Pemkot Cimahi Dorong Perempuan Jadi Pilar Strategis Pembangunan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Kartini dengan semangat baru. Tak hanya menggelar upacara bendera di Lapangan Apel Kantor Pemkot Cimahi pada Selasa (21/4),
momentum ini dijadikan pijakan nyata untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di berbagai lini kehidupan.
Melengkapi kemeriahan peringatan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cimahi turut menyelenggarakan seminar inspiratif di Aula Gedung A. Acara yang menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah ini diikuti oleh perwakilan dari 42 organisasi wanita se-Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa sosok perempuan adalah “madrasah utama” atau sekolah pertama bagi generasi bangsa. Menurutnya, perjuangan R.A. Kartini masa kini harus diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata, terutama dalam membentuk karakter anak yang berintegritas.
“Perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Peran mereka sangat menentukan, karena dari tangan ibulah lahir generasi masa depan yang berkualitas,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, melihat pemberdayaan perempuan sebagai investasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan sosial, termasuk menjadi bagian dari solusi saat menghadapi tantangan bencana di tingkat komunitas.
“Satu langkah kecil untuk perlindungan dan pemberdayaan perempuan akan memberikan dampak yang berlipat ganda bagi masyarakat,” kata Adhitia.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menggulirkan berbagai program advokasi dan pelatihan keterampilan. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana pelaksanaan isbat nikah massal. Program ini bertujuan memberikan legalitas hukum bagi pasangan yang belum tercatat secara resmi, demi menjamin perlindungan hak-hak perempuan dan anak di mata hukum.
Dengan mengoptimalkan potensi perempuan usia produktif yang cukup besar di Cimahi, pemerintah berharap perempuan bukan lagi sekadar pendukung, melainkan penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih tangguh dan inklusif pungkasnya. R. Harry KP
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar