Memperkuat Kebinekaan: Festival Sangkuriang 2025 Cimahi Jadi Wadah Pembauran Lintas Etnis
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
- visibility 59
- print Cetak

CIMAHI,RI-Pemerintah Kota Cimahi bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sukses menyelenggarakan Festival Sangkuriang Tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempersatukan masyarakat lintas etnis sekaligus melestarikan seni dan budaya Nusantara yang hidup dan berkembang di Kota Cimahi.
Diikuti oleh 23 etnis yang tergabung dalam FPK Kota Cimahi, festival ini diawali dengan parade budaya meriah dari kawasan Cimahi Mall menuju Alun-Alun Cimahi. Acara dilanjutkan dengan beragam penampilan seni tradisional, tarian daerah, musik etnik, serta peragaan busana adat yang memukau. Antusiasme tinggi masyarakat yang memadati area festival mencerminkan dukungan kuat publik terhadap kegiatan kebudayaan yang menjunjung nilai persatuan.
Wali Kota Cimahi, Lekol. (Purn) Ngatiyana, S.A.P. yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut Festival Sangkuriang sebagai ruang ekspresi kebhinekaan dan toleransi.
Menurutnya, dinamika sosial dan keberagaman latar belakang masyarakat Cimahi merupakan potensi besar yang harus terus dirawat melalui pendekatan budaya.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan alasan untuk terpecah, justru menjadi kekuatan untuk membangun Cimahi yang aman, rukun, dan kondusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nama Sangkuriang dipilih sebagai simbol semangat kerja cepat, kolaboratif, dan efektif. Filosofi tersebut tercermin dari proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan yang terkoordinasi.
Ngatiyana menekankan bahwa festival ini dilaksanakan menggunakan sebagian dana APBD, namun sebagian besar anggaran berasal dari swadaya FPK dan dukungan berbagai mitra. Ungkapnya
Ketua FPK Kota Cimahi, Totong Solehudin, menambahkan bahwa FPK merupakan wadah pembauran etnis yang dibentuk sesuai amanat peraturan perundang-undangan, menaungi 23 etnis yang aktif menjaga kerukunan.
“Festival Sangkuriang kami rancang sebagai ruang temu lintas etnis, ruang dialog, serta panggung kebudayaan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan ke depan dikembangkan sebagai kalender event budaya yang berkelanjutan,” ungkap Totong.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan media, yang diharapkan mampu mendorong partisipasi publik dan memberi dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal.
Melalui Festival Sangkuriang 2025, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk mendukung pemajuan kebudayaan, penguatan nilai toleransi, serta pembangunan sosial yang inklusif. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Cimahi. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar