Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 44
  • print Cetak

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran

Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Ketua Pengadilan Agama Zainal Fanani menyerahkan secara simbolis dokumen hasil sidang terpadu isbat penetapan asal usul anak, dan dokumen Kependudukan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu PMI yang mendapatkan hak pembuatan dokumen akta kelahiran anak adalah, Sugi Utomo warga Desa Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik. Didampingi istrinya Marwah menerima beberapa dokumen yang diserahkan langsung oleh Bupati Gresik di ruangan Putri Cempo, Pemkab Gresik, Selasa (13/1/2026).

Bupati Yani mengatakan, Kegiatan pada hari ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Khususnya dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar warga negara, yaitu hak atas identitas hukum dan kepastian status kependudukan.

“Dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Bupati Yani, bagi Pekerja Migran Indonesia, persoalan administrasi kependudukan termasuk penetapan asal usul anak sering kali menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengadilan Agama dan seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Gresik dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Penyerahan dokumen pada hari ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi anak-anak PMI dan keluarganya. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita lindungi dan pastikan hak-haknya terpenuhi sejak dini, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Bupati Gresik yang juga menjabat Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut juga mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk membuat konsep kepada pra pekerja Migran maupun setelah atau purna migran.

“Dinas Tenaga kerja harus aktif dalam mengkonsep para pekerja migran mulai dari pra penempatan dengan kontrak kerja yang benar untuk menghindari TPPO atau yang sudah purna. Dimana setelah mendapatkan penghasilan lebih sampai habis kontrak kerjanya ini yang menjadi konsentrasi dari Disnaker,” terangnya.

Dikatakan, pekerja migran juga membutuhkan perlindungan pemerintah daerah baik dari pernikahan disana yang sah secara agama namun tidak sah secara hukum. Selain itu anak anak pekerja migran juga harus mendapatkan hak hak mereka dalam mengakses pendidikan, kesehatan karena sudah diatur juga dalam UU desa.

“Pemerintah daerah memberikan perlindungan dalam memberikan hak hak anak anak yang lahir dari pekerja migran. Jangan sampai anak tersebut tidak mempunyai hak baik identitas, pendidikan, kesehatan dan seluruh hak yang mereka dapatkan, dibutuhkan kolaborasi Pemkab Gresik bersama Pengadilan Agama, maupun stakeholder lain,” ucapnya.

Ia juga berharap, dengan diterimanya dokumen penetapan asal usul anak serta dokumen kependudukan ini, para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Serta tidak lagi mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik dan administrasi pemerintahan.

“Secara bertahap anak anak pekerja migran ini nantinya akan kita bawa pulang, kita identifikasi dahulu untuk sementara nanti kita pulangkan lima anak. Pemkab Gresik akan semaksimal mungkin membantu pemulangan anak anak pekerja migran, agar mendapatkan hak haknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Yani menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pekerja migran beserta keluarganya.

Bupati Yani juga memerintahkan kepada Camat untuk mengidentifikasi area yang menjadi kantong pekerja migran di wilayahnya untuk mengedukasi warganya yang akan menjadi pekerja migran melalui jalur yang benar.

“Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran melalui jalur tikus atau ilegal dengan negara tujuan Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Arab Saudi,” tuturnya.

Tidak berhenti disitu, Dirinya yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Gresik itu juga akan membuat posko bagi pekerja migran yang juga menjadi pembahasan saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Partai PDIP di Jakarta beberapa hari lalu.

“Saat Rakernas kemarin salah satunya juga dibahas perlindungan pekerja migran. Selain itu mendorong DPR RI untuk merevisi UU pekerja migran,” pungkasnya

Di tempat sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik Hari Syawaludin dalam laporannya menyampaikan, administrasi kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

“Dalam praktiknya, masih banyak PMI yang menghadapi kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan. Terutama terkait dengan status anak yang lahir di luar negeri maupun permasalahan pencatatan sipil lainnya,” tutur Hari.

Dikatakan, dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya.

“Dilaksanakannya kegiatan ini Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Stakeholder dalam memberikan perlindungan, kepastian hukum, serta pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi PMI,” harapnya.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan penyerahan dokumen ini bertujuan untuk, memberikan kepastian hukum atas status identitas anak hasil penetapan asal usul anak. Memfasilitasi PMI dan keluarganya dalam memperoleh dokumen kependudukan yang sah dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, meningkatkan akses layanan administrasi kependudukan bagi PMI, mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Serta mendukung perlindungan hak sipil anak dan keluarga PMI.

“Dokumen yang diserahkan kepada penerima meliputi, dokumen surat nikah, dokumen pengesahan anak, dokumen kartu keluarga, dokumen Akta Kelahiran Suami / Istri, dokumen KTP-el, dan dokumen KIA (Kartu Identitas Anak),” terangnya.

Dengan terlaksananya kegiatan penyerahan dokumen hasil penetapan asal usul anak dan dokumen kependudukan bagi Pekerja Migran Indonesia. Diharapkan para penerima manfaat dapat memperoleh kepastian hukum atas identitas dirinya dan keluarganya serta dapat mengakses berbagai layanan publik dengan lebih mudah.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional,” tandasnya.(Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Sumenep Ungkap Kasus Pembunuhan Anak 4 Tahun Sadis Biadab

    Polres Sumenep Ungkap Kasus Pembunuhan Anak 4 Tahun Sadis Biadab

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Kapolres Sumenep AKBP Darman,S.I.K., menjelaskan pengungkapan pembunuhan anak yang bernama Selfi Nor Indahsari umur 4 tahun, Dusun Tambak Agung Desa Tambak Agung Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. Kamis (29/04/2021) Pukul 09.00 WIB. Dalam penyelidikan tidak terlalu lama Pelaku pembunuhan Selfi Nor Indahsari anak berumur 4 tahun. Warga Dusun Tambak Agung […]

  • Sat Binmas Polresta Pontianak Gelar Latihan Polmas untuk Pelajar SMK Negeri 6 Pontianak

    Sat Binmas Polresta Pontianak Gelar Latihan Polmas untuk Pelajar SMK Negeri 6 Pontianak

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PONTIANAK,RI –Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Pontianak menggelar kegiatan Latihan Polisi Masyarakat (Polmas) bagi para pelajar SMK Negeri 6 Pontianak. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta peran aktif pelajar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di aula SMK Negeri 6 Pontianak ini diikuti […]

  • Polres Mojokerto Amankan Aksi Balap Liar Jaring Ratusan Pemuda

    Polres Mojokerto Amankan Aksi Balap Liar Jaring Ratusan Pemuda

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 231
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Ratusan Pemuda yang hendak melakukan Aksi Balap Liar di Jalan Jambuwok, Kecamatan Trowulan, berhasil diamankan Polres Mojokerto, Minggu (7/11/2021). Tidak kurang dari 103 Pemuda tertangkap dan 60 sepeda motor diamankan. Para Pemuda tersebut terperangkap dan tidak dapat keluar lantaran semua akses dijaga ketat oleh Petugas. Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Arpan mengatakan, Razia […]

  • Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Kang Marhaen Motivasi Manajemen RSD Nganjuk, Untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia sebagai Insan Tenaga Kesehatan

    Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Kang Marhaen Motivasi Manajemen RSD Nganjuk, Untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia sebagai Insan Tenaga Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 234
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai tolak ukur mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk, Plt Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA berikan bimbingan dan motivasi kepada Managemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk, di Ruang Rapat Utama RSD Nganjuk, Kamis (28/04/2022). Dalam arahannya, Plt Bupati, […]

  • SANTUNAN NASIONAL  KE – 17, ORGANISASI SHIDDIQIYYAH

    SANTUNAN NASIONAL KE – 17, ORGANISASI SHIDDIQIYYAH

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 393
    • 2Komentar

    MOJOKERTO – RI, Dalam rangkamengagungkan Nabi Muhammad SAW, pada hari ini Minggu, 24 Oktober  2021 bertempat di Gubug SHIDDIQIYYAH Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi telah diadakanSantunan Nasional ke-17 sebanyak 75 penerima dengan nominal Rp. 11.250.000 untuk Wilayah Kecamatan Kemlagi. Sesuai peliputan Media Radar Indonesia kegiatan di hadiri Muspika, Kepala Desa berserta Perangkat Desa Juga Pengurus Shiddiqiyyah […]

  • Polisi Selidiki Terbakaranya Rumah Sitaan Bank di Gang Asaka

    Polisi Selidiki Terbakaranya Rumah Sitaan Bank di Gang Asaka

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 346
    • 0Komentar

    KUBU RAYA, RI – Sampai detik ini Satuan Reserse Polres Kubu Raya masih melakukan penyelidikan mendalam penyebab terbakarnya sebuah rumah sitaan milik Bank BRI di Jalan Adisucipto Gang Asaka No.10 Rt.001 Rw.008 Dusun Arang Jaya, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya pada Jumat malam (12/7). Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.I.K., […]

expand_less