TNI Borong Hasil Petani di Sugapa, Wujud Kepedulian dan Persaudaraan di Tanah Papua
- account_circle Pom py
- calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
- visibility 166
- print Cetak

Y Wujud kepedulian dan persaudaraan dengan masyarakat Papua TNI borong hasil tani
SUGAPA, INTAN JAYA , RI – TNI kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Papua melalui aksi nyata bertajuk ROSITA (Borong Hasil Petani) yang digelar oleh Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan. Bertempat di sekitar TK Mamba, Kotis Satgas, kegiatan ini dipimpin oleh Sertu Amat Arif bersama 10 personel lainnya. Mereka memborong hasil bumi milik warga Intan Jaya yang tengah menuju pasar Sugapa untuk menjual hasil pertanian mereka.
Dengan penuh keramahan dan senyum tulus, para prajurit menghampiri warga satu per satu di pinggir jalan, memborong sayuran, buah alpukat, dan hasil tani lainnya. Kegiatan ini bukan hanya sekadar transaksi ekonomi, tetapi menjadi simbol kuat persaudaraan dan keterikatan antara TNI dan rakyat Papua.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI bukan hanya penjaga wilayah, tapi juga bagian dari masyarakat itu sendiri. Melalui ROSITA, kami harap bisa meringankan beban para mama dan petani yang telah bekerja keras,” ujar Sertu Amat Arif, pimpinan kegiatan tersebut.
Salah satu mama Papua tersenyum haru saat hasil taninya dibeli dengan harga yang layak oleh anggota TNI. Bukan hanya hasilnya yang dihargai, tetapi juga perjuangannya.
“Kami merasa dihargai. TNI datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi bantu kami. Mereka baik, beli hasil kebun kami. Kami senang,” ujar seorang warga sambil menyerahkan hasil kebunnya.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat, menciptakan suasana aman dan harmonis di wilayah rawan seperti Intan Jaya. Bukan hanya sekadar tugas, tetapi panggilan hati untuk hadir, mendengar, dan membantu.
ROSITA merupakan bagian dari program pendekatan humanis Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 500/Sikatan yang mengedepankan prinsip “Bersama Rakyat, TNI Kuat”. Di tengah tantangan geografis dan keamanan, kehadiran TNI dengan hati terbuka menjadi angin segar bagi warga yang mengandalkan hasil kebun sebagai sumber penghidupan.
“Papua adalah saudara kita. Di sini kami belajar tentang arti ketulusan dan kebersamaan. Apa yang kami lakukan hari ini semoga menjadi jembatan untuk kedamaian dan persatuan yang lebih kokoh,” pungkas Sertu Amat.
Melalui kegiatan seperti ini, TNI menunjukkan bahwa senjata terkuat bukan hanya senapan, tetapi kasih, perhatian, dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.( mjb/tg)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar