Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran

Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Ketua Pengadilan Agama Zainal Fanani menyerahkan secara simbolis dokumen hasil sidang terpadu isbat penetapan asal usul anak, dan dokumen Kependudukan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu PMI yang mendapatkan hak pembuatan dokumen akta kelahiran anak adalah, Sugi Utomo warga Desa Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik. Didampingi istrinya Marwah menerima beberapa dokumen yang diserahkan langsung oleh Bupati Gresik di ruangan Putri Cempo, Pemkab Gresik, Selasa (13/1/2026).

Bupati Yani mengatakan, Kegiatan pada hari ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Khususnya dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar warga negara, yaitu hak atas identitas hukum dan kepastian status kependudukan.

“Dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Bupati Yani, bagi Pekerja Migran Indonesia, persoalan administrasi kependudukan termasuk penetapan asal usul anak sering kali menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengadilan Agama dan seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Gresik dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Penyerahan dokumen pada hari ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi anak-anak PMI dan keluarganya. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita lindungi dan pastikan hak-haknya terpenuhi sejak dini, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Bupati Gresik yang juga menjabat Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut juga mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk membuat konsep kepada pra pekerja Migran maupun setelah atau purna migran.

“Dinas Tenaga kerja harus aktif dalam mengkonsep para pekerja migran mulai dari pra penempatan dengan kontrak kerja yang benar untuk menghindari TPPO atau yang sudah purna. Dimana setelah mendapatkan penghasilan lebih sampai habis kontrak kerjanya ini yang menjadi konsentrasi dari Disnaker,” terangnya.

Dikatakan, pekerja migran juga membutuhkan perlindungan pemerintah daerah baik dari pernikahan disana yang sah secara agama namun tidak sah secara hukum. Selain itu anak anak pekerja migran juga harus mendapatkan hak hak mereka dalam mengakses pendidikan, kesehatan karena sudah diatur juga dalam UU desa.

“Pemerintah daerah memberikan perlindungan dalam memberikan hak hak anak anak yang lahir dari pekerja migran. Jangan sampai anak tersebut tidak mempunyai hak baik identitas, pendidikan, kesehatan dan seluruh hak yang mereka dapatkan, dibutuhkan kolaborasi Pemkab Gresik bersama Pengadilan Agama, maupun stakeholder lain,” ucapnya.

Ia juga berharap, dengan diterimanya dokumen penetapan asal usul anak serta dokumen kependudukan ini, para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Serta tidak lagi mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik dan administrasi pemerintahan.

“Secara bertahap anak anak pekerja migran ini nantinya akan kita bawa pulang, kita identifikasi dahulu untuk sementara nanti kita pulangkan lima anak. Pemkab Gresik akan semaksimal mungkin membantu pemulangan anak anak pekerja migran, agar mendapatkan hak haknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Yani menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pekerja migran beserta keluarganya.

Bupati Yani juga memerintahkan kepada Camat untuk mengidentifikasi area yang menjadi kantong pekerja migran di wilayahnya untuk mengedukasi warganya yang akan menjadi pekerja migran melalui jalur yang benar.

“Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran melalui jalur tikus atau ilegal dengan negara tujuan Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Arab Saudi,” tuturnya.

Tidak berhenti disitu, Dirinya yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Gresik itu juga akan membuat posko bagi pekerja migran yang juga menjadi pembahasan saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Partai PDIP di Jakarta beberapa hari lalu.

“Saat Rakernas kemarin salah satunya juga dibahas perlindungan pekerja migran. Selain itu mendorong DPR RI untuk merevisi UU pekerja migran,” pungkasnya

Di tempat sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik Hari Syawaludin dalam laporannya menyampaikan, administrasi kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

“Dalam praktiknya, masih banyak PMI yang menghadapi kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan. Terutama terkait dengan status anak yang lahir di luar negeri maupun permasalahan pencatatan sipil lainnya,” tutur Hari.

Dikatakan, dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya.

“Dilaksanakannya kegiatan ini Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Stakeholder dalam memberikan perlindungan, kepastian hukum, serta pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi PMI,” harapnya.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan penyerahan dokumen ini bertujuan untuk, memberikan kepastian hukum atas status identitas anak hasil penetapan asal usul anak. Memfasilitasi PMI dan keluarganya dalam memperoleh dokumen kependudukan yang sah dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, meningkatkan akses layanan administrasi kependudukan bagi PMI, mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Serta mendukung perlindungan hak sipil anak dan keluarga PMI.

“Dokumen yang diserahkan kepada penerima meliputi, dokumen surat nikah, dokumen pengesahan anak, dokumen kartu keluarga, dokumen Akta Kelahiran Suami / Istri, dokumen KTP-el, dan dokumen KIA (Kartu Identitas Anak),” terangnya.

Dengan terlaksananya kegiatan penyerahan dokumen hasil penetapan asal usul anak dan dokumen kependudukan bagi Pekerja Migran Indonesia. Diharapkan para penerima manfaat dapat memperoleh kepastian hukum atas identitas dirinya dan keluarganya serta dapat mengakses berbagai layanan publik dengan lebih mudah.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional,” tandasnya.(Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambrolnya Jembatan Penghubung  Gempol – Pandaan  Mengakibatkan Terputusnya Akses Jalan

    Ambrolnya Jembatan Penghubung Gempol – Pandaan Mengakibatkan Terputusnya Akses Jalan

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 396
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Curah hujan intensitas cukup tinggi yang mengakibatkan ambruknya salah satu Jembatan Penghubung Kecamatan Gempol dan Kecamatan Pandaan sehingga akses jalan dari Desa Sumbersuko Kecamatan Gempol dan Desa Tawangrejo Kecamatan Pandaan tidak bisa dilalui, Minggu (14/03/2021). Kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WIB beruntung tidak menelan Korban Jiwa, dengan putusnya Jembatan Penghubung antara Dusun Ngipik Desa Sumbersuko […]

  • Selamat Atas Pelantikan Wali Kota Tasikmalaya

    Selamat Atas Pelantikan Wali Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Post Views: 275

  • Mempererat Tali Silaturahmi, Kapolres Pasuruan Menggelar Halal Bihalal Bersama Purnawirawan Polri.

    Mempererat Tali Silaturahmi, Kapolres Pasuruan Menggelar Halal Bihalal Bersama Purnawirawan Polri.

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Dalam rangka menjalin dan mempererat tali silaturahmi di momen Idul Fitri 1444 H, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. menggelar Halal Bihalal bersama Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Polres Pasuruan, bertempat di Gedung Tribrata Polres Pasuruan, Selasa (09/05/2023). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PP Polri AKBP Purn. Lewo Sutopo, PJU […]

  • Peresmian Kampung Tangguh Desa Ngogri Sekaligus Sosialisasikan SE Hajatan

    Peresmian Kampung Tangguh Desa Ngogri Sekaligus Sosialisasikan SE Hajatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JOMBANG – RI, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab Bersama Perwakilan Forkopimda kembali meresmikan Kampung Tangguh Semeru. Kali ini, Rabu (5/8/2020) giliran Kampung Tangguh Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang. Desa yang sebelumnya sempat ada satu orang yang terkonfirmasi Covid-19 ini, kini sekarang sudah sembuh dan statusnya sudah putih kembali. Bupati Jombang dan Rombongan tiba di […]

  • Di Tahun 2017 Pasar Benteng Pancasila (Benpas) Terbakar,Tahun 2020 Di Resmikan Kembali Oleh Wali Kota Mojokerto Bersama Ketua DPD RI

    Di Tahun 2017 Pasar Benteng Pancasila (Benpas) Terbakar,Tahun 2020 Di Resmikan Kembali Oleh Wali Kota Mojokerto Bersama Ketua DPD RI

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 293
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI, September 2017 silam Pasar Benpas terbakar meluluhkan seluruh bangunan Pasar yang berada di Benteng Pancasila, kini Pedagang Kaki Lima kembali menempati Kios Pasar Benteng Pancasila (Benpas). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meresmikan Pasar Benteng Pancasila dengan menggunakan konsep Transaksi digital di era modern, Kamis (22/10/2020). Peresmian Pasar Benteng Pancasila tersebut disamping […]

  • Sukses SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar 83 Anak Telah Lolos SPAN-PTKIAN 2026

    Sukses SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar 83 Anak Telah Lolos SPAN-PTKIAN 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BLITAR, RI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar betapa tidak, kini sejumlah 83 siswa siswi berprestasi berhasil lolos masuk di Berbagai Perguruan negeri ternama Nasional . Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kwalitas lembaga pendidikan dan dedikasi seluruh civitas sekolah dalam mencetak generasi unggul. Dari peserta didik mayoritas lolos ke […]

expand_less