Wali Kota Mojokerto Dorong Sinergi Pengawasan WNA melalui APOA
- account_circle Pom py
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Wali Kota Mojokerto Dorong Sinergi Pengawasan WNA melalui APOA
Kota Mojokerto, RI – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sinergi pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) melalui sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) kepada para pengelola hotel dan penginapan di wilayah Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Command Center Balaikota Mojokerto, Selasa (11/8/2026).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, pengawasan terhadap keberadaan orang asing merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim kepariwisataan yang aman, nyaman, dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bukan berarti diawasi itu dicurigai. Tetapi namanya warga dari luar Indonesia, perlu dipantau dan dilaporkan, sehingga hal-hal yang perlu diwaspadai bisa kita antisipasi,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Ia menjelaskan, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis sebagai kota jasa. Selain menjadi lokasi akomodasi bagi wisatawan maupun tenaga profesional asing yang bekerja di kawasan industri sekitar Mojokerto, Kota Mojokerto juga menjadi pusat berbagai layanan jasa, seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan yang melayani masyarakat Mojokerto Raya dan daerah sekitarnya.
“Kalau WNA, tidak mungkin menginap di kos-kosan. Pasti ada standar mereka. Ini juga perlu kita awasi kehadiran mereka,” tuturnya.
Di sisi lain, Ning Ita juga menyoroti pentingnya validitas data kepariwisataan yang dihimpun dari para pelaku usaha akomodasi. Data tersebut nantinya menjadi salah satu bahan bagi Badan Pusat Statistik (BPS)
“Ketika data seperti ini nanti diminta oleh BPS, kita sajikan data yang terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut menunjukkan adanya percepatan, meskipun masih terdapat jarak dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Dan untuk mendorong pertumbuhan tersebut semakin cepat, Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen menciptakan iklim pariwisata yang aman dan kondusif. Hal itu dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Polri, masyarakat, hingga unsur perlindungan masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan.
“Kalau Kota Mojokerto aman, nyaman, tidak ada kriminal, pasti orang senang berkunjung ke sini. Itu yang bisa kita lakukan untuk mendorong supaya iklim pariwisatanya aman dan kondusif,” imbuhnya.
Selain aspek keamanan, ia juga mendorong penguatan kolaborasi antarpelaku usaha untuk menciptakan paket-paket perjalanan wisata yang lebih menarik.
“Bagaimana kita menciptakan paket-paket perjalanan wisata. Tidak mungkin hanya Kota Mojokerto. Misalnya paket wisata tiga hari, tetapi menginapnya di Kota Mojokerto. Itu yang bisa kita lakukan,” ungkap Ning Ita.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata, ia berharap kontribusinya terhadap PDRB Kota Mojokerto juga semakin meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kota Mojokerto memang kecil. Mungkin sumbangsih nasional tidak kelihatan. Tetapi dengan kita mengupayakan yang terbaik, ini adalah bentuk pengabdian kita untuk Merah Putih. Ini sumbangsih terbaik yang bisa kita berikan,” pungkasnya. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar