Satgas Yonif 500/Sikatan Laksanakan Komsos Bersama Keluarga Apertinus, Dengarkan Kisah Pilu Aksi Kekerasan OPM
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- visibility 124
- print Cetak

MAMBA,RI-Di tengah hijaunya dataran tinggi Mamba, Distrik Sugapa, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan kembali melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) untuk mempererat hubungan persaudaraan dengan masyarakat. Pada Sabtu, 22 November 2025, sebanyak 10 personel TK Mamba yang dipimpin Wadantim 1 TK Mamba, Serda Dian Heriyanto, menyambangi kediaman keluarga Apertinus, salah satu tokoh masyarakat Kampung Mamba.
Kedatangan personel Satgas bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga meninjau perkembangan kebun sayur milik keluarga Apertinus, kebun yang awalnya ditanami dari bantuan benih pertanian yang diberikan Satgas beberapa bulan sebelumnya. Tanaman jagung, daun bawang, dan sayuran lainnya tumbuh subur, menjadi harapan baru bagi keluarga yang pernah menjadi korban kekejaman kelompok separatis bersenjata OPM.
Dalam perbincangan hangat yang berlangsung di depan kebun, keluarga Apertinus menyampaikan kisah pilu tentang penderitaan yang mereka alami akibat tindakan brutal OPM.
“Kami dulu tinggal di Mamba bagian bawah, tapi kelompok OPM sering datang ganggu. Mereka ambil makanan, ambil hasil kebun, bikin kami takut,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada lirih.
“Tahun 2019, mereka bakar tiga rumah kami. Habis semua. Karena itu kami pindah ke sini… supaya hidup tenang.”
Kisah tersebut membuat suasana menjadi hening. Personel Satgas mendengarkan dengan empati penuh, menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari upaya nyata menjaga rakyat dari ancaman kekerasan.
Serda Dian Heriyanto menegaskan komitmen Satgas untuk selalu berada bersama masyarakat.
“Kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi saudara bagi masyarakat Mamba. Apa yang keluarga Apertinus alami adalah luka bersama, dan kami berdiri di pihak rakyat untuk memastikan mereka bisa hidup aman dan sejahtera,” ujar Serda Dian.
Usai berdialog, personel Satgas mendampingi keluarga untuk melakukan doa bersama di makam kerabat mereka yang telah lama wafat. Doa dipanjatkan dengan penuh ketenangan, mencerminkan kedekatan emosional antara prajurit TNI dan warga Papua.
Di sela kegiatan, tampak hangatnya interaksi antara personel Satgas dan keluarga Apertinus, terutama ketika mereka berbincang di lahan kebun yang dikelilingi pemandangan pegunungan Intan Jaya. Seorang ibu dari keluarga Apertinus memegang tangan anaknya sambil berkata:
“TNI datang baik-baik, bantu kami. Kami senang, hati tenang.”
Kegiatan berjalan aman, penuh keakraban, dan semakin mempererat hubungan TNI–rakyat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Dengan hadirnya Satgas Mobile Yonif 500/Sikatan, masyarakat berharap rasa aman di Distrik Sugapa dapat terus terjaga, terutama dari ancaman kelompok OPM yang selama ini menebarkan ketakutan dan merusak kehidupan warga.(red Yonif 500 Sikatan /mjb, tg)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar