Puncak Hari Santri 2026, Fatayat NU Gresik Perkuat Kemandirian Desa dan Sinergi Lintas Sektor
- account_circle Pom py
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

Puncak Hari Santri 2026, Fatayat NU Gresik Perkuat Kemandirian Desa dan Sinergi Lintas Sektor
Gresik, RI – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik menggelar acara puncak rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu (24/10). Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kemandirian kader, pemberdayaan desa, serta kolaborasi dalam pelayanan masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kiprah Fatayat NU Gresik yang terus berkhidmat dan berkontribusi bagi masyarakat. Ia berharap semangat pengabdian seluruh kader NU senantiasa terjaga dengan niat yang tulus dan ikhlas.
“Di momen peringatan Hari Santri ini, mudah-mudahan kita semua selalu diberi kesehatan dan terus berkhidmat. Semoga niat kita menjadi kader NU, baik Fatayat, Ansor, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan lainnya, senantiasa tulus dan ikhlas dalam membantu sesama,” ujar Bupati Yani.
Ia juga menyoroti dukungan pemerintah desa yang dinilai berperan penting dalam membuka ruang bagi kader Fatayat NU untuk berkembang dan berkarya hingga tingkat ranting.
“Di tengah kesibukan dan keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa tetap memberikan ruang yang luar biasa bagi kemandirian Fatayat NU hingga tingkat ranting. Ini bukan hal yang mudah. Ketika Fatayat di desa diberi ruang, kesempatan berkarya, dan bisa bersinergi dengan pemerintah desa, menurut saya ini luar biasa,” ungkapnya.
Selain pemberdayaan desa, Bupati Yani turut menyampaikan apresiasi kepada PC Fatayat NU Gresik, PAC se-Kabupaten Gresik, serta seluruh keluarga besar Fatayat atas keterlibatan kader dalam perlindungan sosial di Kabupaten Gresik.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PC Fatayat NU Gresik, PAC se-Kabupaten Gresik, dan seluruh keluarga besar Fatayat atas gerak cepatnya dalam mendukung perlindungan sosial. Hari ini, hampir rata-rata kader Fatayat telah menjadi relawan perlindungan sosial. Ini merupakan bentuk pengabdian sukarela yang tidak digaji,” tuturnya.
Selain berperan dalam perlindungan sosial, kader Fatayat NU juga didorong untuk terus memperkuat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan di sektor pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI yang diserahkan kepada Fatayat NU Gresik.
Bupati Yani berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan dirawat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Bantuan alsintan ini merupakan keputusan yang telah diambil melalui Menteri Pertanian. Tolong dijaga dan dirawat, semoga bisa memberikan manfaat,” pesannya.
Bantuan alsintan tersebut selanjutnya dikelola oleh Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang, untuk mendukung kegiatan pertanian.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Mulyadi menegaskan bahwa kemandirian merupakan salah satu prinsip penting dalam Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, semangat kemandirian perlu terus diperkuat dalam berbagai aspek kehidupan organisasi dan masyarakat.
“Di NU ini ada beberapa prinsip. Prinsip pertama adalah kemandirian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemandirian tersebut mencakup empat aspek, yakni kemandirian akidah, kemandirian jamaah, kemandirian ekonomi, dan kemandirian kebangsaan.
Semangat kemandirian itu juga tercermin melalui pemberian penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik. Program ini menjadi bentuk apresiasi terhadap desa-desa yang mendukung penguatan kader dan kelembagaan Fatayat NU di tingkat ranting.
Penilaian Desa Sahabat mencakup sejumlah pilar utama, meliputi kaderisasi, penguatan kelembagaan, advokasi, data dan informasi, serta kajian dan digitalisasi pengetahuan dari desa-desa.
Enam desa terbaik menerima penghargaan dalam ajang tersebut. Pimpinan Ranting Banyutengah meraih juara pertama, disusul Pimpinan Ranting Bungah sebagai juara kedua dan Pimpinan Ranting Tanggulangin sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Pimpinan Ranting Lowayu meraih harapan pertama, Pimpinan Ranting Cerme Kidul harapan kedua, dan Pimpinan Ranting Peganden harapan ketiga.
Rangkaian acara juga diisi dengan deklarasi Ruang Bersama Indonesia oleh PC Fatayat NU Gresik yang berkolaborasi dengan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.
Komitmen kerja sama lintas sektor turut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Fatayat NU Gresik diharapkan semakin memperkuat peran kader perempuan dalam pemberdayaan desa, perlindungan sosial, serta pembangunan daerah dengan tetap berpegang pada akar tradisi dan semangat menjaga keutuhan negeri. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar