Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikalisme

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
  • visibility 254
  • print Cetak

JAKARTA – RI, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat Perguruan Tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan. Terutama yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.

Menurutnya, berdasarkan catatan Global Terrorism Index 2022 menyebut bahwa sepanjang tahun 2021, terdapat 5.226 aksi terorisme di seluruh dunia. Korban meninggal dunia yang berjatuhan akibat aksi tersebut mencapai 7.142 jiwa.

“Tidak sedikit dari jumlah tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta; hal ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan,” kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (12/8/2022).

Di Indonesia, kata Gatot, data yang dimiliki oleh Densus 88 terkait aksi terorisme dan penangkapan terhadap pelakunya juga menunjukkan angka yang tinggi. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari penyebaran paham dan gerakan radikalisme dan intoleransi yang utamanya, menyasar kalangan anak-anak muda, termasuk dengan masuk ke wilayah pendidikan.

“Dalam lima tahun terakhir ini saja, dunia pendidikan kita, khususnya kampus, masih menjadi incaran utama kelompok radikal-terorisme,” katanya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, proses infiltrasi paham dan gerakan radikal dan ekstremisme masuk dengan berbagai cara, mulai dari menyusup di kegiatan-kegiatan keagamaan (CISForm, 2018), masjid-masjid kampus (INFID, 2018), dan persebaran buku-buku (PPIM, 2018).

Pola penyebarannya pun tidak lagi dilakukan hanya melalui medium dakwah dan forum-forum halaqah, tetapi sudah merambah ke media sosial (cyber space) dan jalur-jalur pertemanan.

“Hasilnya, sebagaimana dilaporkan PPIM (2020), 24,89% mahasiswa Indonesia terindikasi memiliki sikap intoleran. Dari sumber lain, Alvara Research (2020) melaporkan bahwa 23,4% mahasiswa dan pelajar Indonesia mengaku anti-Pancasila dan malah pro-khilafah. Data-data ini tentu mengkhawatirkan, tetapi bukan berarti tidak bisa kita kalahkan,” katanya.

Sel Tidur

Sebagai pintu terakhir sebelum menggumpal menjadi Terorisme, Radikalisme adalah sikap atau mental yang menyetujui dan mendukung penggunaan aksi-aksi kekerasan untuk mencapai suatu tujuan.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. secara lebih spesifik menjelaskan bahwa seseorang dapat dicurigai terjangkit Radikalisme apabila menunjukkan bentuk-bentuk aksi seperti mengapresiasi aksi Terorisme, tidak mengecam aksi Terorisme, menunjukkan dukungan melalui unggahan di Media Sosial, mencurigai aksi teror sebagai rekayasa, dan sebagainya.

“Jika sikap dan pemahaman ini tidak segera diintervensi, sangat mungkin seseorang yang sudah radikal menjadi teroris. Yang bersangkutan bukan lagi mendukung dan menyetujui aksi-aksi kekerasan, tetapi sudah terlibat langsung dengan menjadi pelaku atau eksekutor aksi-aksi kekerasan tersebut,” ujar Gatot.

Hal yang harus dipahami bersama, lanjut Gatot, radikalisme terjadi secara bertahap dan dengan kadar yang berbeda-beda pula. Umumnya, Radikalisme bermula dari Intoleransi, yakni sebuah pemahaman dan sikap yang menolak keberadaan kelompok lain; risih dengan perbedaan.

“Itu sebabnya, tidak sedikit pakar dan pengamat yang menyebut radikalisme ibarat sel tidur yang sewaktu-waktu dapat tergerak untuk melakukan aksi-aksi anarkis,” katanya.

Lima Sebab

Ia pun memaparkan ada lima sebab kenapa anak-anak muda tertarik pada narasi atau bahkan gerakan intoleran dan radikal. Pertama, mereka sedang mencari identitas diri. Studi yang dilakukan oleh The United States Institute of Peace pada 2010 menunjukkan bahwa 2.032 militan asing jaringan Alqaeda berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar; mereka adalah orang-orang yang sedang mengembara untuk menemukan jati dirinya.

Kedua, mereka membutuhkan perasaan kebersamaan. Kelompok teroris pandai memanfaatkan para remaja yang sedang resah terhadap kondisi emosionalnya. Mereka ingin mencari kebersamaan yang kadang tidak mereka dapatkan dari keluarganya.

Ketiga, mereka ingin memperbaiki apa yang dianggap mencederai rasa keadilan. Para remaja ini memiliki semangat yang menggebu-gebu dan idealisme yang tinggi untuk melakukan perubahan, hal inilah yang juga dimanfaatkan oleh kelompok teroris.

Keempat, mereka sedang membangun citra diri. Kelompok remaja sangat ingin terlihat menonjol atau eksis, karenanya mereka cenderung tidak segan untuk melakukan berbagai cara untuk tampil impresif, termasuk di antaranya adalah dengan menjadi bagian dari kelompok dan gerakan ekstremis.

Kelima, mereka memiliki akses yang luas untuk berinteraksi dengan siapa pun di dunia maya, termasuk dengan kelompok radikal. Persinggungan di dunia maya inilah yang kerap menjadi permulaan bagi kalangan muda untuk bergabung dengan kelompok teroris.

“Khusus pada poin terakhir, banyak kalangan yang menyebut media sosial telah membuat kalangan anak-anak muda semakin rentan, terutama –sebagaimana dikemukakan dalam temuan Wahid Foundation (2017)—karena kalangan muda lebih senang belajar agama dari media sosial, dengan ustaz/ah yang belum tentu terjamin kualitas keilmuan dan akhlaknya,” katanya.

Melawan dengan Kebersamaan

Gatot mengatakan, penanggulangan bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan perguruan tinggi harus diprioritaskan, selain karena hal ini merupakan bagian dari tiga dosa besar di dunia pendidikan yang sedang gencar dihilangkan oleh pemerintah, radikalisme dan terorisme juga berpotensi besar menghancurkan bukan saja negara, tetapi kemanusiaan dan peradaban kita.

Untuk itu, Polri serius membangun kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk melawan segala bentuk ajaran dan gerakan kekerasan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan nasional, masifikasi program kontra-ideologi, deradikalisasi, netralisasi media, serta netralisasi situasi.

“Pihak kampus pun harus lebih aktif menjadi, meminjam istilah Kadensus 88, kampus inklusi anti-intoleransi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pertama, membuka lebih banyak ruang perjumpaan di dalam kampus; tak boleh ada organisasi mahasiswa yang bersifat eksklusif. Kampus juga harus tegas soal regulasi anti-radikalisme di internal masing-masing. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan kesepakatan bersama untuk selalu patuh dan menjunjung tinggi empat komitmen dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kampus juga harus selalu memastikan materi pembelajaran mengandung pandangan keagamaan moderat dan bernuansa wawasan kebangsaan,” katanya.

“Hanya dengan komitmen dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama mengalahkan paham dan gerakan kekerasan,” katanya mengakhiri. (mjb/tg red humas)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bondowoso Lepas Keberangkatan 600 Jemaah Haji.

    Bupati Bondowoso Lepas Keberangkatan 600 Jemaah Haji.

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    BONDOWOSO,RI-Jemaah haji sebanyak 600 asal Kabupaten Bondowoso resmi diberangkatkan menuju tanah suci. Seremonial pemberangkatan berlangsung di depan Pendapa Raden Bagus Asra Bondowoso, Minggu kemarin. Lebih dari 75 Ribu Jemaah Haji Telah Diberangkatkan, Pemerintah Tegaskan Prosedur KesehatanAda 43 Jemaah Haji Cadangan di Bondowoso Diharapkan Bisa Berangkat Tahun Ini Sebanyak Delapan Visa Jemaah Haji Asal Bondowoso Belum Terbit […]

  • Warga Kodam Tanjungpura Gelar Tradisi Penyambutan dan Penerimaan Pangdam XII/Tpr

    Warga Kodam Tanjungpura Gelar Tradisi Penyambutan dan Penerimaan Pangdam XII/Tpr

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Kubu Raya ,RI – Keluarga besar Kodam XII/Tanjungpura mendapat pemimpin baru, Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., yang sejak kemarin telah resmi menjabat Pangdam XII/Tpr. Acara penyambutan dilaksanakan mulai dari tiba di Bandara Supadio hingga di Makodam XII/Tpr, Selasa (31/12/2024). Di bandara, Mayjen TNI Jamallulael didampingi Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Ny. Indah Jamallulael disambut dengan […]

  • Langkah Tegas Satgas Yonzipur 5/ABW Hadapi Aktivitas Ilegal Melalui Sweeping

    Langkah Tegas Satgas Yonzipur 5/ABW Hadapi Aktivitas Ilegal Melalui Sweeping

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Kapuas Hulu,RI – Sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW, Pos Sei Mawang 2 telah melaksanakan sweeping kendaraan di beberapa titik strategis tepatnya di Desa Sungai Mawang, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (27/11/2024). Danru Pos Sei Mawang, Serda Riyanto mengatakan “Operasi ini bertujuan untuk […]

  • Polisi Rutin Patroli di Pasar Tradisional : Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Bulan Ramadhan

    Polisi Rutin Patroli di Pasar Tradisional : Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Bulan Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 251
    • 0Komentar

    , KUBU RAYA – Radar Infonesia- Polres Kubu Raya melalui Polsek jajarannya melakukan patroli rutin pemantauan terhadap ketersediaan harga dan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional. Pengecekan ini bertujuan untuk memetakan potensi kenaikan atau penurunan harga barang serta ketersediaan kebutuhan pokok setiap harinya. Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Raya gencar melakukan patroli pengecekan harga dan ketersediaan barang […]

  • Polres Pasuruan Amankan Pengedar Bawa 36 Klip Sabu

    Polres Pasuruan Amankan Pengedar Bawa 36 Klip Sabu

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan mengamankan seorang pria dengan inisial, SR,(33), Pria asal Desa Winongan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan tersebut diduga adalah seorang Pengedar Narkoba. Dari tangannya, Petugas mengamankan Sabu dengan berat 9,21 gram. Sabu tersebut disimpan rapi dalam wadah klip kecil sebanyak 36 dan terpisah. SR diamankan Petugas pada Sabtu (18/2) […]

  • Surat Suara Tiba di Gudang KPU, Polres Lumajang Lakukan Pengamanan

    Surat Suara Tiba di Gudang KPU, Polres Lumajang Lakukan Pengamanan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Lumajang, RI – Personel Kepolisian Polres Lumajang, turut mengawal logistik surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 hingga tiba di Gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Senin (28/10/2024) sore. Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik melalui Kasubsi Pidm Sihumas Ipda Sugiarto mengatakan, bahwa seluruh personel melakukan pengamanan di Gudang Logistik KPU telah dikerahkan […]

expand_less