Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Desa Lapa Laok Dungkek dan Mantan Kades Tuding BPN Sumenep Banyak Oknum Mafia Terkait Pengajuan Sertifikat 18 Tahun Belum Terbit.

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
  • visibility 284
  • print Cetak

Sumenep – RI,Senin 27/05/24 kemarin sejumlah warga Lapa Laok Dungkek mendatangi kantor Pertanahan (BPN) Sumenep. Mereka menagih terbitnya sertipiakat yang dimohon sejak 18 tahun yang lalu yang selalu dijanjikan oleh setiap pergantian pimpinan kepala BPM yang berganti, bahkan mereka tidak segan melakuan teriakan bahwa Kantor BPN penuh atau banyak dengan mafia meskipun tidak bisa dibilang semuanya.
Sebut saja Suk ud (60) kepala Desa Lapa Taman pada perode 2013 menuding BPN mengatakan bahwa ada indikasi banyak oknum sarang mafia yang perlu diberantas agar tidak menjadi duri di tubuh organisasi atau perkantoran (baca; BPN).
“Sudah banyak korban masyarakat yang kena dan terlena oleh janji janji mafia atau oleh oknum pertanahan yang tak bertnggungjwab,” tandasnya.
Karenanya, menurutnya ia, meminta berhati hati kepada masyarakat pemohon sertipikat untuk ekstra hati hati jika hendak melakukan permohonan untuk sertipikat tanah.
Lalu ia mencontohkan kasus warganya yng hingga belasan tahun belum juga diterbitkan seftipikatnya bahakan warganya yang telah mengantongi atau telah terbit SHM no. 215 buku seri tanah AW. 885010 luas 10.178 m2 an. Suhardi desa Lapa Laok Kec. Dungkek Kab. Sumenep tahun terbit 2006 dan SHM no. 216 buku seri tanah AW. 885011 luas 9.018 m2 an. Suwardi warga desa Lapa Laok Kec. Dungkek Kab. Sumenep terbit 2006 dan warkah hilang di BPN dan ternyata belum juga ditderbitkan sertipikitanya dan bahkan sebagian data data hilang yang telah di masukkan ke BPN sebagian dihilangkan atau sekeder pura pura dihilangkan dengan maksut tertentu..
“Tepatnya data itu hilang atau sengaja “dihilangkan” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atau pura pura dihilanghkan,” katanya penuh tanya.
Sebagaimana diakui oleh pihak BPN sendiri bahwa sebagian berkas berkas penting itu hilang di BPN. Lalu pertanyaannya hilang yang bertanggungjawab itu siapa?
“Nah, jika pihak BPN yang menghilankannya itu adalah tanggungjawab BPN yang harus bertanggung jawab untuk bertanggungjawab dan memberi solusinya. Dan tentu saja itu tanggung jawab pihak BPN dan bukan dikembalikan kepada pemohon,” katanya.

Akhirnya, karena penantian yang panjang menunggu terbitnya sertipikat yang dimohon itu
Suwardi (45) warga Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, datang menemui Kantor BPN, Senin 27/05/24, kemarin datang ngluruk ke Kantor BPN Sumenep meminta dan menagaih kembali janji janji yang di janjikan oleh setiap pergantian pimpinan.
“Kali ini kami datang kembali dan meminta janji janji setiap peralihan pimpinan itu,”katanya

Rupanya kedatangannya mereka tidak hanya sebatas minta klarifiksi malah menurut Kepala Desa yang pereode yang lama sebut saja Suk Ud tuding BPN banyak terindikasi dengan oknum mafia,
Mereka telah menuding ada banyak oknum BPN yang bermain di dua kaki atau yang biasa disebut mavia pertanahan dan mereka secara blak balakan mengatakan di Kantor BPN ada banyak brutus dan “tikus” yang mengrogoti pemohon sertipikat.
“Saya sangat yakin sekali ada banyak oknum pejabat yang nakal dengan memperdaya calon pemohon sertipikat,” kata salah seorang yang namaana enggan disebutkan. .
.
Bahwa yang sebenarnya pengajuan permohonan atas nana Saya itu sudah sejak 18 tahun yang lalu dan kami sudah lelah dan capek menunggu janji janji dari BPN Sumenep, dari setiap pergantian pimpinan mereka senanatiasa berjanji. Dan untuk pergantian pimpinan yang sekarang juga berjanji, bisanya hanya janji tok tapi janji hanya tinggal janji,” jelas Suwardi kepada awak media, 28/05/24 dengan nada kesal.
Padahal menurut Suwardi BPN telah menerbitkan SHM no. 215 buku seri tanah AW. 885010 luas 10.178 m2 an. Suhardi desa Lapa Laok Kec. Dungkek Kab. Sumenep tahun terbit 2006 dan SHM no. 216 buku seri tanah AW. 885011 luas 9.018 m2 an. Suhardi desa Lapa Laok Kec. Dungkek Kab. Sumenep terbit 2006 dan warkah hilang di BPN.
“Seperti yang diakui oleh pihak BPN sendiri bahwa berkas berkas penting itu hilang di BPN. Nah, jika pihak BPN yang menghilankannya itu adalah tanggungjawab BPN yang harus bertanggung jawab untuk bertanggungjawab dan memberi solusinya yang tidak merugikan pemohon atau siapapun. Tolong dong BPN lah yang harus bertanggungjawab,” jelasnya Sementara, Kepala Desa Lapa Taman yang lama Suk Od pereode 2013-2019, juga turut mendampingi Suwardi saat mendatangi kantor BPN Sumebep.
Dan ia bersaksi bahwa dirinya saat jadi Kades turut serta kesaksian saat Suwardi hendak mengajukan permohonan atas dua bidang tanah tersebut pada tahun 2013 lalu.
“Ya betul, pada tahun 2013 yang lalu Saya adalah sebagai saksi atas pemohon,” katanya menimpali.
Suk Ud berkeyakinan bahwa dengan tidak kunjung terbitanya sertipikat dua bidang tersebut ada indikasi oknom mafia di dalam kantor BPN.
“Saya sangat yakin di BPN (Badan Pertanahan Sumenep ada indikasi pemainan mafia sepertinya ada okmom yang bermain plintat plintut sebab dua tanah itu bagus dan starategis sehingga banyak orang yang ingin sekali menguasinya,” terangnya.
Dan mestinya jalas mantan kepala Lapa Taman itu langsung menerbitkan dengan merujuk pada keputusan Pengdilan Negeri Sumenp tertanggal 9 Maret tahun 2022 dg nomor 17/Pdt.G/2021Smp.
Dikonfirmasi sebagaimana berita Senin tertanggal 27/5/24 Kepala BPN Sumenep, Moh. Fatan Fahir mengatakan bahwa pihak nya bakal mempelajari ulang dengan cara yang seksama agar taidak yang dirugikan dan berkeadailan.
“Jadi, intinya begini bapak bapak dan saudara saudara, kami dari pihak BPN akan mempelajari ulang agar benar benar dan berkeadilan untuk semua pihak yang dibenarkan secara hukum,” tandasnya.
(Red)

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenakan Seragam Komcad, Bupati Pemalang Anom Widiantoro Ikuti Retred Di Akmil Magelang

    Mengenakan Seragam Komcad, Bupati Pemalang Anom Widiantoro Ikuti Retred Di Akmil Magelang

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Magelang, RI – Komponen Cadangan (Komcad) adalah bagian dari sumber daya nasional yang disiapkan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, Komcad terdiri dari beberapa kategori, yaitu Komcad sumber daya manusia (SDM), Komcad sumber daya alam, […]

  • GRIB Pemalang Tegaskan Dukungan Terhadap Pemerintah dan Anti-Premanisme

    GRIB Pemalang Tegaskan Dukungan Terhadap Pemerintah dan Anti-Premanisme

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    GRIB Pemalang Tegaskan Dukungan Terhadap Pemerintah dan Anti-Premanisme Pemalang, RI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kabupaten Pemalang meresmikan kantor baru di Komplek Pertokoan Desa Kaligelang. Dalam acara itu digelar juga kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan donor darah, Sabtu 29 Mei 2025. Ketua DPW GRIB Jawa Tengah Muhammad Isro’i […]

  • RSUD Kesesi Resmi Dibuka Untuk Umum

    RSUD Kesesi Resmi Dibuka Untuk Umum

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 359
    • 0Komentar

    KABUPATEN PEKALONGAN – RI, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq,SE.,MM., meresmikan RSUD Kesesi yang berlokasi di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/02). Selain peresmian Gedung RSUD Kesesi, dilakukan juga dan penyerahan ambulance dari Pasar Modal Indonesia. Dalam sambutan peresmian RSUD Kesesi ini Bupati Fadia Arafiq mengatakan kehadiran RSUD Kesesi melengkapi 2 (dua)  RSUD yang sudah ada di […]

  • Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025 Tunggu Kehadiran Wali Kota

    Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025 Tunggu Kehadiran Wali Kota

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-  Rapat paripurna DPRD Kota Probolinggo yang mengagendakan penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 Wali Kota Probolinggo resmi ditunda. Penundaan tersebut dilakukan karena Wali Kota tidak dapat menghadiri rapat lantaran sedang menjalankan agenda dinas di Jakarta. Senin (20/04/2026). Agenda paripurna ini mencakup dua poin utama, yakni penyampaian rekomendasi DPRD serta penyampaian […]

  • Peresmian Lab BSL-2, Dirjen Kesmas Kemenkes RI Apresiasi Layanan Kesehatan Kota Mojokerto

    Peresmian Lab BSL-2, Dirjen Kesmas Kemenkes RI Apresiasi Layanan Kesehatan Kota Mojokerto

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI. Dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat Pemerintah Kota Mojokerto telah menerapkan enam pilar transformasi kesehatan yang dibangun oleh Kementerian Kesehatan RI. Yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem kesehatan masyarakat, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan yang terakhir adalah transformasi digital. Atas penerapan transformasi kesehatan inilah Pemerintah Kota Mojokerto […]

  • Ani Sofian Lantik Zulkarnain Jadi Pj Sekretaris Daerah Kota Pontianak

    Ani Sofian Lantik Zulkarnain Jadi Pj Sekretaris Daerah Kota Pontianak

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Pontianak,RI- Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian melantik Zulkarnain sebagai Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak. Zulkarnain saat ini juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak. Ani Sofian menerangkan, posisi Pj Sekda bersifat sementara, sembari menunggu pelantikan sekda definitif yang akan direncanakan pada akhir Mei mendatang. “Setelah koordinasi bersama Badan Kepegawaian Negara […]

expand_less