Tekan Inflasi, Pemkot Cimahi Guyur 41 Ribu Warga dengan Ratusan Ton Beras dan Minyak Goreng
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 35
- print Cetak

CIMAHI,RI– Langkah nyata dalam menjaga dapur warga tetap mengepul dilakukan Pemerintah Kota Cimahi. Melalui penyaluran bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sebanyak 41.387 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini bisa bernapas lega.
Peluncuran program ini dipusatkan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, pada Kamis (09/04).
Tidak tanggung-tanggung, total bantuan yang digelontorkan mencapai 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mohammad Ronny, menjelaskan bahwa setiap penerima mendapatkan paket “dobel” untuk alokasi Februari dan Maret 2026, yakni 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulannya.
“Kehadiran pemerintah adalah untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok rentan. Ini instrumen strategis kita untuk mengantisipasi kerawanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Ronny saat mewakili Wali Kota Cimahi.
Selain sebagai jaring pengaman sosial, program hasil kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog ini dirancang untuk mengendalikan inflasi daerah. Dengan masifnya bantuan yang turun, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati, memastikan kualitas komoditas yang disalurkan adalah standar medium terbaik.
Ia juga menegaskan bahwa stok pangan untuk wilayah Cimahi dan sekitarnya berada dalam posisi yang sangat aman.
“Saat ini stok justru meningkat karena masuk masa panen. Cadangan pangan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan,” ungkap Ratih.
Ke depannya, Pemkot Cimahi bersama Bulog juga berencana memperkuat intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar harga bahan pokok di tingkat konsumen tetap terjangkau. Pungkasnya. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar