Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ngaku Sebagai Staf Khusus ‘Wantannas’ Dan Bisa Masukkan Taruna Akpol, Warga Surabaya Diringkus Polda Jatim

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
  • visibility 310
  • print Cetak

SURABAYA – RI, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, ungkap penipuan seleksi penerimaan Taruna Akpol Tahun 2021. Pengungkapan ini setelah adanya laporan dari warga Surabaya dan Jember, yang merasa ditipu oleh Tersangka.

Atas pengungkapan ini, Polisi berhasil mengamankan satu orang Tersangka inisial HNA, (40) warga Surabaya. Peristiwa ini sendiri terjadi pada 14 Oktober 2021.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, bahwa modus Tersangka ini menjanjikan kepada Korban, dimana dia bisa memasukkan sebagai Taruna Akpol.

“Tersangka ini juga mengaku kepada Korban, bahwa dia salah satu Anggota dari sebagai Staf Khusus (Stafsus) di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas),” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jum’at (22/10/2021) siang.

Lanjut Gatot, bahwa Tersangka ini sendiri adalah Oknum dan bukan bagian dari ‘Wantannas’. Sedangkan terkait dengan penipuan yang dilakukan Tersangka, sudah banyak laporan yang diterima oleh Polda Jawa Timur.

“Sampai saat ini baru dua Korban yang bisa ditindaklanjuti, kemungkinan masih banyak Korban lain yang tertipu oleh Tersangka,” lanjutnya.

Sementara itu Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Purba, mengatakan,Ttersangka telah melakukan tindak pidana penipuan yang mengaku bisa memasukkan Peserta Seleksi Taruna Akpol TA 2021, dengan meminta sejumlah uang.

“Namun setelah uang diserahkan, Peserta dinyatakan tidak lulus dan sampai sekarang uang tersebut belum dikembalikan,” ungkapnya.

Kronologis pengungkapan ini, bahwa tersangka HNA, mengatakan kepada Korban bisa dan sudah sering membantu memasukkan Peserta seleksi Akpol. Tersangka HNA meminta sejumlah uang sebagai syarat untuk memasukkan Peserta seleksi lulus penerimaan Taruna Akpol tahun 2021.

“Tersangka ini kemudian menjanjikan akan membantu memasukkan Anak Korban melalui jalur kuota khusus tanpa tes karena Tersangka HNA mengaku mempunyai kenalan Pejabat Polri,” katanya.

Setelah Korban menyetujui, Tersangka HNA meminta uang kepada Korban secara bertahap. Setelah uang diserahkan, dan menunggu beberapa waktu, ternyata jalur kuota khusus tidak ada kejelasan sehingga peserta seleksi penerimaan Akpol 2021 tersebut tetap tidak masuk atau gagal.

“Kemudian Korban meminta seluruh uang yang telah diserahkan kepada Tersangka HNA untuk dikembalikan. Setelah itu Tersangka HNA memberikan Bilyet Giro, namun setelah dikliringkan terhadap Bilyet Giro tersebut tidak bisa dicairkan karena rekening sudah ditutup,” sebut dia.

Atas peristiwa ini, dua Korban mengalami kerugian mencapai Rp 2.197.100.000, dengan rincian, Korban atas nama NHP menyerahkan uang sebesar Rp 1.085.000.000 dan Korban inisial TC, menyerahkan uang sebesar Rp 1.112.100.000.

Dari pengungkapan ini, Polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, satu HP, dua lembar tanda terima peserta, beberapa rekening serta bukti transfer, Bilyet Giro No. BM 1543XX tanggal 13 Agustus 2021, Surat Keterangan Penolakan dari Bank BRI tanggal 18 Agustus 2021.

Sedangkan untuk Tersangka sendiri akan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun. (mjb/Red Humas)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bansos Covid 19 Kualitas Beras Jauh Dibawah Premium

    Bansos Covid 19 Kualitas Beras Jauh Dibawah Premium

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 338
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Tepatnya dihari Sabtu tanggal 23 Mei 2020 warga Desa Baron berdatangan ke Balai Desa untuk mengambil bantuan beras dari Jaringan Sosial dari Pemkab Nganjuk akibat terdampak Covid-19. Bantuan pertama ini diterima masyarakat Desa Baron sesuai dengan jadwal Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Ketika Media ini konfirmasi ke Kepala Desa Baron membenarkan, “bahwa hari ini […]

  • Polres Lampung Barat Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Di Wilayah Hukum Polres Lampung Barat

    Polres Lampung Barat Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Di Wilayah Hukum Polres Lampung Barat

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 368
    • 0Komentar

    LAMPUNG BARAT,RI – Polres Lampung Barat melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah hukum Polres Lampung Barat bertempat di halaman apel Mako Polres Lambar, Jumat pagi (10/01/2020). Hal ini terkait dengan cuaca ekstrem yang masih terjadi. Selain itu juga mewaspadai sejumlah titik yang tergolong rawan bencana alam di daerah Lampung Barat […]

  • Ridhotus Solihin Dorong Pendidikan Berbasis Budaya dalam Pembahasan LKPJ 2025

    Ridhotus Solihin Dorong Pendidikan Berbasis Budaya dalam Pembahasan LKPJ 2025

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, RI- Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Probolinggo tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang evaluasi kinerja, tetapi juga ruang lahirnya gagasan strategis untuk arah pembangunan ke depan. Salah satu pandangan inspiratif disampaikan oleh Ridhotus Solihin yang menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral dari pendidikan. Dalam forum Panitia Khusus (Pansus), Ridhotus menyoroti bahwa […]

  • Pasca Kematian Riko Alias Tiger, Pemuda ODGJ Yang Dikeroyok di Kendawangan, Polisi Menetapkan 7 Tersangka Dalam Kasus Tersebut

    Pasca Kematian Riko Alias Tiger, Pemuda ODGJ Yang Dikeroyok di Kendawangan, Polisi Menetapkan 7 Tersangka Dalam Kasus Tersebut

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KETAPANG, RI – Pengusutan kasus kematian Riko (20) alias Tiger, seorang pemuda dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tewas dikeroyok oleh sejumlah warga di Kecamatan Kendawangan pada Jumat (22/08/2025) lalu telah memasuki tahap penyidikan. Polisi telah menetapkan 7 tersangka dari kasus tersebut. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Kendawangan AKP Risky Arifianto, […]

  • Kapolresta Sumenep. Yang di Dampingi Kapolsek Kalianget Menyapa masyarakat yang Nongkrong di Pelabuhan Kalianget

    Kapolresta Sumenep. Yang di Dampingi Kapolsek Kalianget Menyapa masyarakat yang Nongkrong di Pelabuhan Kalianget

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUMENEP,RI- agenda malam Minggu Kapolresta Sumenep Kombes Pol.Ariek Indra Sentanu,S.,H., S.,I.,K., M.,H. yang dikawal oleh Kapolsek Kalianget Ibtu Doni dan para petinggi Polresta menyapa masyarakat yang lagi nongkrong santai di areal pelabuhan Kalianget menandakan begitu dekatnya polri dengan masyarakat dan Kapolresta Sumenep mengenalkan dirinya pada warga dan memberikan nomer halo Kapolresta supaya masyarakat mengenal lebih […]

  • Polisi Amankan Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi Diaspora di Kemang

    Polisi Amankan Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi Diaspora di Kemang

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Jakarta, RI – Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku pembubaran paksa acara diskusi “Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional” yang digelar leh Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Kemang Jakarta Selata, Sabtu (28/9/2024) kemarin. “Telah kita amankan beberapa pelaku, nanti lebih lengkapnya akan disampaikan Polda Metro Jaya,” kata Karopenmas Divisi Humas […]

expand_less