SISWA SMP NUGRAHA CHARLY RAIH JUARA 1 DAGELAN TUNGGAL DI FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU KABUPATEN GRESIK 2026
- account_circle Pom py
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

SISWA SMP NUGRAHA CHARLY RAIH JUARA 1 DAGELAN TUNGGAL DI FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU KABUPATEN GRESIK 2026
GRESIK, RI — Nama Nugraha Charly dari Desa Domas Kecamatan Menganti Gresik anak BPK Kusdianto dan ibu Lusiana (almh) kini menjadi buah bibir di kalangan pegiat bahasa dan budaya di Kabupaten Gresik. Siswa SMP ini berhasil menyabet *Juara 1 Lomba Ndhagel Ijen Jenjang SMP* dalam ajang *Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Gresik 2026* yang digelar beberapa waktu lalu.
Kemenangan itu dibuktikan dengan trofi emas yang kini dipegangnya, serta poster resmi festival yang menampilkannya sebagai “Bintang Komedi” kategori *Dagelan Tunggal “Stand Up Comedy”.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk melestarikan bahasa ibu dan sastra daerah di kalangan generasi muda. Di Gresik, FTBI 2026 mengusung berbagai lomba berbasis budaya Jawa, salah satunya adalah Lomba Ndhagel Ijen.
“Ndhagel” dalam bahasa Jawa berarti melawak atau melucu. Namun Ndhagel Ijen bukan sekadar lawak biasa. Peserta dituntut tampil membawakan dagelan tunggal dengan materi yang cerdas, mengocok perut, sekaligus mengandung pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal. Bedanya dengan stand up comedy modern, seluruh materi harus disampaikan dengan tetap menjaga struktur bahasa Jawa dan muatan budaya.
Di atas panggung, Nugraha Charly tampil memukau dengan balutan busana batik dan blangkon. Dengan mimik ekspresif dan timing komedi yang matang, ia berhasil menghidupkan suasana dan membuat dewan juri serta penonton tertawa lepas. Materi yang dibawakannya mengangkat tema keseharian anak sekolah, interaksi dengan orang tua, hingga kritik sosial ringan yang dibalut bahasa Jawa dialek Gresik-an.
“Yang paling dinilai bukan hanya lucunya, tapi bagaimana peserta bisa menyelipkan unggah-ungguh bahasa, peribahasa, dan pesan untuk melestarikan bahasa ibu,” ujar salah satu juri FTBI Gresik saat pengumuman pemenang.
Kemenangan Nugraha menjadi bukti bahwa bahasa daerah tidak harus identik dengan hal yang kuno. Dengan format “Stand Up Comedy”, dagelan tradisional dikemas ulang agar lebih dekat dengan anak muda zaman sekarang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang hadir dalam acara penutupan FTBI 2026 mengapresiasi semangat para peserta.
“Anak-anak kita membuktikan bahwa cinta bahasa ibu bisa disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Nugraha Charly adalah contoh nyata tunas muda yang tidak hanya mahir berbahasa, tapi juga berani tampil dan menginspirasi,” ujarnya.
FTBI sendiri digelar sebagai upaya menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa pertama mereka. Di tengah gempuran bahasa asing dan konten digital, festival ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa bahasa Jawa, khususnya dialek lokal Gresik, masih hidup dan bisa menjadi media berekspresi yang powerful.
Dengan raihan Juara 1 ini, Nugraha Charly berhak mewakili Kabupaten Gresik ke tahap selanjutnya di tingkat provinsi. Trofi dan piagam penghargaan yang diterimanya menjadi penyemangat untuk terus mengasah kemampuan melawak sekaligus menjaga kelestarian budaya.
“Saya senang bisa membuat orang ketawa pakai bahasa Jawa. Ternyata ndhagel itu susah, harus mikir materinya, harus hafal, dan harus nyambung sama penonton,” kata Nugraha dengan wajah sumringah saat menunjukkan pialanya.
Keberhasilannya diharapkan dapat memotivasi pelajar lain di Gresik dan sekitarnya untuk tidak malu berbahasa daerah. Sebab seperti yang digaungkan FTBI: _“Basa Ibu, Basa Bangga, Basa Masa Depan”_.
Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Gresik 2026 pun ditutup dengan catatan manis. Di era media sosial dan konten cepat, ternyata tawa yang lahir dari bahasa ibu masih mampu menyatukan, mengedukasi, dan melestarikan identitas budaya.(Pom/red)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar