Petani Luas Bertahan Di Tengah Gempuran Alih Fungsi Lahan
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 21 Feb 2022
- visibility 263
- print Cetak

BENGKULU – RI, Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu terpaksa beralih fungsi yang dulunya lahan tanaman padi kini beralih fungsi menjadi tanaman jagung.
Hal ini disebabkan hampir seluruh aliran irigasi dan Daerah Persawahan Tertimbun matrial pasir dan batu.
Menurut Bapak Asnawi salah satu Tokoh Masyarakat Kecamatan Luas ketika dihubungi melalui telepon terkait alih fungsi lahan Pertanian Minggu 20 Februari 2022. Ia mengatakan, “alih fungsi ini sudah mulai tahun 2015 hal ini akibat besarnya luapan banjir, serta dugaan kami diperburuk karena adanya Galian C dibagian hulu Sungai Luas. Karena sebelumnya banyak batu berukuran m3 /batu gajah yang secara alami berfungsi penahan derasnya aliran Sungai sebelum melewati hamparan persawahan mulai dari Desa Kepahyang sampai ke Desa Tuguk kini sudah tidak ada lagi karena batu itu dijual, sehingga setiap kali banjir dipastikan membawa matrial pasir dan batu yang menimbun dan merusak Sawah warga,” ucapnya.

Ia juga sangat menyesalkan, meskipun sejak awal tahun 2014 telah dilakukan protes terhadap adanya wacana ijin Galian C, namun tetap saja terbit, dan ia menduga adanya Oknum yang mengambil keuntungan tanpa memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan yang mengancam ratusan Petani khususnya di Kecamatan Luas.
Ia berharap, “dengan adanya kejadian ini pihak- pihak terkait agar peduli dan iba, serta memberikan solusi yang terbaik atas kondisi Petani di Kecamatan Luas,” tutupnya. (evan)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar