Wujud Kepedulian Lingkungan, Polres Probolinggo Tanam 1.000 Pohon di Maron
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari, Hari Bhayangkara, serta Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Tahun 2026 berlangsung penuh kebersamaan di kawasan Dam 8 Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Polres Probolinggo ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana di wilayah setempat.
Kegiatan yang dipusatkan di Dam 8 Desa Brabe tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, forkopimda, serta masyarakat. Turut hadir Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, jajaran Bhayangkari, DPRD, Kejaksaan, OPD, hingga elemen masyarakat dan aliansi peduli lingkungan.
Dalam arahannya, Kapolres tidak hanya mengajak, tetapi juga memberikan penegasan kepada seluruh jajaran agar kegiatan ini menjadi langkah berkelanjutan.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa penanaman pohon ini harus diikuti dengan komitmen perawatan dan pengawasan secara konsisten. Ia meminta jajaran Polres hingga Polsek, khususnya di wilayah Kecamatan Maron, untuk aktif melakukan monitoring serta menjalin komunikasi dengan masyarakat guna memastikan keberlangsungan tanaman yang telah ditanam.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bertanggung jawab terhadap keberlanjutan tanaman ini. Lakukan pengawasan, bangun komunikasi dengan masyarakat, dan pastikan pohon-pohon ini tumbuh dengan baik,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, AKBP Latif juga menyoroti kondisi geografis di sekitar Dam 8 yang memiliki potensi kerawanan bencana, seperti banjir dan longsor. Ia menilai bahwa langkah penanaman pohon merupakan bagian dari upaya preventif yang harus terus digalakkan.
“Kita harus berpikir ke depan. Jangan menunggu terjadi bencana baru kita bergerak. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan lingkungan dan generasi mendatang. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” kata AKBP Latif.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan Dam 8 sebagai infrastruktur vital yang masih berfungsi dengan baik meskipun merupakan peninggalan lama. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat dan melestarikannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Abdullah menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi lingkungan di wilayah tersebut yang pernah mengalami banjir besar dan beberapa titik longsor.
“Di kawasan ini terdapat sedikitnya lima titik longsor. Oleh karena itu, penanaman pohon menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko tersebut. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Abdullah.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bhayangkari yang telah menyediakan sekitar 1.000 bibit pohon untuk kegiatan ini.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit pohon tabebuya oleh Kapolres kepada panitia, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon secara bersama-sama oleh seluruh undangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Probolinggo.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar