Maraknya Prostitusi di Kobar di Duga Adanya Pembiaran .
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 17 Mar 2025
- visibility 285
- print Cetak

PANGKALAN BUN,RI-Pasca di tutupnya lokasi yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat ( Kobar ) Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng) pada tahun 2016 , ratusan PSK yang di pulangkan kampung halamannya ,yang mana masing – masing di berikan pesangon , yang menggunakan dana APBD Kobar , maksud dan tujuan PEMDA agar mereka tidak kembali lagi ke Kobar dengan pekerjaan yang sama .
Tempat tersebut berada di sekitar wilayah Kecamatan antara lain Kecamatan Kotawaringin Lama di Desa Dawak , Desa Saka Bulin , Kecamatan Pangkalan Lada , desa Pangkalan tiga ( sungai Rengas ) ,Kecamatan Pangkalan Banteng Desa Amin jaya , Desa Natai Kerbau , Di perbatasan Kabupaten Kobar dengan Lamadau ( Bukit Sungkai )”.
Tempat prostitusi ini bermacam cara untuk mengelabui Pemerintah Daerah ( Pemda) ada yang berkedok warung Kopi ada yang berkedok karaoke keluarga , namun itu sebenarnya adalah tempat esek – esek .
Ironisnya sampai saat ini tidak ada tindakan yang tegas di lakukan Pemerintah Daerah (Pemda ) pasal saat ini tempat – tempat Prostitusi yang ada di Kobar bukannya berkurang namun semakin merajalela , patut di duga ada yang membackingi dan sengaja membiarkan , kemungkinan dengan adanya tempat semacam ini ada pihak yang di untungkan .
Sebenarnya tempat – tempat seperti ini rentan beredarnya minuman keras ( Miras ) Pasalnya setiap tamu yang berkaraoke selalu menenggak minum keras ( Miras) Jadi setiap berkaraoke selalu minum – minum keras kadang – kadang ada yang sampai mabuk .
Sangat di sayangkan tindakkan yang lakukan Satpol PP bukannya memberikan efek jera atau berkurang , namun semakin bertambah , sebab adanya bagunan yang baru – baru di sekitar bangunan , yang sudah yang ada terdahulu yang jadikan tempat Prostitusi , jadi kesannya tindakkan Satpol PP hanya setengah hati.
Mirisnya lagi di Bulan Suci Ramadhan mereka masih ada yang melakukan aktivitas , karna tindakan dari Satpol PP itu hanya terkesan setengah hati , mungkin juga kurangnya pengawasan dari PEMDA .
Menurut salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya menyampaikan kepada media , ” untuk komplek yang ada di Kotawringin Lama ini pak , mereka yang punya Komplek atau Karaoke setiap bulan bayar atensi kepada oknum ormas yang ada di Kotawaringin , alasannya itu untuk uang keamanan , makanya mereka berani buka karna ada yang membackingi pak , walaupun bulan suci Ramadhan mereka berani buka juga ujarnya.
Kalau yang di wilayah lain ada juga , seperti , Amin jaya , di Batas Kobar dengan Lamandau ( Bukit Sungkai ), Sungai Rengas , masih ada lagi pak tapi terperpisah – pisah pangkasnya.
Konfirmasi , kepada salah seorang pemilik Komplek di Desa Dawak Kec Kotawringin lama berinisial IR menjelaskan ” Kami disini pak di mintai uang keamanan oleh orang yang mengaku dari Ormas katanya untuk uang keamanan ,setiap komplek yang ada ruang Karaoke bayar Rp 2.000.000 ; (dua juta Rupiah ) setiap bulan termasuk saya , tapi ada orang mengambil uangnya kesini orang tiga pak , yaitu GD dan TO yang satunya saya lupa namanya . ( BN ).
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar