Lomba Tumpeng dan Doa Bersama Satukan Semangat, Kebersamaan, dan Kekeluargaan
- account_circle Pom py
- calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
- visibility 112
- print Cetak

Foto Tasyakuran HUT ke-80 RI di Benjeng. (Rdwn)
Gresik, RI – Hari Jumat tanggal 15 Agustus 2025 Pendopo Kecamatan Benjeng menjadi pusat kemeriahan dan kekhidmatan dalam rangka tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Dua kegiatan utama diselenggarakan secara bersambung pada Jumat (15/8) yakni
penilaian lomba tumpeng dan doa bersama, yang keduanya berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Lomba tumpeng diikuti oleh perwakilan dari 23 desa se-Kecamatan Benjeng, menampilkan kreativitas warga dalam menyusun sajian tradisional yang sarat makna.
Usai lomba, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, serta seluruh kepala desa.
Camat Benjeng dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsep tasyakuran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sengaja menyambungkan lomba tumpeng dengan doa bersama agar hasil lomba bisa langsung dimanfaatkan sebagai jamuan makan bersama. Jadi tidak ada yang terbuang sia-sia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingkat kehadiran tahun ini meningkat signifikan, dengan lebih dari 25 organisasi turut berpartisipasi.
Acara ditutup dengan ceramah agama oleh KH. Yusuf Ali yang menyampaikan materi singkat namun penuh semangat, membangkitkan rasa cinta tanah air dan semangat juang di tengah para hadirin.
Kekeluargaan Semakin Terasa Saat Makan Bersama
Momen makan bersama usai doa dan lomba tumpeng menjadi puncak kehangatan dalam rangkaian tasyakuran. Di bawah naungan pendopo yang sederhana namun penuh makna, para peserta duduk berdampingan menikmati hidangan tumpeng hasil kreasi warga. Tak ada sekat antara pejabat dan masyarakat, antara tua dan muda—semua larut dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Tawa ringan, obrolan santai, dan saling berbagi cerita membuat suasana terasa seperti satu keluarga besar yang bersatu dalam rasa syukur dan cinta tanah air. Tumpeng yang awalnya menjadi simbol perlombaan kini menjelma menjadi perekat kebersamaan, membuktikan bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan masih hidup dan kuat di tengah masyarakat Benjeng.
Momen Berharga Diabadikan Bersama
Banyak dari hadirin memanfaatkan momen kebersamaan tersebut untuk mengabadikan dokumentasi pribadi maupun kelompok. Kamera ponsel dan perangkat digital lainnya tampak aktif digunakan untuk menangkap senyum, tawa, dan kehangatan yang terpancar dari setiap sudut pendopo. Para peserta lomba tumpeng berfoto bersama hasil karya mereka, sementara tokoh masyarakat dan tokoh agama terlihat berswafoto dengan latar belakang tumpeng dan dekorasi kemerdekaan yang meriah.
Tak sedikit pula yang mengunggah momen tersebut ke media sosial, membagikan semangat perayaan kepada khalayak luas. Dokumentasi ini bukan sekadar gambar, melainkan jejak kebersamaan yang akan dikenang sebagai bagian dari sejarah lokal Kecamatan Benjeng dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang penuh makna dan kekeluargaan. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar