Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tokoh Masyarakat Kecam Lambannya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Kubu Raya

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
  • visibility 299
  • print Cetak

Kubu Raya, RI – Kalimantan Barat – Kasus dugaan korupsi dana desa yang melibatkan Kepala Desa Sungai Belidak, Juliansyah, di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, terus mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Meskipun kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian, penanganannya dinilai lamban dan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Hal ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat, yang sebelumnya telah melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk tuntutan terhadap penegakan hukum yang adil.

Tokoh masyarakat setempat, H. Efendi Usman, pada hari Rabu, 23/10/24 .sekira pukul .07.00.malam dikediamannya menyampaikan kritik tajam terhadap aparat penegak hukum (APH) Polres Kubu Raya yang dianggap lamban dalam menangani kasus tersebut.

Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk menangkap Kepala Desa Juliansyah yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana desa sebesar Rp 240 juta.

“Kasus ini sudah dilaporkan sejak lama, namun hingga kini, kepala desa tersebut masih terlihat tenang, seolah-olah kebal hukum,” ujar H. Efendi dalam pernyataannya.

“Saya juga mendengar bahwa kepala desa tersebut yakin kasus ini tidak akan diproses lebih lanjut.

Jika uang yang disalahgunakan dikembalikan, kasus ini dianggap selesai.

Jika seperti ini, hukum menjadi tidak adil.

Bagaimana hukum bisa dijalankan dengan benar jika penyalahgunaan dana hanya diakhiri dengan pengembalian uang?”

Lebih lanjut, H. Efendi menyoroti masalah pengadaan barang yang diduga fiktif, seperti pengadaan jeruk dan pupuk yang seharusnya disertai tanda tangan pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada bukti otentik terkait hal tersebut.

Sebagai mantan Kepala Desa Sungai Belidak periode 2001-2004, H. Efendi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Inspektorat Daerah Kubu Raya.

Menurutnya, inspektorat seolah tidak berperan dalam pengawasan selama bertahun-tahun, meskipun kasus ini sudah berlangsung cukup lama.

“Kami akan melakukan aksi demo besar-besaran! Inspektorat tampaknya membiarkan kasus ini.

Sejak zaman saya menjadi kepala desa, dari tahun 2001 sampai 2004, inspektorat tidak pernah turun ke desa.

Sekarang pun mereka hanya diam,” ujar H. Efendi dengan nada geram.

Ia juga mempertanyakan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam kasus ini, mengingat dugaan adanya permainan antara BPD dan kepala desa dalam pengelolaan anggaran desa.

Efendi menuduh BPD terlibat dalam pengalokasian anggaran yang tidak proporsional.

“Saya tanya BPD, kenapa rakyat hanya diberi pekerjaan senilai Rp 7,5 juta, sementara proyek senilai Rp 40 juta dialokasikan? Jawaban BPD adalah, ‘Kamu mau pekerjaan ini, kamu mau.’ Ini jelas ada permainan antara BPD dan kepala desa,” kata H. Efendi.

Ia juga menyinggung soal anggaran operasional BPD yang tidak jelas penggunaannya.

“Dulu, ketika saya menjabat, anggaran sebesar 30% digunakan untuk operasional BPD.

Tapi sekarang, ke mana anggaran itu? Apakah pernah diaudit? Ini harus diperiksa, karena saat ini BPD terkesan licik,” lanjutnya.

Masyarakat berharap aksi ini dapat memancing perhatian lebih dari pihak berwenang, khususnya inspektorat, agar segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran desa dan memeriksa keterlibatan BPD dalam dugaan korupsi tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak inspektorat maupun BPD terkait tuduhan ini.

“Saya juga telah bertanya kepada pihak-pihak terkait, termasuk RT dan tokoh masyarakat, apakah mereka pernah menandatangani dokumen pengadaan jeruk dan pupuk.

Namun, mereka semua menyatakan tidak pernah menandatangani apa pun terkait pengadaan itu,” tambahnya.

Masyarakat Desa Sungai Belidak kini berharap agar kasus ini segera mendapat kejelasan hukum, dan Kepala Desa Juliansyah dapat dimintai pertanggungjawaban atas dugaan penyalahgunaan dana desa.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Kubu Raya belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

*Juan

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Jalin Kebersamaan dengan Warga Kampung Mamba

    Satgas Yonif 500/Sikatan Jalin Kebersamaan dengan Warga Kampung Mamba

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    INTAN JAYA,RI- Suasana hangat terasa di jalan utama Kampung Mamba saat personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang dipimpin oleh Serda Prama Yudha ini diikuti oleh 10 prajurit, sebagai wujud nyata kedekatan dan kepedulian TNI terhadap warga Papua. Di tengah sinar matahari pagi yang cerah, […]

  • Warga Keluhkan Jembatan Sungai Marmoyo di Desa Mojojajar Semakin Parah

    Warga Keluhkan Jembatan Sungai Marmoyo di Desa Mojojajar Semakin Parah

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 408
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Selain hujan intensitas tinggi, salah satu penyebab jembatan ambruk adalah adanya sampah yang tersumbat di bawah jembatan Desa Mojojajar Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Dari pantauan  nampak terlihat sampah tersumbat hingga menumpuk di bawah jembatan. Bahkan terlihat sampah tersebut berisikan material kayu, Pohon bambu styrofoam hingga dedaunan dan plastik. Seorang warga setempat Sutris […]

  • FS Tersangka, Kapolri Lulus Ujian Terberat

    FS Tersangka, Kapolri Lulus Ujian Terberat

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 229
    • 0Komentar

    JAKARTA –  RI, Penetapan Ferdy Sambo (FS) sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J oleh Tim Khusus yang dibentuk Kapolri telah membuktikan bahwa diplomasi kejujuran, transparansi dan kinerja berbasis data telah mengantarkan pada kesimpulan dan fakta dengan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pembunuhan atas Brigadir J yang melibatkan FS. Pada awalnya Polri sempat terkesan sangat […]

  • Sekda Lamandau : Antusias Pedagang Ikuti Pengundian Nomor Kios Pasar Induk Nanga Bulik

    Sekda Lamandau : Antusias Pedagang Ikuti Pengundian Nomor Kios Pasar Induk Nanga Bulik

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 263
    • 0Komentar

    LAMANDAU – RI, Tim Koordinasi Pelaksana Kegiatan Relokasi Pedagang (TKPKRP) Pasar Nanga Bulik melaksanakan pengundian nomor dan penandatanganan kontrak Kios/Los oleh Pedagang Pasar lnduk Nanga Bulik Senin, (1/4). Sekda Kabupaten Lamandau, Irwansyah  mengatakan, melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) melaksanakan salah satu tahapan, dalam mencapai tahapan akhir yaitu pengundian  nomor Kios […]

  • 3 TKP dalam 1 Hari, Satresnarkoba Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkoba di Kecamatan Prigen

    3 TKP dalam 1 Hari, Satresnarkoba Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkoba di Kecamatan Prigen

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 364
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Satrenarkoba Polres Pasuruan menangkap 3 Pelaku Peredaran Narkotika jenis Sabu dalam TKP yang berbeda di satu wilayah, yakni di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/10/2022). Ketiga pelaku tersebut yakni, FAK(27) warga Dusun Jagilbaran, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dengan barang bukti yang berhasil disita 13 kantong plastik yang berisi Narkotika jenis […]

  • Jadi Tuan Rumah Laga Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim, Polres Sumenep Terjunkan 223 Personel Pengamanan

    Jadi Tuan Rumah Laga Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim, Polres Sumenep Terjunkan 223 Personel Pengamanan

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 212
    • 0Komentar

    SUMENEP , RI – Polres Sumenep Madura Jawa Timur menerjunkan 223 personel pada pelaksanaan babak 28 besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jawa Timur tahun 2023-2024 grup FF di Stadion Ahmad Yani, Panglegur, Sumenep, Minggu (7/01/2024). “ Dalam pengamanan babak 28 besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jawa Timur tahun 2023-2024 di S Stadion Ahmad […]

expand_less