyetan Permainan Toya (Stok spel).

1887: Pengembangan Pencak Silat di Bengkulu dan Padang

Pada usia 18 tahun, beliau ikut Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar Pencak-Silat yang mana gerakannya mirip seperti jurus-jurus di daerah Jawa Barat. Pada pertengahan tahun tersebut, beliau ikut Kontrolir Belanda pindah ke Padang, dan tetap bekerja pada bidang pekerjaan yang sama. Di daerah Padang Hulu dan Padang Hilir, beliau tetap memperdalam pengetahuannya di bidang Pencak-Silat.

1897: Pernikahan

Pada umur 28 tahun, beliau jatuh cinta kepada seorang gadis Padang. Puteri dari seorang ahli kebatinan yang berdasarkan agama Islam (Tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini, beliau harus memenuhi bebanan, dengan menjawab pertanyaan dari gadis pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pikirannya sendiri, maka beliau berguru kepada seorang ahli Kebatinan yang bernama Nyoman Ida Gempol.

1898: Pernikahan dan Karir

Pada usia 29 tahun, beliau bersama istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai Kontrolir DKA di Lho Seumawe. Di daerah ini, beliau mendapatkan jurus: Jurus Kucingan Jurus Permainan Binja.

1900: Kembali ke Betawi

Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan beliau pindah ke Bandung.

1903: Pendirian Persaudaraan Setia Hati

Beliau mendirikan Persaudaraan “SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10 Syuoro 1323 H.

Pernikahan Kedua

Untuk kedua kalinya, beliau melangsungkan pernikahan dengan Ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dan diperoleh putera dari pernikahannya sebanyak 3 (tiga) orang putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

1912: Pensiun dari Polisi

Beliau berhenti dari Polisi Dienar bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal dan ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata, yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

1914: Kembali ke Surabaya

Beliau kembali lagi ke Surabaya dan bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya, beliau pindah ke Madiun di Magazijn D.K.A. dan menetap di Desa Winongo Madiun.

1917: Perubahan Nama Persaudaraan

Persaudaraan “DJOJOGENDOLO CIPTO MULJO” diganti nama menjadi Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.

1933: Pensiun

Beliau pensiun dari jabatannya dan menetap di desa Winongo Madiun.

1944: Wafat

Beliau memberikan pelajaran yang terakhir di Balong Ponorogo. Kemudian, beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari Jum’at Legi 10 November 1944 jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H), di rumah kediaman beliau di Winongo. Dimakamkan di Pesarean Winongo dengan Kijing batu nisan granit, serta dikelilingi bunga melati.

“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI TUHAN YANG MAHA ESA”

Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat “Lailatul Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi).

(G. Nas/dari berbagai sumber)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kinerja Pemkot Mojokerto 2025 Moncer, Mayoritas Indikator Lampaui Target

    Kinerja Pemkot Mojokerto 2025 Moncer, Mayoritas Indikator Lampaui Target

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI-  Kinerja Pemerintah Kota Mojokerto sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian yang membanggakan. Mayoritas indikator pembangunan berhasil mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan, mencerminkan arah pembangunan daerah yang positif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Kantor DPRD […]

  • Ini Pesan Kang Marhaen Saat Memantau Vaksinasi Pelajar Nganjuk, Mengingatkan untuk Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

    Ini Pesan Kang Marhaen Saat Memantau Vaksinasi Pelajar Nganjuk, Mengingatkan untuk Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 268
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA., memantau pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Pelajar di SMKN 2 Nganjuk, Rabu (04/08/2021). Pada kesempatan itu, Pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menitipkan pesan. Yakni, meskipun sudah mendapat Vaksin COVID-19, namun tetap harus patuh terhadap Protokol Kesehatan (Prokes). “Meski sudah […]

  • Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

    Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 276
    • 0Komentar

    JAKARTA – RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong-royong melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 atau Virus Corona dewasa ini. Semangat gotong-royong itu, kata Sigit, merupakan salah satu bentuk merefleksikan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2021. Dengan bergandengan tangan melawan Covid-19, hal tersebut merupakan wujud […]

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat Papua di Kp. Amesiga

    Satgas Yonif 500/Sikatan Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat Papua di Kp. Amesiga

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    SUGAPA,RI– Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Papua. Pada Rabu (10/09), sebanyak 12 personel TK Koper dipimpin langsung oleh Dan TK Koper, Lettu Inf. Diyan Saputro, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama tokoh masyarakat, Bapak Daniel Sani, di Kampung Amesiga, Distrik Sugapa. Dalam kesempatan tersebut, prajurit Satgas membagikan sejumlah sarana […]

  • Aksi Babinsa Pelipur Lara Kepada Siswa Saat Pelaksanaan Vaksinasi

    Aksi Babinsa Pelipur Lara Kepada Siswa Saat Pelaksanaan Vaksinasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Percepatan Vaksinasi yang difokuskan kepada anak-anak didik di Wilayah Teritorial Kodim 0819 terus digalakkan. Kegiatan Vaksinasi usia 6-11 tahun saat ini tergelar di SDN Cangkringmalang II Jalan Raya 17 A Wage Cangkringmalang di Wilayah Binaan Koramil 0819/11 Beji. Sabtu, (15/1/2022). Dalam pelaksanaan Vaksin tetap mengedepankan Protokol Kesehatan. Nampak terlihat para Anggota Babinsa […]

  • Kirab Budaya Mojobangkit Wujudkan Kota Mojokerto Berdaya Saing dan Berkarakter Play Button

    Kirab Budaya Mojobangkit Wujudkan Kota Mojokerto Berdaya Saing dan Berkarakter

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kirab Budaya Mojobangkit Wujudkan Kota Mojokerto Berdaya Saing dan Berkarakter. Kota Mojokerto, RI – Antusias warga kota Mojokerto tampak nyata saat menghadiri dan membajiri pusat kota, tepatnya di Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto sabtu 27 Juni 2026 dalam rangka menyaksikan jalannya Kirab Budaya Mojobangkit ke 108 tahun2026. Acara spektakuler dalam memperingati hari jadi kota Mojokerto ke […]

expand_less