Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menunggu ‘Senyuman’ Si Molek Semantok

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
  • visibility 302
  • print Cetak

Nganjuk, RI – Konon bermula sebuah proposal 7000 petani dari kecamatan Rejoso, Gondang, dan sebagian Lengkong yang pada tahun 2012 disampaikan kepada Presiden SBY, kelompok petani bermimpi agar persawahaannya teraliri air di musim kemarau untuk memperbaiki perikehidupannya.

Proposal ini tak lepas dari besutan seorang tokoh lokal yakni Kuswodiyono. Di era bupati Nganjuk Drs. H. Taufiqqurrahman inilah, wakil kelompok petani, Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, DPRD Kabupaten Nganjuk berduyun-duyun ke Jakarta dengan membawa sejuta harapan dan impian.

Bendungan Semantok (BS) akhirnya terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur khususnya Nganjuk.

 BS merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. BS merupakan tipe bendungan urugan zonal dengan inti kedap air tegak atau biasa yang disebut bendungan inti tegak (central-core fill type dam).

“Menurut laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), BS awalnya dipatok memiliki investasi total Rp 805 miliar rupiah yang bersumber dari APBN tahun 2017, kemudian menjadi 1,7 triliun rupiah, lalu akhirnya tembus 2,5 triliun rupiah sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan saat peresmiannya pada tanggal 20 Desember 2022 silam.”

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sebagai pihak pelaksana pembangunan menegaskan bahwa pembengkakan anggaran terjadi karena adanya perubahan rekayasa struktur pondasi dan volume timbunan. Secara hitungan teknis, BS memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 dan dapat mengairi lahan seluas 1.554 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 1,01 megawatt.

Proyek ini bertujuan untuk menambah tampungan air dan penanggulangan banjir di wilayah Nganjuk dan sekitarnya, serta sebagai penyuplai air untuk kebutuhan masyarakat dan irigasi pertanian. Hal ini merupakan visi dan misi pemerintahan Jokowi dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan nasional. Diharapakan BS dapat meningkatkan hasil panen bagi petani di wilayah Nganjuk dan sekitarnya, terutama pada musim kemarau. Hal lain yang pasti akan dimiliki oleh masyarakat Nganjuk adalah menjadikan BS sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.

Dengan adanya manfaat irigasi dan destinasi wisata maka BS diharapkan akan mampu sebagai penggerak ekonomi lokal (regenerate indegeneous local economy).

Sayangnya, harapan kemampuan BS sebagai penyangga kebutuhan irigasi di musim kemarau ini belum dapat diwujudkan untuk sekarang ini. Oleh karenanya, LHKPI berharap pada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk untuk mencari terobosan secara teknis agar nilai manfaat irigasi BS pada musim kemarau bisa terwujud, sehingga para penandatangan proposal pembangunan BS bisa menikmati apa yang pernah diimpikan. Banyak usulan mengenai terobosan irigasi tersebut baik yang sifatnya jangka panjang (permanen) maupun yang jangka pendek. Yang jelas aspek keselamatan bendungan dan kelayakan teknis ekonomis menjadi pertimbangan utama dalam mencari solusi ketersediaan air bagi petani di musim kemarau. Adapun yang menjadi pembicaraan ramai di masyarakat adalah potensi dibangunnya solar-based water pump system untuk pemecahan masalah jangka pendek yang merupakan usulan Dinas PUPR Nganjuk. Namun yang menjadi persoalan, bahwa BS menjadi domain Pemerintah Pusat yang belum diserahkan pengelolaannya pada Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Mengingat BS merupakan proyek nasional, maka kewenangan pengelolaannya sementara ini ada pada Pemerintah Pusat, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 UU no. 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air, sebagaimana diubah sebagian dengan Perppu no. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, serta ditegaskan dalam Pasal 13 ayat (2) UU no. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

BS ini menyimpan sejumlah kenangan. Salah satu diantaranya adalah ketika masyarakat yang telah mendapatkan ganti untung dari Pemerintah Pusat belum mau juga meninggalkan daerah tumpah darahnya. Padahal di sisi lain bendungan segera akan diisi air (impounding). Dengan bekal surat dispensasi dari Pemerintah Pusat, maka masyarakat diserukan untuk segera menempati wilayah yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk yang merupakan hasil tukar guling tanah milik Perhutani. Penempatan warga masyarakat di wilayah ini (di luar buffer zone) menjadi persoalan karena itu merupakan aset daerah. LKHPI menyarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk nantinya memberikan ijin berupa pemberian SHGB/SHGU maupun Hak Pemakaian Atas Tanah (HPAT) untuk mengatasi persoalan terkait. Satu hal yang perlu dicatat, pada awalnya penggantian lahan milik masyarakat yang terdampak proyek BS menggunakan sistem tukar guling, namun dengan berjalannya waktu Pemerintah Pusat menggunakan sistem pembayaran secara ganti untung (cash and carry).

Tidak semua daerah di Jawa Timur mendapatkan ‘durian runtuh’ berupa PSN bendungan. Berdasarkan Perpres no. 109 tahun 2020 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, hanya 5 daerah yang mendapatkan yaitu bendungan Bendo (Ponorogo), Gongseng (Bojonegoro), Tukul (Pacitan), Tugu dan Bagong (Trenggalek), serta BS di Nganjuk. Bendungan BS adalah yang terbesar dan termahal investasi negara dibanding 4 daerah yang lain. Disamping itu tercatat sebagai bendungan terpanjang di Asia Tenggara.

Masyarakat Nganjuk selayaknya bangga dengan BS. Adapun adanya kekurangan fungsi dan manfaatnya bagi irigasi untuk masyarakat sekitar hal tersebut hanyalah faktor waktu. Pemerintah Pusat melalui BBWS Brantas dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk senantiasa memikirkan jalan keluar guna mensejahterakan masyarakat petani yang membutuhkan airnya. Mari kita tunggu ‘si molek’ Semantok tersenyum.

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 200 Personil Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Pasuruan Diberangkatkan Menuju Lokasi Bencana Sumatra

    200 Personil Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Pasuruan Diberangkatkan Menuju Lokasi Bencana Sumatra

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI –Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad Melaksanakan Upacara Pemberangkatan Tugas Kemanusiaan dalam rangka Penanggulangan bencana Aceh yang di laksanakan di Mayon zipur 10.Jumat, (19 Desember 2025). Pemberangkatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad, Letkol Czi Amito Surya Mutiara, S.I.P., M.I.P. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dan dedikasi tinggi bagi setiap […]

  • DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Sinergi Percepat Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Sinergi Percepat Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Sinergi Percepat Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Samosir, RI – Pemerintah Kabupaten Samosir menerima kunjungan kerja Tim DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) IX yang dipimpin Rahmansyah Sibarani di Aula Kantor Bupati Samosir, Kamis (09/07/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera […]

  • Kawal Program Hanpangan, Babinsa Koramil Gedeg Aktif Dampingi Petani Jagung

    Kawal Program Hanpangan, Babinsa Koramil Gedeg Aktif Dampingi Petani Jagung

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI- Personel Babinsa Kodim 0815/Mojokerto terus mendukung program Ketahanan Pangan dengan melakukan upaya pendampingan para petani (Poktan) di masing-masing wilayah binaan di Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dapat disaksikan saat para Babinsa Koramil Gedeg melakukan perawatan tanaman jagung berumur 32 hari setelah tanam (hst) dengan menggunakan pupuk urea dan ponska di lahan jagung seluas 2,1 […]

  • Pemkab Mojokerto Salurkan Hibah Rp100 Juta Untuk Masjid Nurul Hidayah Desa Kutoporong Bangsal

    Pemkab Mojokerto Salurkan Hibah Rp100 Juta Untuk Masjid Nurul Hidayah Desa Kutoporong Bangsal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan dana hibah sebesar Rp100 juta kepada Masjid Nurul Hidayah, Dusun Tunggulmoro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, pada Rabu, (25/2) sore, dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026 M. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan […]

  • Bidhumas Polda Kalbar Gelar “Ngopi Bareng” Bersama Awak Media, Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks

    Bidhumas Polda Kalbar Gelar “Ngopi Bareng” Bersama Awak Media, Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Perkuat sinergi Bidhumas Polda Kalbar Ngopi Bareng bersama awak Media PONTIANAK,RI – Polda Kalbar Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan kemitraan bertajuk “Ngopi Bareng” bersama awak media di salah satu warung kopi kawasan Jl. Paris II Pontianak, Rabu (17/9). Acara ini dipimpin Kabidhumas Polda Kalbar yang diwakili oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda […]

  • Bupati Bojonegoro Meresmikan 3 TPA, Agar Masyarakat Dapat Menikmati Fasilitas dengan Gratis

    Bupati Bojonegoro Meresmikan 3 TPA, Agar Masyarakat Dapat Menikmati Fasilitas dengan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 350
    • 0Komentar

    BOJONEGORO – RI, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah telah meresmikan Gedung TPA (Taman Penitipan Anak), yang terletak di 3 Kecamatan yaitu, Baureno, Kapas dan Kalitidu, Jum’at (24/07/2020). Peresmian dilaksanakan di Halaman Gedung TPA Kecamatan Kalitidu yang dihadiri oleh Dinas P3AKB, OPD Kabupaten Bojonegoro, Forkopimca Kecamatan Kalitidu, Camat Kapas dan Camat Baureno. Kadin P3AKB menyampaikan bahwa masyarakat […]

expand_less