STAI Nurul Islam Mojokerto Resmi Beralih Status Menjadi Institut
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 66
- print Cetak

MOJOKERTO, RI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Islam Mojokerto resmi bertransformasi menjadi Institut Nurul Islam setelah terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 206 Tahun 2026. Penyerahan KMA tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Nuris 2 pada Kamis (30/4).
Rektor sekaligus pendiri YPP Nurul Islam, KH Ahmad Siddiq, SE., MM., menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Beliau menyoroti sebuah fenomena langka: kampus ini berhasil beralih status menjadi institut bahkan sebelum meluluskan angkatan pertamanya. Saat ini, mahasiswa angkatan pertama masih dalam tahap penyelesaian skripsi dan akan segera yudisium.
Poin Penting Transformasi:
Perkembangan Pesat: Kampus ini baru menerima izin operasional pada September 2022, namun dalam waktu kurang dari 4 tahun telah naik status.
Program Studi Baru: Menandai kemajuan akademik, kampus membuka prodi baru seperti S1 Ilmu Alquran dan Hadis (Fakultas Ushuluddin) serta Program Pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam (PAI).
Target Masa Depan: KH Ahmad Siddiq optimis dalam dua tahun ke depan, Institut Nurul Islam dapat terus berkembang hingga menjadi universitas.
Acara penyerahan ini dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Prof. Dr. Arskal Salim (Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI) dan jajaran pejabat daerah Mojokerto. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman yang menjawab tantangan zaman.
Radar Indonesia jurnalis Sampang, Madura turut memberitakan kabar gembira ini dan mendoakan semoga Institut Nurul Islam Mojokerto senantiasa diberi keberkahan, istiqomah mencetak generasi ulama-intelektual, serta menjadi mercusuar pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin untuk Indonesia ke depan.
RADAR INDONESIA – (G. Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar