Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemakaman Jenazah Warga Ditolak, Sengketa Lahan Perumahan Jadi Sorotan Publik!

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • visibility 151
  • print Cetak

SIDOARJO, RI – Penolakan pemakaman jenazah kembali mengguncang ruang publik dan memantik emosi warganet. Kali ini, peristiwa memilukan itu terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Jenazah warga Perumahan Surya Kencana, Desa Grogol ditolak untuk dimakamkan, bukan karena persoalan adat atau keyakinan, melainkan diduga kuat akibat sengketa lahan yang belum menemukan titik temu.

Jenazah tersebut diketahui bernama Khoiruddin (77), warga Perumahan Surya Kencana, Desa Grogol. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Selasa malam, 16 Desember 2025, setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siti Fatimah.

Keluarga yang tengah berduka awalnya tidak menyangka bahwa prosesi pemakaman akan berubah menjadi pengalaman traumatis yang sulit dilupakan. Keluarga merencanakan pemakaman almarhum pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB di TPU Desa Grogol. Rombongan pengantar jenazah berangkat dengan harapan prosesi berjalan khidmat dan penuh doa. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Setibanya di lokasi TPU, warga desa menolak jenazah dimakamkan di area tersebut.

Irwan Dwi Wahyudi (51), anak kedua almarhum, mengungkapkan kesedihan mendalam atas peristiwa itu. Ia mengaku keluarganya terpukul dan tidak memahami alasan jelas di balik penolakan tersebut.

“Kami benar-benar sedih. Ayah kami tidak pernah bermasalah dengan siapa pun. Tapi jenazahnya justru ditolak saat akan dimakamkan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Penolakan pemakaman jenazah ini sontak membuat suasana duka berubah menjadi kekacauan emosional. Tangis keluarga pecah, sementara warga sekitar mulai berkumpul dan situasi menjadi semakin tegang.

Tak butuh waktu lama, peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial. Video yang merekam suasana penolakan pemakaman jenazah beredar dan menuai beragam reaksi dari publik. Banyak warganet mengecam tindakan tersebut dan menilai bahwa konflik apa pun seharusnya tidak melibatkan jenazah. Komentar bernada empati dan kemarahan membanjiri unggahan-unggahan terkait. Tidak sedikit yang menyebut peristiwa ini sebagai bentuk hilangnya nilai kemanusiaan. Bagi sebagian warganet, jenazah seharusnya menjadi simbol terakhir penghormatan, bukan alat tarik-menarik konflik.

Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penolakan pemakaman jenazah tersebut. Aparat datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah potensi konflik lanjutan antarwarga. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa mereka masih mendalami akar persoalan yang memicu penolakan. Fokus utama aparat saat itu adalah memastikan keamanan dan ketertiban, sekaligus mencari solusi agar jenazah dapat dimakamkan secara layak.

Ketua Paguyuban Perumahan Surya Kencana sekaligus Ketua BPD Perumahan, Sudarmaji, menjelaskan bahwa konflik ini berakar pada perbedaan pandangan mengenai status lahan fasilitas umum (fasum). Menurutnya, warga Desa Grogol menganggap lahan tersebut sebagai tanah milik petani yang tidak pernah dijual, sementara pihak perumahan mengklaim lahan itu sah berdasarkan site plan dan sertifikat atas nama pengembang.

“Ini persoalan lama yang belum selesai. Ada perbedaan klaim terkait status lahan. Sayangnya, konflik ini merembet ke urusan kemanusiaan,” jelas Sudarmaji.

Ia menambahkan, pihak perumahan sempat memasang plakat penanda kepemilikan lahan untuk mencegah penyalahgunaan. Namun, tindakan tersebut justru memicu ketersinggungan sebagian warga desa dan memperkeruh situasi.

Penolakan pemakaman jenazah ini membuka kembali diskusi publik tentang bagaimana konflik agraria dan sengketa lahan kerap berujung pada ketegangan sosial. Dalam banyak kasus, masyarakat kecil justru menjadi korban, bahkan hingga ke tahap paling sensitif, pemakaman.

Bagi keluarga almarhum, kejadian ini meninggalkan luka psikologis mendalam. Alih-alih fokus pada doa dan perpisahan terakhir, mereka harus berhadapan dengan penolakan dan rasa tidak diterima di lingkungan sendiri.

Kasus ini memicu desakan dari berbagai pihak agar pemerintah daerah turun tangan lebih tegas. Sengketa lahan yang berlarut-larut dinilai tidak boleh dibiarkan hingga merusak tatanan sosial dan nilai kemanusiaan. Penolakan pemakaman jenazah dianggap sebagai alarm keras bahwa konflik struktural di tingkat akar rumput membutuhkan penyelesaian yang adil dan transparan. Tanpa itu, potensi konflik serupa akan terus berulang.

Viralnya penolakan pemakaman jenazah di Sidoarjo menjadi pengingat bahwa konflik sosial tidak pernah berdiri sendiri. Ketika dialog buntu dan ego kolektif mendominasi, kemanusiaan bisa terpinggirkan. Banyak pihak berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Jenazah, apa pun latar belakang konflik di sekitarnya, tetap memiliki hak untuk dimakamkan secara layak. Di titik inilah empati seharusnya berdiri paling depan, bukan kepentingan atau klaim sepihak.

Peristiwa ini bukan sekadar kabar viral, tetapi cermin rapuhnya harmoni sosial jika konflik dibiarkan tanpa penyelesaian. Publik kini menanti langkah nyata agar sengketa lahan tidak lagi memakan korban, bahkan hingga ke liang lahat. (al_ri)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikfina Bupati Mojokerto Wanti-Wanti Lansia Komorbid Rentan Covid

    Ikfina Bupati Mojokerto Wanti-Wanti Lansia Komorbid Rentan Covid

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 281
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, memberi sosialisasi kesehatan terkait manfaat Vaksin, termasuk mengarahkan masyarakat agar tidak fobia Vaksin. Sosialisasi ini ditekankan Bupati kepada para Kader PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Mojosari, Selasa (28/9) di Kantor Kecamatan Mojosari. “Vaksin ini harus selesai. Karena kalau tidak, PPKM kita masih akan terus berada di […]

  • Berhasil Bubarkan Balap Liar, Polres Mojokerto Kota Amankan Puluhan Motor

    Berhasil Bubarkan Balap Liar, Polres Mojokerto Kota Amankan Puluhan Motor

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 331
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Bulan Suci Ramadhan, Polres Mojokerto Kota berhasil mengamankan puluhan pemuda pelaku balap liar yang meresahkan warga di Desa Japanan Kec. Kemlagi Kab. Mojokerto pada Minggu (17/03/2024). Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops KOMPOL Sumar S.Sos., M.H., menyampaikan pembubaran […]

  • Peresmian Serter Kodim 0819 Pasuruan Di Desa Kedungringin Kecamatan Beji

    Peresmian Serter Kodim 0819 Pasuruan Di Desa Kedungringin Kecamatan Beji

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Program Serbuan Teritorial (Ser-Ter) dari TNI Kodim 0819 Pasuruan yang di gadang-gadang oleh masyarakat terkait dengan insfrastruktur dan saluran air bersih khususnya di Desa Kedungringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Adapun kegiatan Ser-Ter yang diaksanakan TNI berupa kegiatan fisik maupun nonfisik, yang diantaranya pembuatan pondasi, peninggian jalan setinggi 1 meter, pavingisasi dan pembuatan […]

  • Itwasum Polri Audit PNBP di Polda Kalbar, Polres Kubu Raya dan 6 Polres Jajaran Polda Kalbar

    Itwasum Polri Audit PNBP di Polda Kalbar, Polres Kubu Raya dan 6 Polres Jajaran Polda Kalbar

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI – Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri melakukan audit terhadap pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun Anggaran 2025 di wilayah hukum Polda Kalbar. Salah satu lokasi yang menjadi titik pemeriksaan adalah Polres Kubu Raya, yang juga menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Kegiatan audit berlangsung di Aula […]

  • Polres Pekalongan Kota Berhasil Sita Ratusan Balon Udara dan Petasan

    Polres Pekalongan Kota Berhasil Sita Ratusan Balon Udara dan Petasan

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 416
    • 0Komentar

    PEKALONGAN – RI, Jajaran Polres Pekalongan Kota berhasil menyita ratusan balon udara dan petasan dari masyarakat yang dipersiapkan untuk merayakan tradisi Syawalan atau Seminggu usai Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP M. Irwan Susanto, S.H., S.I.K, M.H. mengungkapkan bahwa sesuai Surat Edaran Wali Kota yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa menerbangkan balon […]

  • Dukung Program Pemerintah Dandim 1209/Bky Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan

    Dukung Program Pemerintah Dandim 1209/Bky Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 254
    • 0Komentar

    BENGKAYANG ,RI- Dalam Rangka mendukung program pembangunan di desa ,Dandim 1209/Bky,Letkol Inf.Albertinus Mariano S.E.,hadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan Tahun 2025 Wilayah IV, Kec.Capkala,Sungai Raya,dan Sungai Raya Kepulauan,di Aula Kantor Camat Capkala,Jalan Raya Parit Mas,Ds.Capkala, Kec.Capkala, Kab.Bengkayang.Selasa (11/2/25). Dandim menyampaikan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) Desa adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan desa […]

expand_less