Breaking News
light_mode
Trending Tags

Air Kering, Asap Mencekik, Rumah Terancam: Pengorbanan Tim Gabungan Menahan Ego Oknum Tak Berhati

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

 

KUBU RAYA, RI – Asap pekat merayap pelan, membawa bau sangit yang menusuk hidung di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (21/7/26).

Di balik kepulan asap itu, ada perjuangan hidup dan mati.

Tim gabungan dari Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengendalian Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung harus mempertaruhkan keselamatan demi menahan amuk si jago merah.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare hangus tak bersisa.

Yang memilukan, keganasan api tak hanya melalap semak belukar, tetapi juga menerobos dan membakar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Tempat peristirahatan terakhir para leluhur kini lumat berjelaga.

Lebih mengerikan lagi, lidah api itu hanya berjarak 3 kilometer dari pemukiman warga, ancaman nyata yang siap melahap atap-atap rumah jika dibiarkan sejengkal saja melangkah.

Bertaruh Nyawa di Parit yang Mengering
Perjuangan tim di lapangan ibarat bertarung tanpa senjata penuh.

Saat api membesar dan melompat dari rumput kering ke pusara-pusara warga, pasokan air justru habis.

Parit-parit di sekitar lokasi telah mengering kerontang, berubah menjadi tanah retak yang gersang.

Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menggambarkan betapa getirnya situasi di titik api.

“Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan hawa panas yang menyengat.

Ketiadaan air karena parit mengering membuat anggota dan relawan harus memutar otak dan bekerja ekstra keras.

Ini bukan sekadar memadamkan api, ini adalah upaya menyelamatkan pemukiman warga dan menghormati tempat peristirahatan terakhir saudara-saudara kita,” ungkap Ade dengan nada getas, Rabu (22/7/26).

Meski api permukaan telah berhasil dipadamkan, tim tak berani pulang.

Mereka masih bertahan di lokasi, mengawasi jelaga dan bara bawah tanah (pantau bara) yang sewaktu-waktu bisa kembali meledak menjadi petaka.

Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
Di tengah dukacita dan napas tersengal para petugas, muncul pertanyaan mendasar, mengapa lahan ini terbakar? Pihak Kepolisian Resor Kubu Raya menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku perusakan lingkungan.

“Kami sedang bergerak melakukan penyelidikan mendalam.

Kami akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan dari oknum tak bertanggung jawab yang demi keuntungan pribadi atau kecerobohannya tega mengorbankan banyak orang,” tegas Ade.

Sikap tegas ini diambil karena membakar lahan, terlebih hingga merusak pemakaman umum dan mengancam nyawa warga bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kelakuan nir-empati yang memicu antipati publik.

Catatan Moral: Ketika Nurani Tertimbun Abu
Berapa banyak lagi paru-paru anak kecil yang harus menghirup racun asap? Berapa banyak lagi makam orang tua kita yang harus hangus terbakar hanya karena segelintir orang yang enggan mengolah tanah dengan cara yang benar?

Karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan cermin dari krisis moral dan kepedulian.

Ketika satu genggam api dilemparkan secara ceroboh, ada ratusan kepala keluarga yang terancam kehilangan tempat tinggal, ada puluhan petugas yang harus meninggalkan anak-istri demi mempertaruhkan nyawa di tengah bara.

Menjaga bumi bukan lagi imbauan manis, melainkan panggilan nurani.

Jangan biarkan egoisnya satu oknum merenggut masa depan dan keselamatan bersama.

Jika kita tak lagi peduli pada tanah yang kita pijak dan makam para pendahulu yang kita hormati, lantas apa lagi yang tersisa dari kemanusiaan kita?

Mully /Juan//Radar Indonesia

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Di Ds. Manunggal Kec. Ngusikan Kab. Jombang

    Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Di Ds. Manunggal Kec. Ngusikan Kab. Jombang

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 295
    • 0Komentar

    JOMBANG,RI – Setiap tahun, saat musim penghujan tiba, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat. Untuk itu penting bagi kita untuk mewaspadai DBD ini, salah satunya adalah dengan tindakan pencegahan agar dilingkungan tempat tinggal kita tidak menjadi tempat perkembanganbiakan jentik nyamuk DBD itu. Acara PSN ini dihadiri oleh Kapolsek AKP Sumiran  yang […]

  • Warga Gang Parit  Seribu Kembali Datangi BPN Kubu Raya

    Warga Gang Parit Seribu Kembali Datangi BPN Kubu Raya

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KUBU RAYA ,RI -Sekitar Ratusan warga perwakilan dari warga RT06/RW 08 Gang Parit Seribu audiensi Ke BPN Kubu Raya,Tuntutan kepastian hukum atas tanah kembali disuarakan warga Gang Parit seribu dan warga Perumahan Swakarya/Gatot 2 mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional Kubu Raya Senin (6/7/2026). Kedatangan warga bukanlah untuk berunjuk rasa, melainkan untuk beraudiensi, dan mencari solusi […]

  • Dukung Program Kesehatan, Babinsa Sukorejo Dampingi Vaksin HPP, TD dan Campak

    Dukung Program Kesehatan, Babinsa Sukorejo Dampingi Vaksin HPP, TD dan Campak

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Serda Abdul Khalim, seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil Sukorejo, turut aktif dalam mendukung program vaksinasi bagi anak-anak di wilayahnya. Hari ini, ia hadir dengan antusias di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakukerto untuk mendampingi pelaksanaan vaksinasi terhadap penyakit Hepatitis B (HPP), Tetanus Difteri (TD), dan Campak. Rabu (13/9/23). Kegiatan vaksinasi ini […]

  • Pelayanan Safari KB Bersama Pukesmas Rejotangan Tulungagung

    Pelayanan Safari KB Bersama Pukesmas Rejotangan Tulungagung

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Tulungagung,RI – Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Rejotangan membuka layanan Safari KB, pada Kamis 25 April 2024 Kemarin. Kepala UPTD Puskesmas Rejotangan, Suliasih, S.KM menjelaskan, ada dua jenis layanan yang dibuka pada kegiatan Safari KB. Yaitu, pemasangan baru atau bongkar pasar KB Implant dan KB IUD. “Masyarakat yang mau pasang KB silakan datang, gratis,” katanya […]

  • Babinsa 20/Gempol Bersama Bhabinkamtibmas Himbau Protkes Kepada Warga

    Babinsa 20/Gempol Bersama Bhabinkamtibmas Himbau Protkes Kepada Warga

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Babinsa Koramil 0819/20 Gempol Serda Sudayat bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan Himbauan Protokol Kesehatan pada malam hari kepada warga masyarakat yang tidak memakai masker yang bertempat di Desa Bulusari Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, Minggu malam (07/11/21). ”Kegiatan ini rutin kita lakukan baik pagi maupun malam hari demi menegakan Protokol Kesehatan dan memutus mata rantai […]

  • Rencana Kedatangan Habib Rizik Ke Pemalang, PWI LS Pemalang Dan DPD FPI Jawa Tengah Saling Ancam Kerahkan Massa

    Rencana Kedatangan Habib Rizik Ke Pemalang, PWI LS Pemalang Dan DPD FPI Jawa Tengah Saling Ancam Kerahkan Massa

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Rencana Kedatangan Habib Rizik Ke Pemalang. PWI LS Pemalang Dan DPD FPI Jawa Tengah Saling Ancam Kerahkan Massa. Pemalang, RI – Rencana kedatangan Habib Rizik Sihab (HRS) ke Pemalang besok pada tanggal 23/7/2025 ke Desa Pegundan Petarukan Pemalang mendapat penolakan dari Perjuangan Wali Songo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI LS). Dalam surat tertanggal 11 Juli […]

expand_less