Lampu Jalan Hingga Vidiotron RSUD Arrozi Jadi Perhatian Drs Robit Riyanto, Sekda Siap Tindaklanjut
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- visibility 18
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Kepedulian terhadap kualitas layanan publik kembali ditunjukkan oleh Drs. Robit Riyanto. Dalam forum rapat bersama eksekutif, ia menyuarakan sejumlah persoalan mendasar di RSUD Ar-Rozi yang dinilai perlu segera dibenahi, mulai dari penerangan jalan hingga penguatan identitas rumah sakit.
Robit menyoroti minimnya lampu penerangan di sekitar kawasan rumah sakit, khususnya di sepanjang Jalan Hamka. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat yang mengakses layanan kesehatan, terutama pada malam hari.
Ia meminta agar pemerintah segera melakukan survei lintas dinas, baik dari Dishub maupun instansi terkait lainnya, untuk memastikan penanganan cepat. Bahkan, ia mendorong agar pengadaan lampu bisa dimasukkan dalam skema Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), mengingat kebutuhan tersebut dinilai mendesak dan tidak memerlukan anggaran besar.
“Ini sederhana, cuma penerangan. Tapi dampaknya besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Tak berhenti pada aspek infrastruktur, Robit juga menyinggung pentingnya inovasi dalam branding rumah sakit. Ia menilai RSUD Ar-Rozi perlu memiliki identitas visual yang kuat agar mudah dikenali, terutama oleh masyarakat luar daerah yang melintas di Kota Probolinggo.
Menurutnya, pemasangan videotron atau media informasi digital dapat menjadi solusi strategis. Selain memperjelas identitas rumah sakit, langkah tersebut juga dapat meningkatkan citra pelayanan kesehatan daerah.
“Kadang orang lewat bingung, ini rumah sakit atau hotel. Artinya bangunannya bagus, tapi identitasnya kurang terlihat,” ujarnya dengan nada lugas.
Lebih jauh, Robit menekankan pentingnya koordinasi menyeluruh dalam pembenahan fasilitas kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh fisik bangunan, tetapi juga oleh ketersediaan tenaga medis, fasilitas pendukung, serta keberlanjutan pembiayaan.
Dalam pandangannya, kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbatas tidak boleh menjadi alasan untuk menunda peningkatan layanan kesehatan. Justru di tengah keterbatasan, pemerintah dituntut lebih kreatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengaitkan upaya pembenahan ini dengan visi pembangunan Kota Probolinggo yang mengedepankan nilai religius dan kesejahteraan masyarakat. Baginya, pelayanan kesehatan yang layak adalah bagian nyata dari implementasi visi tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Penambahan lampu penerangan direncanakan akan dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan RSUD Ar-Rozi, Jalan Hamka, Wonasih, hingga Kareng.
Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa komunikasi antara legislatif dan eksekutif berjalan efektif dan saling menguatkan.
Dorongan yang disampaikan Robit bukan sekadar kritik, melainkan refleksi dari kebutuhan riil masyarakat. Dengan pendekatan yang konkret dan solutif, ia menunjukkan bahwa peran wakil rakyat tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi menuju perubahan nyata.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar