Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ki Ngabehi Soerodiwirjo: Pendiri Persaudaraan Setia Hati

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 228
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Mengenal lebih jauh sejarah Ki Ngabehi Soerodiwirjo,pendiri Persaudaraan Setia Hati / SH.

1869: Kelahiran Ki Ngabehi Soerodiwirjo

Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik-Surabaya. Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar Ngimbang (Lamongan) yang mempunyai 5 (lima) putera yaitu:

  1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)
  2. Noto (Gunari), di Surabaya
  3. Adi (Soeradi), di Aceh
  4. Wongsoharjo, di Madiun
  5. Kartodiwirjo, di Jombang

Saudara laki-laki dari ayahnya bernama R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong di Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya Majahapit.

1883: Pendidikan

Pada saat itu Ki Ngabehi Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun (umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut uwonya “Mas Ngabehi Soeromiprojo, yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo, kemudian pindah dan menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-Lawas, Surabaya.

1884: Karir

Pada tahun tersebut setahun setelah menyelesaikan pendidikan formal setingkat SD, beliau telah berumur 15 tahun dan magang menjadi Juru Tulis op het Kantoor van de Controleur van Jombang. Selain bekerja, beliau tetap meneruskan belajar di Pesantren ……….. (Jombang). Dari Pesantren inilah, Eyang Suro mulai mendalami ilmu agama dan pencak silat sekaligus. Kombinasi ini terus menjadi pola belajar yang beliau dapatkan selepas dari pesantren.

1885: Pengembangan Pencak Silat

Pada tahun berikutnya, dimana usia beliau telah menginjak 16 tahun, beliau magang di kantor Kontrolir Bandung, dan dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga didapatlah jurus-jurus seperti: Cimande Cikalong Cipetir Cibeduyut Cimelaya Ciampas Sumedangan.

1886: Pengembangan Pencak Silat di Betawi

Pada usia 17 tahun, beliau pindah ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau memanfaatkan untuk memperdalam Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai jurus-jurus seperti: Betawen Kwitang Monyetan Permainan Toya (Stok spel).

1887: Pengembangan Pencak Silat di Bengkulu dan Padang

Pada usia 18 tahun, beliau ikut Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar Pencak-Silat yang mana gerakannya mirip seperti jurus-jurus di daerah Jawa Barat. Pada pertengahan tahun tersebut, beliau ikut Kontrolir Belanda pindah ke Padang, dan tetap bekerja pada bidang pekerjaan yang sama. Di daerah Padang Hulu dan Padang Hilir, beliau tetap memperdalam pengetahuannya di bidang Pencak-Silat.

1897: Pernikahan

Pada umur 28 tahun, beliau jatuh cinta kepada seorang gadis Padang. Puteri dari seorang ahli kebatinan yang berdasarkan agama Islam (Tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini, beliau harus memenuhi bebanan, dengan menjawab pertanyaan dari gadis pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pikirannya sendiri, maka beliau berguru kepada seorang ahli Kebatinan yang bernama Nyoman Ida Gempol.

1898: Pernikahan dan Karir

Pada usia 29 tahun, beliau bersama istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai Kontrolir DKA di Lho Seumawe. Di daerah ini, beliau mendapatkan jurus: Jurus Kucingan Jurus Permainan Binja.

1900: Kembali ke Betawi

Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan beliau pindah ke Bandung.

1903: Pendirian Persaudaraan Setia Hati

Beliau mendirikan Persaudaraan “SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10 Syuoro 1323 H.

Pernikahan Kedua

Untuk kedua kalinya, beliau melangsungkan pernikahan dengan Ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dan diperoleh putera dari pernikahannya sebanyak 3 (tiga) orang putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

1912: Pensiun dari Polisi

Beliau berhenti dari Polisi Dienar bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal dan ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata, yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

1914: Kembali ke Surabaya

Beliau kembali lagi ke Surabaya dan bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya, beliau pindah ke Madiun di Magazijn D.K.A. dan menetap di Desa Winongo Madiun.

1917: Perubahan Nama Persaudaraan

Persaudaraan “DJOJOGENDOLO CIPTO MULJO” diganti nama menjadi Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.

1933: Pensiun

Beliau pensiun dari jabatannya dan menetap di desa Winongo Madiun.

1944: Wafat

Beliau memberikan pelajaran yang terakhir di Balong Ponorogo. Kemudian, beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari Jum’at Legi 10 November 1944 jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H), di rumah kediaman beliau di Winongo. Dimakamkan di Pesarean Winongo dengan Kijing batu nisan granit, serta dikelilingi bunga melati.

“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI TUHAN YANG MAHA ESA”

Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat “Lailatul Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi).

(G. Nas/dari berbagai sumber)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Borong Hasil Petani Intan Jaya, Wujud Kepedulian dan Cinta Tanah Papua

    Satgas Yonif 500/Sikatan Borong Hasil Petani Intan Jaya, Wujud Kepedulian dan Cinta Tanah Papua

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Foto kegiatan sikatan borong hasil petani Intan Jaya, RI – Dalam semangat kemanusiaan dan pengabdian yang tulus di tanah Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Bertempat di TK Mamba Kotis, dilaksanakan kegiatan ROSITA (Borong Hasil Petani), yang dipimpin langsung oleh Sertu Nafil dan melibatkan 10 personel. Kegiatan ini merupakan […]

  • Sekda Zulfinasran: Digitalisasi Distribusi Pangan Mendorong Penguatan Ekonomi Daerah Parigi Moutong

    Sekda Zulfinasran: Digitalisasi Distribusi Pangan Mendorong Penguatan Ekonomi Daerah Parigi Moutong

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    JAKARTA,RI- Dalam Pertemuan yang berlangsung di kantor KemenKop UKM pada Kamis, (09/10/2025).dihadiri langsung oleh Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga RI, Sudaryano R. Lamangkona, bersama sejumlah tenaga ahli kementerian. Diskusi hangat ini fokus pada gagasan penguatan ekosistem distribusi pangan dengan mengintegrasikan teknologi digital untuk mempercepat rantai pasok dan memperkokoh peran pelaku […]

  • Tekan Angka Kecelakaan, Polres Probolinggo Laksanakan Ramp Check Kendaraan Angkutan

    Tekan Angka Kecelakaan, Polres Probolinggo Laksanakan Ramp Check Kendaraan Angkutan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, RI- Dalam rangka men gitudukung pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo melaksanakan kegiatan ramp check (pemeriksaan kelaikan kendaraan) terhadap kendaraan angkutan barang dan angkutan orang di exit tol Leces, Pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Z, didampingi para Kanit Satlantas, serta melibatkan […]

  • HIMPAS Menagih Janji Bupati Sumenep Untuk Warga Kepulauan

    HIMPAS Menagih Janji Bupati Sumenep Untuk Warga Kepulauan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 258
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep ( HIMPAS ) mengadakan aksi dengan cara turun kejalan dan mendatangi Kantor Bupati Sumenep. Mereka menagih janji sang Bupati untuk segera merealisasikan percepatan Infrastruktur, percepatan ketenaga listrikan dan percepatan telekomunikasi di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. ( 25/06/2021) pada Ju’mat. Disisi yang lain Korlap HIMPAS […]

  • Jajaran Satreskrim Polres Pasuruan Berhasil Mengamankan Pria Yang Suka Memamerkan Burung Perkututnya

    Jajaran Satreskrim Polres Pasuruan Berhasil Mengamankan Pria Yang Suka Memamerkan Burung Perkututnya

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 271
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Jajaran Satreskrim Polres Pasuruan telah melaksanakan Pers Release bertempat di Joglo Mapolres Pasuruan dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan S.I.K., S.H.,.M.H. Kamis (18/02/2021). Pelaku  BSR (38) merupakan warga Dusun Cengkok Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang kesehariannya adalah sebagai Petani, sudah beristri dan sudah punya anak,  dalam memamerkan burung Perkututnya Pelaku sudah berulangkali […]

  • Buka Rakor Pengawasan TLHP BPKP, Ning Ita Ingin Wujudkan Birokrasi Berintegritas dan Akuntabel

    Buka Rakor Pengawasan TLHP BPKP, Ning Ita Ingin Wujudkan Birokrasi Berintegritas dan Akuntabel

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel. Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan dengan tema “Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP)”, yang digelar di Lynn Hotel Mojokerto, Kamis (13/11/2025). Hadir sebagai Narasumber dalam Rakor ini, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan […]

expand_less